
Mediabnr – Minggu (4/3). Dua lapangan dibuka pada gelaran lomba burung berkicau ALVINO CUP yang diselenggarakan di arena gantangan Arda Jaya BC, lokasi tepatnya di samping Samsat Kudus. Sebuah gelaran yang memang dikemas apik untuk kicaumania hasil komando Mr. Alvino selaku Ketia Panitia dan Mr. Artha selaku Ketua Pelaksana bersama crew panitia yang solid menggandeng OBI Kudus ini dapat terlaksana dengan lancar hingga meraih sukses dihadiri berbagai kontestan dari kota-kota sekitar.

Lapangan A dikhususkan untuk jenis burung kenari dan lovebird sedangkan Lapangan B untuk kelas burung kicauan, yang keduanya dikawal ketat oleh tim Juri BnR Indonesia. Meski sengit terjadi persaingan memperebutkan tahta juara, suasana tetap terjaga kondusif sejak awal hingga akhir gelaran yang dimenangi oleh Jontor BF sebagai juara umum Single Fighter dan Dt. Putra Pesisir Cup 3 sebagai juara umum Bird Clubnya. “ Untuk burung lovebird dan kenari para juaranya nanti akan diadu kembali dikelas BOB (Best Of the Best) untuk menentukan siapa yang terbaik diantara yang terbaik dikelasnya,” jelas Mr. Alvino.

Burung-burung papan atas dengan segudang torehan prestasinya ikut memeriahkan gelaran ini dan kembali mampu mempertahankan predikat jawaranya untuk menempati puncak tahta. Diantaranya adalah Mesin Jahit besutan Anton Tepos BC Jepara yang nyaris menyabet predikat double winner dikelas cucak hijau. Turun dilaga pertama Mesin Jahit harus rela melepas posisi puncak untuk membayangi diposisi runner up, namun pada kesempatan laga kedua dikelas utama Alvino ia tampil lebih menggila lewat gaya andalan jamtroknya yang extreme sembari memuntahkan variasi lagu roll tembakan yang keras untuk melesat pertama ke garis finish. “ Untuk memberi warna baru saja, Bledex saya ganti nama Mesin Jahit biar lebih fresh setelah sebelumnya juga berhasil menjuarai di Bojonegoro. Semoga pekan depan tidak ada halangan, sehingga Mesin Jahit bisa bertandang ke Piala Presiden Jokowi,” papar Anton punggawa Tepos BC Jepara ini.


Dikelas yang sama gaco andalan Jayen SKBC Kudus dengan nama Gludux juga bertarung apik untuk seru bergantian di puncak tahta. Materi dan kualitas yang tak beda jauh dengan Mesin Jahit ditampilkannya lewat perform andalannya untuk menempati juara I dan II. Tak hanya itu, squad amunisi lain yang memang disiapkan matang untuk berlaga di gelaran pamungkas ini juga memberi hasil maksimal mengibarkan bendera SKBC Kudus. Diantaranya adalah BB yang menjadi juara ketiga dikelas kacer, Brandal yang sukses membayangi diposisi keempat, serta Ucok yang selalu menghiasi tangga jawara disetiap laganya untuk kemudian menyempurnakan kemenangan terbaiknya dikelas lovebird BOB. “ Alhamdulillah, beberapa squad SKBC yang kami bawa untuk menghadiri undangan rekan sekota kami ini cukup memuaskan, diluar amunisi lainnya yang kami kondisikan untuk bertandang ke event berikutnya,” ujar Jayen mewakili crew.


Partai neraka murai batu yang begitu pekat dengan sengitnya persaingan ini kembali dimenangi oleh breeder kota Kudus yang memang telah terbukti akan hasil tangkarannya yang memiliki kualitas wahid, yakni Mr. Dimas Anto-DMA BF lewat aksi handal Harmes. Ring DMA BF yang terpasang dikakinya membuatnya lebih percaya diri untuk selalu tampil optimal di setiap arena manapun yang didatanginya. Materi mumpuni yang telah terekam rapi dimemorinya dapat dimuntahkan dengan lantang dan stabil untuk mensupport mental tarung sejati yang telah mengalir didarahnya ini. Kelas utama murai batu Alvino sukses ditaklukkan dengan mutlak dan kemudian masih bertahan diposisi ketiga disisa-sisa tenaganya menjelang malam. Gaco terbarunya Siliwangi juga turut membanggakan lewat raihan prestasinya siang hari ini untuk menempati posisi juara I dan III dikelas kenari. “ Laga perdana ditangan saya, Siliwangi langsung terjun di event Malioboro Vaganza dan berhasil masuk 10 besar. Alhamdulillah, meskipun baru ia selalu bisa diandalkan kualitasnya dan semoga saja dapat seterusnya demikian untuk laga bergengsi berikutnya,” ungkap Mr. Dimas Anto kepada media.

