
Majalaya (08/04/2018) – Cotai Sugih Jaya merupakan salah satu dari sekian banyak pecinta burung berjenis Branjangan yang ada didunia kicauan saat ini. Sosoknya yang santun dengan penampilan apa adanya yang terkadang tampil nyentrik pada saat berada dilapangan mirip sekali seperti salah satu Vokalis dari grup band ternama yaitu Pas Band. Anak ke 9 dari 9 bersaudara ini merupakan anak daerah yang memiliki darah dari tanah Pasundan asli.
Bicara soal anak ke 9 tidak lepas dari sebuah angka keberuntungan, kenapa tidak? Kecintaannya didunia kicauan telah banyak meraih prestasi lewat amunisi yang ia miliki. Disela-sela obrolan kami yang memang pada saat itu bertepatan juga dengan gelaran Bupati Cup Bandung beberapa hari yang lalu begitu banyak hal yang ia utarakan soal burung Branjangan yang ia miliki.

Cotai Sugih Jaya berdomisili didaerah Cicalengka Bandung ini kerap meraih prestasi lewat amunisi Branjangannya yang diberi nama Kakaroto, sepintas kita berpikir amunisi yang dimilikinya terdengar asing, akan tetapi bagi para pecinta anime Dragon Ball pasti akan tau sejarahnya. Mengikuti gelaran Nasional di tiap-tiap kota sudah jadi hal yang biasa bagi dirinya karena meraih prestasi dengan membawa nama pribadi tanpa harus membawa nama SF atau BC terasa jauh lebih nyaman tanpa ada rasa beban sedikitpun baginya.
Saat ini amunisi Kakaroto sudah memasuki usia 5 tahun, sebelum melangkah lebih jauh perlu kita ketahui terdahulu bahwa jenis burung yang disebut Branjangan ini merupakan spesies burung pengicau (Passeriformes) yang juga termasuk kedalam family alaudidae ini dialam bebasnya selalu mendiami padang rumput disebagian besar Australia dan Asia Tenggara. Mempunyai ciri khas berwarna coklat dengan garis abu-abu dan bintik-bintik.

Soal mencari burung Branjangan yang berkualitas ada beberapa kriteria penting tuturnya, yaitu isian bagus, rol nembak diselang dengan ocehan sebagai variasi agar amunisi tidak terasa monoton. Untuk sifatnya, Cotai Suguh Jaya lebih menyukai tipe Branjangan yang mempunyai mental Fighter dan yang paling utama adalah Branjangan harus keper sayap karena harus diakui bahwa topnya Branjangan adalah keper sayapnya.

Ada beberapa hal yang membuat dirinya sedih karena harus kehilangan beberapa jagoannya karena ada yang mencuri, salah satunya adalah Kusuma yang sering meraih juara Nasional. Akan tetapi Kakaroto telah berhasil menjadi pengobat rasa sedihnya. Perhelatan akbar seperti apapun sudah ia ikuti dan selalu meraih juara. Predikat sebagai jawara Branjangan telah ia sandang. Bagaimana tidak, dalam 1 minggu saja minimal 2 event nasional sudah biasa ia ikuti dan rata-rata membuahkan hasil yang gemilang. Pantas saja amunisinya kerap menjadi incaran kicaumania lainnya.

Soal pola rawatan seperti apa yang selalu ia lakukan untuk amunisinya tersebut ternyata biasa-biasa saja, karena untuk proses penjemuran cukup ia lakukan 2 jam saja dalam sehari dan untuk pemberian makanan pun cukup dengan canary seed polos campur dengan jewawut saja. Sedangkan untuk extra foodingnya cukup 2 jangkrik di pagi hari dan 2 di sore hari. Jadi baginya pemberian makanan tidak usah yang aneh-aneh. Bicara soal prestasi sudah pasti bicara dunia bisnis, bagi kicau mania yang berminat dengan amunisi Branjangannya dapat menghubungi Cotai Sugih Jaya di nomor 0813-2008-5850. (RD)


