
Jakarta (MediaBnR.COM) – Dibukanya kelas lovebird balibu di Pasar Segar Enterprise Kalideres 2 bulan yang lalu, membuat arena ini semakin ramai dkunjungi para lovebird mania. Terbukti 3 kelas balibu yang dibuka panitia pada gelaran latpres pada Minggu, 20 November, ternyata 2 kelas full gantang. Hal ini juga menjadikan lapangan Pasar Segar Enterprise Kalideres suskes mencetak lovebird berprospek jawara. Seperti yang tampil hari itu tim LBC dengan menurunkan Dragon dan sukses merebut double winner juara pertama di Kelas Lovebird Balibu A dan Kelas Lovebird Balibu B.
Di kelas lovebird dewasa, persaingan juga terlihat sangat jelas sengitnya. Para jawara handal berkumpul disini. Hal yang menarik hari itu adalah kolaborasi antara Suara Alam SF dengan Pelopor FBC yang berujung kesuksesan. Beberapa amunisi yang diturunkan sukses menyandang predikat juara. Seperti amunisi dari Pelopor FBC yang bernama Juan BP milik Ronald FBC yang menyandang predikat juara pertama di kelas utama lovebird. Sedangkan beberapa amunisi dari Suara Alam SF juga sandang predikat juara seperti Evel milik Alamsyah yang duduk juara pertama di Kelas Lovebird C diikuti Dona Kencana (juga milik Alamsyah) yang sabet posisi ketiga.
Adapun beberapa pemain lovebird yang ikut sandang juara seperti Budi W dari Bhineka BC yang saat itu menurunkan Lencer telah sukses sabet juara pertama di Kelas Lovebird D. Selain itu, Ketoex Sukardi juga berhasil masuk nominasi ketiga setelah menurunkan jagoannya bernama Kanthil di Kelas Lovebird B.
Pada gelaran hari itu, persaingan kacer juga tak bias dielakkan. Kipas Dewa saat itu menjadi pusat perhatian di dua kelas kacer. Yang menjadi pusat perhatian kacer milik Ari ini karena perdana turun nyaris double winner. Hal tersebut membuat bangga sang pemilik dan juga melambungkan nama tim, Plat AD BC Solo di kencah perburungan. Selain Kipas Dewa, Jani Sari juga banggakan sang pemilik yaitu Aji Tjokro dari Arjuna D52 karena sukses menduduki peringkat kedua di Kelas Kacer A.
Hal yang menjadi catatan penting di gelaran latpres hari itu adalah bersinarnya murai batu bernama Tingkir. Ini dikarenakan burung milik Sholihin tersebut telah berhasil double winner di dua kelas murai batu yang dibuka panitia termasuk kelas utama. Kunci utama keberhasilan murai tersebut terletak dari tembakannya yang khas mengeluarkan isian cililnan dan volume yang tajam sehingga menjadi pusat perhatian para muraimania lainnya dan juri. Tak ayal kalau predikat murai terbaik berhasil disandang gacoan Sholihin hari itu. (fuad)
BACA JUGA: Daftar Juara Latpres Pasar Segar Enterprise Kalideres (21/11/2016)
GALERI:


Kolaborasi Suara Alam SF dan Pelopor BC Lahirkan Lovebird Jawara