Tampil atraktif disesi murai batu DK nama Sadam Husen besutan Yoyok Bima yang memang telah memiliki track recor prestasi stabil hingga kancah nasional ini kembali menghiasi kejuaraan untuk menempati posisi runner up. Demikian juga dengan gaco papan atas rekan lainnya yakni Gerry All’in, H. Pincuk, H. Umar dan Christ Ulo sukses mengawal bendera Dt. Poetra IMI Cup, diantaranya adalah prestasi dahsyat cendet Vipper besutan Gerry Ali’in lewat gerojokan roll speed tembakan bervariasinya menduduki posisi runner up, disusul Andrea Silva milik H. Pincuk finish diposisi IV dan V. Romansa yang tak terbendung dikelas cucak jenggot, dan kemudian disempurnakan cantik oleh aksi stabil Noisy Boy milik Yusuf Poetra IMI yang selalu berhasil menduduki posisi jawara untuk kemenangan juara I, II & III dikelas kacer.

Turun 1 sesi untuk pemanasan bertandang ke event spektakuler Piala Presiden Jokowi pekan depan, kacer Java’in milik Mr. Lazim-Kudus memeberikan sinyal positif lewat aksinya yang begitu mempesona dengan balutan materi sempurna baik variasi lagu, volume, gaya juga durasi kerjanya untuk memboyong pulang tropy juara I disesi DK. “ Semoga Java’in bisa terus stabil kondisinya dan kembali onfire untuk mampu menampilkan perform terbaiknya di Istana Bogor besok,” ujar Rudi Curut sang mekanik.


Sedangkan dikelas cendet, satu nama langganan juara juga berhasil mempertahankan predikat jawaranya sekaligus membanggakan bendera yang diusungnya Dt. Bupati Jepara untuk mensosialisasikan gelaran lomba bergengsi Piala Bupati Jepara 2018 yang akan dlaksanakan pada tanggal 22 April di lokasi wisata Pantai Bandengan, yaitu Baracuda besutan Wawan JD 99 SF. Siapa yang tidak mengenal salah satu cendet terbaik blok tengah ini lewat aksi istimewanya yang selalu dapat menghipnotis juri dan penonton yang menyimaknya.

Menyandang predikat kenari terbaik diberbagai event yang dilakoninya seperti yang sudah-sudah, menjadi motivasi Ridwan sang empunya untuk terus menjaga kestabilan performa Kilua tetap onfire. Hal yang tidak mudah ini mampu dibuktikannya siang ini, meski kurang hoky disesi-sesi pertama dan hanya dinobatkan untuk menempati posisi juara III & IV ia tak mau tinggal diam dan seakan tidak puas untuk membalas ketinggalannya ini. Daftar ulang untuk turun kembali disesi pamungkas BOB, Kilua tambah ngedan untuk membuktikan jatidirinya dan hasilnya pun optimal untuk mengungguli mutlak rival-rival juaranya hingga dinobatkan sebagai kenari terbaik oleh tim juri dan penonton. “ Mungkin tadi diawal hoky nya baru segitu, tapi kita tidak tinggal diam untuk membuktikannya di BOB,” pungkas punggawa Fadhil BF Kudus ini.


“ Terimakasih atas partisipasi serta dukungan seluruh rekan-rekan kicaumania, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas segala kekurangan yang ada. Selamat untuk para pemenang dan sampai jumpa di kota Kudus pada kesempatan berikutnya. Salam satu hati satu hobi,” tutup Mr. Artha selaku Pelaksana mewakili seluruh jajaran panitia yang bertugas diakhir gelaran. (kiky)










