Latpres Syawalan BnR Bintang Gading Gunung Kidul (06/06/2021)
Kendel, Rampok tak tertandingi, Songgolangit nyeri, Anduk raih burung terbaik, Duta Mega Koalisi Juara Umum BC

-Media BnR- Masih dalam suasana syawalan, BnR Bintang Gading Gunung Kidul yang diketuai Mr Fajar memanfaatkan waktu untuk menggelar acara latpres dengan tajuk “Syawalan BnR Bintang Gading” Lokasi latpres bisa dibilang sangat strategis karena berada di pinggir jalan Wonosari Jogja. Walaupun tiket latpres, namun peserta yang hadir cukup banyak. Sejak pagi kicaumania dari bawah yaitu Klaten, Bantul, Sleman dan Jogjakarta, serta Gunung Kidul berbondong-bondong memenuhi parkiran GOR Siyono Wonosari yang cukup luas untuk andil bagian mengikuti gelaran tersebut. Kali ini panitia juga memberikan apresiasi untuk tiga burung terbaik yaitu Murai Batu, Cucak Hijau dan Cendet.
Gelaran dimulai tepat pukul 11.00 wIB dengan sesi pembuka kelas Branjangan Umum. Walaupun sesi Branjanngan hanya terisi separo di karenakan ada Kopdar Nasional di Tasik Malaya namun tidak begitu berpengaruh.

Royal Merapi Klaten yang mempunyai puluhan amunisi kontes seperti Murai Batu, Cucak Hijau, Anis Merah, Cendet, Whamei kali ini mencoba bermain di kelas Branjangan Java dengan gaco yang diberinama Songgolangit. Pertama kali merasakan gantangan Songgolangit langsung tampil on fire dengan menyanyikan lagu-lagu mewah sesekali memamerkan gaya khas ngeper di atas batu, hingga team juri memberikan hadiah koncer A mutlak. Sesi berikutnya Songgolangit tampil lebih edan bahkan bunyi sambil terbang. Lagi-lagi mendapat koncer A mutlak alias nyeri. Nugroho sang perawat yang juga di dapuk untuk mengawal menuturkan “Di rumah hanya buat master, iseng-iseng kami bawa mumpung ada kelas Branjangan. Kami bawa 2 ekor, yang satunya masih bingung, kayaknya harus sering diajak jalan-jalan biar beradaptasi dengan gantangan”. Tak hanya di Branjangan, amunisi lainnya juga mumpuni seperti Anis Merah Semar Mesem yang bertengger di Podium Utama. Team Royal Merapi juga selalu membawa Murai Batu tiap kali lomba. Namun kali ini dibawa hanya pelapisnya namun belum bisa tampil maksimal.”Iseng-iseng sekalian melatih karena amunisi Murai Batu pak boss banyak” ujar Derick yang dipercaya owner Royal Merapi untuk memegang dan mengurus gaco-gaconya.

Di kelas Cendet, amunisi Grobag SF Jogja patut diacungi jempol. Beberapa Cendet-cendet Jawara berhasil diorbitkan seperti Raja Tikung, Dewa Mabuk, Congyang dan yang terakhir mengorbikan Rampok. Rampok memiliki materi di atas rata-rata dan tak kalah dengan pendahulunya. Dengan pengawalan Andre Omesh yang tangannya memang cocok pegang Cendet, Rampok mampu tampil sempurna di tiga sesi yang diikutinya. Ketiga sesi tersebut dibabat habis dengan kemenangan Hattrick. Di samping itu juga mendapat piagam atau apresiasi Cendet terbaik. Grobag SF kembali akan mengusung Rampok di gelaran Road To President Cup 6 minggu besuk di Sentolo Kulon Progo.

