
Yogyakarta (MediaBnR.Com) – Hujan deras yang turun di tengah gelaran Selapan Minggu Legi Modalan Yogyakarta yang dilaksanakan pada hari Minggu (8/2/2015) tidak mengurangi antusiasme kicaumania untuk tetap mengikuti gelaran hingga usai.
Selain kelas lovebird, kelas kenari menjadi primadona dalam gelaran ini. Seolah tidak ingin ketinggalan dengan popularitas kenari di Blok Barat dan Sumatera, kenarimania Blok Tengah pun tampak bersemangat mengawal jagoannya ke arena lomba, tidak terkecuali kenari-kenari berpostur kecil yang dikenal dengan sebutan kenari kalitan.
“Namanya hobi, ya masing-masing punya seleranya masing-masing. Ada yang suka dengan kenari besar, tetapi ada juga yang senang memoles kenari kecil,” cetus Dian Agung yang sukses rebut juara kelas Kenari Kalitan Favorit bersama andalannya Swares.

Tiger Wong besutan Tunggul Wulung DT CB Holic sukses moncer di kelas kenari standart favorit berbagi juara di setiap kelas standart bintang dan sejati bersama kenari SS milik Halley WS dan Selebritis milik Indra Harpindo.
Sedangkan di kelas kenari Isian tampil Thor milik Bekti/Adit dari RKJ BF, Pak Pri pemain spesialis kenari kali ini dengan gaconya Jaka Sembung menduduki peringkat ke 2 kenari isian. “Kerjanya sedang kurang maksimal dikarenakan turunnya hujan, dan pada kali ini saya sengaja mengistirahatkan Kencono Wangi yang sejak kemarin berturut-turut memperoleh juara pertama di PASTHY dan TKKM” ujar Pak Pri kepada awak media ini.

Di kelas lovebird, nama Nawang Wulan kembali moncer. Lovebird besutan Suroso UH 15 YKT ini raih podium utama di Kelas Lovebird Sejati A. Adapun di sesi B juara diraih oleh Dhiasty milik Putu Mbah Sis. Brenda 69 milik Jajar Wibowo dari Nandan 69 SF sukses menyabet juara di kelas bintang dan Sesuatu milik Toha Bodem memperoleh juara di kelas Favorit.
Juara kelas muray batu bintang diperoleh oleh Pank 5 milik Nata Kalasan, sedangkan kelas sejati juara diraih oleh Boomerang milik Mr Dio/Timbul dari Gerobag SF. H Sigit WMP menurunkan gaconya yang bernama Dewa Ndaru yang kesehariannya dirawat oleh Tobil Proliman memperoleh peringkat ke 2 di kelas muray batu sejati.
Menjelang berakhirnya lomba panitia “Diam” Modalan berterima kasih atas antusias para kicaumania yang telah hadir dalam gelaran kali ini, walaupun menjelang berakhirnya lomba di lokasi mulai turun hujan deras tidak mengganggu jalannya lomba sampai akhir dan berakhir dengan kepuasan peserta lomba yang datang, dan meminta maaf kepada semua peserta apabila terjadi kekurangan dan kesalahan dalam berjalannya lomba kali ini. (red)


