Kalau Tidak Paham Pakem BnR Lebih Baik Bertanya

Suasana Lomba-30-agustus-2015

MediaBnR – Banyak sekali yang baru pertama turun dilomba BnR tapi belum memahami PAKEM BnR. Akhirnya menuai protes bahkan ada dengan kata-kata yang tidak pantas dilontarkan. Kalau Kicaumania yang sudah terbiasa dengan PAKEM BnR pasti akan menertawakan komentar miring tentang Juri BnR. Berat untuk menjadi Juara di BnR memang benar karena BnR benar-benar mencari burung berkualitas.

“Ya kalau yang sudah paham seperti Love Bird BnR kan bukan menilai panjangnya tarikan dari Love Bird. Tapi semua jenis burung adalah Durasi burung itu terlebih dahulu. Bunyi sedang tapi rajin bisa mengalahkan bunyi panjang yang hanya beberapa kali saja bunyi. Begitu juga Murai Batu tembakan sejalur kemudian diam menuntut burung menang ya cape deh.. Mari kita sama-sama memahami dari dari lomba burung berkicau. Disini sudah jelas kicauannya yang dilombakan bukan tembakannya atau panjangnya”. kata Kang Pian menjelaskan.

Kalau kita lihat dari penjelasan Kang Pian tadi kesadaran menjadi peserta dilomba BnR masih rendah. Kalau sampai burung-burung yang dijelaskan Kang Pian tadi dijadikan masalah dan diagung agungkan .

“He.. he.. kalau memberi komentar jangan akhirnya menjadi terlihat ketidaktahuan mengenai PAKEM BnR. Bertanya boleh dan sudah pasti akan ada penjelasaan kok tapi jangan suuzon dulu kan kalau yang paham PAKEM BnR . Malah komentarnya jadi tertawaan dan pasti akan muncul perkataan .. Nggak usa dikomen Bang keliatan nggak paham burung apalagi PAKEM BnR. Jadi lebih baik saran aku sebelum turun dilomba ataupun di Latberan BnR pelajari pahami PAKEM BnR baru ikut. Minimal datang dulu lihat dan bertanya setelah paham baru turun di Latberan atau Lomba BnR”. kata sang pendiri Yayasan BnR.

Apa yang disampaikan Bang Boy benar sekali jangan kita malah komentar jadi terlihat bodohnya .Seperti pepatah yang sering kita dengar malu bertanya sesat dijalan. (red)