Kegembiraan dirasa oleh Aan Apolo, peserta lokal yang mana Murai Batu bernama Kendel mampu tampil sempurna di tiga kelas yang diikutinya. Nyaris tak terbendung lawan-lawannya yang notabene burung-burung bagus sejak awal digantang Kendel langsung bongkar isian lagu kasar serta speednya yang rapat sesekali mengeluarkan tembakan panjang hingga di finish menempati Podium Utama. Kembali turun di sesi berikutnya penampilan tidak drop, malah semakin garang dengan melontarkan tembakan kanan kiri hingga tak memberi kesempatan lawan dan kembali menempati posisi puncak. Aksinya kembali bikin heboh di kelas pamungkas Murai Batu membuat penonton geleng-geleng kepala. “Itu murai gila gak ada capeknya” ujar salah satu peserta yang gak mau disebut identitasnya. Finish akhir Kendel meraih Juara 1 tiga kali.

Pur Jenggot pemain lawas dari kota Klaten kini mulai eksis menyambangi latpres atau lomba di seputaran Block Tengah. Kali ini datang mendampingi Aditya yang tidak lain adalah anak tercintanya. Turun dikelas Cucak Hijau dengan gaconya bernama Anduk. Walaupun datang terlambat hanya kebagian 2 sesi, namun Anduk masih mampu memberikan penampilan terbaiknya dengan menorehkan prestasi yang membanggakan yaitu Juara 1 dan 2.

Team Baju Barat Jogja yang diwakili Nugroho dan Gombez Tatto dengan membawa 2 gaco Kenari Huru-hara dan Robot Gedek juga sukses menempatkan diri di tangga juara. Robot Gedeg tampil apik di kelas Kenari Standart Kecil dengan menempati posisi Runner Up, sedang Huru-hara yang mengandalkan durasi super panjang serta cengkok standart yang lelah juga bertengger di posisi Runner Up kedua gaco Baju Barat tersebut kembali akan meramaikan gelaran Road To Preident Cup 6 pekan depan di Sentolo Kulon Progo.

Lovebird, durasi Shelma milik Enggar Jogja kembali memposisikan diri sebagai Lovebird papan nasional yang berdurasi super panjang. Setelah main di Murai Batu Bird Champion Magelang pada 1 juni kemarin, Shelma langsung diberangkatkan ke Madura untuk event di sana. Kebetulan di gelar hari Sabtu dengan meraih prestasi Juara 1 kelas utama dan Juara 3,3 langsung tolak pulang ke Jogja. Belum sampai Jogja mampir Latpres Syawalan BnR Bintang Gading ikut kelas Fighter. Narik sekali dengan durasi 3 menit up langsung mendapat apresiasi koncer A mutlak. Ikut di sesi berikutnya para peserta lovebird figher ngedumel dan memohon untuk tidak dimainkan, akhirnya Shelma tidak dimainkan. “Shelma kalau mau narik durasinya susah dikejar” unggap Enggar dengan bangga.

Latif yang diberi kepercayaan oleh Mr Eko owner King 99 Bantul untuk mengawal Murai Batu Rambo merasa puas saat melihat penampilanya. Walaupun belum begitu maksimal karena bulu masih basah, namun besetan lagu kasar dengan volume tembus serta tonjolan-tonjolan tembakan panjang selalu dilontarkan hingga mampu menarik perhatian juri, namun di sesi akhir penilaian penampilannya agak sedikit kendor dan harus puas berada di posisi tiga besar.


Gelaran kali ini juaga dihadiri beberapa pengurus BnR Jogja diantaranya Mr Ungki dan Mr Iskandar Aceh. Mereka hadir bersilaturahmi serta menjalin hubungan baik antar pengurus. Tepat pukul 16.00 WIB gelaran usai dengan 26 sesi, serta Juara Umum BC dimenangkan Duta Mega Koalisi.

Mr Fajar selaku Ketua BnR Gunung Kidul mengucapkan terimakasih atas antusias serta partisipasi peserta yang telah ikut hadir dan meramaikan gelaran kami. Sampai bertemu kembali di lain waktu dan kesempatan. (TOBIL/TYCKA)


