
Bantaeng (MediaBnR.Com) – Mewah! Itulah yang tergambar di pameran burung berkicau Bupati Bantaeng CUP yang diprakarsai oleh KMB (Kicau Mania Bantaeng) pada Minggu, 24 Desember 2017. Gantangan yang diadakan di Tribun Pantai Seruni Kota Bantaeng ini menjadi terlihat mewah. Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Banteng, semarak dan ramai karena kicaumania dari beberapa kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan termasuk dari Kota Makassar sendiri, turut hadir.

Kemewahan sajian Bupati Bantaeng CUP ini tak lepas dari kerjasama dan dukungan pemkab setempat. Terlihat dari malam sebelum hari H, Sekda Kab. Bantaeng, Abdul Wahab, yang mewakili Bupati Bantaeng, menyambut para kicaumania yang datang dari luar daerah Kab. Bantaeng dengan jamuan makan malam bersama bak tamu kehormatan sekaligus membuka secara resmi pameran burung berkicau Bupati Bantaeng CUP. “Mari kita satukan komunitas ini dalam bentuk silaturrahmi sehingga bisa memberi pembelajaran bagi masyarakat, bahwa burung harus dipelihara,” ungkap Abdul Wahab saat memberikan sambutan di tengah kicaumania.

Selain itu Ketua BnR Makassar, Sultan Arief, juga menyempatkan memberikan sambutannya yang intinya sangat mengapresiasi sambutan megah yang dilakukan oleh panitia setempat termasuk Pemkab Bantaeng. “Penyambutan ini adalah sambutan termegah yang kami terima dari seluruh kabupaten yang telah menjadi tuan rumah kontes burung berkicau. Terima kasih kepada Pemkab Bantaeng atas dukungannya,” ujarnya
Sebanyak 31 kelas yang dibuka pada gelaran hari itu yang dimulai pada pukul 10.30 WITA. Kelas love bird dan murai tentu saja menjadi kelas yang panas. Ada 10 kelas love bird termasuk kelas paud yang sajikan partai panas. Adalah love bird Gombloh milik Fendi Celebes BC yang mencuat namanya dikarenakan 5 kelas love bird dewasa dihajar habis olehnya.

Di lain pihak, di kelas murai batu yang menyajikan 4 kelas, nama Hataro kembali Berjaya. Come back-nya murai milik Edi Dermawan yang dikawal langsung oleh Noor Speed hari itu, menjadi momok menakutkan oleh murai mania lainnya. Pasca mabung, Hataro menunjukkan karakter kinerjanya yang apik. Menempati peringkat pertama di kelas utama (Kelas Murai Batu Bupati) dan dua kali juara kedua bahkan penobatan murai batu terbaik Bupati Bantaeng CUP, menjadi pembuktian bahwa Hataro akan kembali tebar ancaman di gelaran-gelaran berikutnya.
Kelas Kenari Kecil Ulu Ere menjadi penutup gelaran hari itu tepat pukul 17.30 WITA. Pembagian doorprize yang diselingi penobatan bird club (BC) dan single fighter (SF) menjadi bumbu penutup gelaran. Untuk juara BC, kembali Celebes BC menjadi juara hari itu. Sedangkan di single fighter (SF), Punokawan SF masih bertahan menjadi juara SF pasca juara SF di gelaran Launching KMT (Kicau Mania Toraja) pecan lalu.

Secara keseluruhan, gelaran Bupati Bantaeng CUP ini berjalan sangat sukses. Acap kali terdengar kepuasan kicaumania yang telah hadir pasca gelaran berakhir. Hal ini dikarenakan kicaumania sangat dimanjakan selain sambutan yang sangat mewah dengan jamuan makan malam bersama Pemkab Bantaeng, kicaumania juga dimanjakan dengan fasilitas yang diberikan oleh pemkab setempat seperti penginapan gratis sehingga kicaumania bisa menikmati wisata di Kota Bantaeng sambil menggantang. Bahkan banyak kicaumania yang menantikan untuk gelaran kedua kalinya. Oleh karenanya panitia yang diketuai oleh Adyan Aryanto mengapresiasi atas kerjasama Pemkab Bantaeng dan antusias kicaumania yang hadir. Bravo Kicau Mania Bantaeng! (fuad)














