
Purwakarta (MediaBnR.Com) – Satu tahun sudah Kicau Mania Bersatu (KMB) Purwakarta berdiri. Minggu (9/4), lalu, club pecinta burung ocehan besutan Heri Kopral ini merayakan hari jadinya dengan menggelar kontes, di lapang Citalang Purwakarta. Di acara tersebut, ratusan kicau mania dari berbagai daerah di Jawa Barat dan DKI Jakarta turut hadir.
Dalam sebuah perbincangan, Heri Kopral menuturkan bahwa KMB lahir bertujuan untuk mempersatukan para EO kontes burung berkicau yang ada di Purwakarta. “Terus terang saja sebelumnya kami prihatin dengan keberadaan EO kontes burung berkicau yang adakalanya seperti tidak kebersamaan. Contoh dihari yang sama, EO yang ini membuka gelaran, eh yang disana juga membuka gelaran. Akhirnya gelaran itu tabrakan. Maka dari itu, dengan adanya KMB ini kami berharap antar EO ini bisa saling mendukung, sehingga gelaran jadi meriah,” terang pria berkulit gelap ini kepada BnR.


Menurut Heri bahwa sejak KMB Purwakarta berdiri, KMB telah melakukan beberapa kali gelaran. Kontes dilakukan dengan cara road show dari daerah satu ke daerah lainnya di Purwakarta. “Hasilnya alhamdulillah, gelaran kami berjalan sukses. Para EO yang kami sambangi mendukung upaya KMB sebab dalam event itu kami pun melibatkan EO setempat,” ujarnya.
Pada kontes yang diberinama 1 st Anniversary KMB Purwakarta tersebut, pihak pelaksana juga memberikan trofi penghargaan khusus kepada komunitas Anis Merah. Dipilihnya komunitas tersebut karena pelaksana mengganggap jenis burung yang suka teler ini sudah langka mengikuti lomba. Nyatanya di kontes KMB ini, para kicau mania Anis Merah dari berbagai daerah di Jawa Barat dan DKI turut memeriahkannya. “Penghargaan ini sengaja kami berikan semata untuk memberikan semangat kepada kawan-kawan pecinta Anis Merah agar mereka tidak ragu lagi memeliharanya. Sebab di kontes KMB, saya pastikan semua jenis burung ada, termasuk Anis Merah,” katanya.



Sekedar informasi, pada gelaran tersebut, kontes Anis Merah dibagi dalam tiga kelas. Disalah satu kelas, juaranya diraih oleh burung bernama Raspati, milik Olan dari Purwakarta. Tentu bukan tanpa alasan juri menghujaninya dengan bendera merah pada burung tersebut. Kicaunya yang nyaring dan merdu berpadu dengan telernya yang khas, berlangsung sejak sang empunya mengantangnya.
Sementara dikelas Muray Batu, burung Bintang dari Rumah Muray Purwakarta (RMP) Jatiluhur bernama Sampih berhasil jadi juara. Sedangkan MB satu teamnya, yakni SG, milik Fikri/Bhill harus puas diposisi dua. Selanjutnya dikelas Cucak Ijo, jawaranya burung H Usman asal Purwakarta bernama QQ.
Secara umum, keseruan terjadi di kelas Kacer, dimana burung bernama Jenderal milik Mr.Edi dari Sagalaherang berhasil membelalakan ratusan pasang mata yang menyaksikan. Burung tersebut tampil prima disetiap kelas yang diikutinya. Alhasil burung yang sebelumnya pernah dirawat Mr. Aden Purwakarta itu berhasil menyabet dua gelar juara (double winner) dari tiga kelas yang diperlombakan. Sayang, di sesi tiga si Jenderal harus puas berada diposisi dua. Gelar juara dikelas ini diraih oleh burung bernama Dragon, milik Giri dari Barakatak Team. Dilihat dari tampilannya yang agresif, si Dragon ini boleh jadi sebuah ancaman baru di dunia kacer. (Agun/sae)


