Kecewa di APBN Award, JPMRT 78 SF Lanjut ke Galamedia Cup Bandung
MEDIABnR.COM – Hasil mengecewakan saat berlomba di APBN Award Cibubur, Jakarta Timur, kembali dialami oleh JPMRT 78 SF Banjarmasin, Minggu, 16 Desember 2018, lalu. Dua gaconya bernama Love Bird Pusoko dan Murai Batu Terpesona mendapat hasil kurang memuaskan. Kendati di kecewakan, JPMRT 78 SF masih optimis untuk kembali menampilkan perfroma terbaiknya, termasuk di lomba Galamedia Cup Bandung, 23 Desember, pekan ini.
Di turunkan dua sesi, Pusoko tampil cukup stabil tatkala ikut di kelas Nanjung 105. Sejak awal digantang di nomor 04, Pusoko langsung ngekek panjang, sayangnya team juri tidak ada satu pun yang memantaunya hingga berjalan 3 menitan. “Padahal, sejak awal gantang langsung ngekek, namun tidak ada satu pun juri yang memantau,” ungkap Heru sang penggantang Pusoko.
Selesai penjurian, crew JPMRT 78 SF langsung melayangkan protes ke pedock juri dan langsung di sambut oleh salah satu korlapnya. Ia pun mengakui, bahwa nomor 04 posisi Pusoko memang tidak terpantau, kurang lebih 3 menit diawal oleh juri kami, sehingga kami korlap berinisiatif memantaunya sendiri di 5 menit terakhir dan tetap memberikan bendera koncer di juara ke-6,” jelas sang korlap yang belum diketahui namanya.
Usai protes, crew JPMRT masih menaruh harapan disesi berikutnya kelas Dewasa umum B Ebod Strong. Pusoko akhirnya berhasil naik ke podium juara ke-3. Kejadian mengecewakan lainnya juga terjadi di kelas Murai. Kali ini, kasusnya berbeda yaitu ketika MB Terpesona main disesi Bio Fighter Miltih dan berhasil meraih bendera A1 & B3 hingga di nobatkan sebagai peraih juara ke-2 oleh sang korlap.
Namun, ketika crew mengambil hadiahnya, tiba – tiba posisi Pusoko berubah menjadi juara ke- 3. “Aneh bin ajaib, korlapnya sendiri yang bilang juara ke-2 dengan hasil bendera koncer A1 dan B3, tiba – tiba berubah begitu saja,” timpal Cipta Gala sang manager JPMRT.
Kekecewaan yang dialami JPMRT 78 SF bukan kali ini saja terjadi, jauh sebelumnya juga pernah dialami di lomba Walikota Bekasi dan Piala Presiden Ronggolawe di Tangerang. “Jadi sudah tiga kali kami di kecewakan oleh penjurian dan kurang professional dari penyelenggara lomba,”
“Kami datang bukan ingin menang, kami juga sering mengalami kekalahan dan menyadari selama burungnya tidak bekerja maksimal. Mungkin kedepannya, kami akan mempertimbangkan kembali, jika ada undangan yang diselenggarakan oleh EO tersebut,” pungkas H. Murjani.
JPMRT 78 SF Banjarmasin sendiri memang dikenal fighter dalam melombakan burungnya, bisa dibilang bukan jago kandang. Team besutan H. Jay kerap hadir ke lomba – lomba besar di berbagai daerah baik blok barat, tengah dan timur dengan penyelenggara EO yang berbeda – beda. Kabarnya JPMRT 78 SF akan melanjutkan road shownya ke lomba Galamedia Cup di Bandung. *Rizhal
GALERY FOTO :




