Bitung (MediaBnR.Com) – Festival Pesona Selat Lembeh kembali digelar di Kota Bitung. Festival ini adalah acara tahunan yang diadakan bersamaan dengan peringatan Kota Bitung yang jatuh pada tanggal 10 Oktober 2018. Festival ini menyajikan keunikan Selat Lembeh yang menarik dan festival ini menyortot serangkaian kegiatan menarik. Antara lain pertunjukan tari tradisional kolosal, festival kuliner, pawai kapal, festival tuna, lomba renang, penanaman karang, pertunjukan seni dan budaya, lomba fotografi, lari 10 kilometer, pemutaran film, marching band dan teater musical anak negeri serta Thanksgiving Day atau hari pengucapan syukur usia Kota Bitung yang ke-28 tahun. Waktu penyelenggaraan festival dilaksanakan pada 6 – 10 Oktober 2018.

Hal yang unik di tahun ini, gelaran Festival Pesona Selat Lembeh menambahkan satu kegiatan yaitu kegiatan pameran burung berkicau dari komunitas pecinta burung berkicau atau kicaumania di Kota Bitung. Tak dipungkiri karena komunitas ini memang sudah banyak di Kota Bitung sehnigga Pemerintah Kota Bitung menyisipkan kegiatan pameran burung berkicau di Festival Pesona Selat Lembeh ini. Dengan masuknya dunia perkicauan burung di festival ini akan menjadi warna baru di kegiatan tahunan Festival Pesona Selat Lembeh.

Terlepas dari itu, kegiatan pameran burung berkicau dengan tema Festival Pesona Selat Lembeh CUP ini diadakan pada 7 Oktober 2018. Taman Kesatuan Bangsa (Pasar Tua) Bitung menjadi lokasi alternatif lomba dan dimulai pada pukul 12.00 WITA. Gelaran lomba ini diprakarsai oleh BnR Bitung dengan menggandeng Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung. Gelaran sendiri menyajikan 16 kelas dan peserta yang hadir cukup banyak karena peserta dihadiri bukan hanya dari Kota Bitung sendiri melainkan dari luar Kota Bitung.

Di tengah perlombaan pameran burung berkicau Festival Pesona Selat Lembeh CUP, Walikota Bitung, Maximilian Jonas Lomban, menyempatkan hadir dan menyapa kicaumania di tempat gelaran. Ia juga berkesempatan memberikan sepatah kata sebagai sambutan kepada kicaumania yang hadir saat itu. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa betapa pentingnya alam dan bumi ini untuk kita urus termasuk di dalamnya burung-burung karena burung-burung ini menjadi alat konservasi sehingga alam kita ini jadi ada.

“Bayangkan kalau mereka tidak ada, hutan kita pasti tidak ada. Bagaimana caranya burung-burung ini mengkonservasi? Ia memakan biji-bijian, biji-bijian tersebut ia keluarkan kembali melalui mulut dan kotorannya, lalu biji-bijian ini menjadi tumbuh-tumbuhan yang kelak menjadi hutan yang akan berguna bagi kita semua manusia,” imbunya.

Ia juga memberikan beberapa kata-kata motivasi kepada panitia penyelenggara dan juri burung berkicau saat itu. “Untuk panitia lomba dan juri pameran burung berkicau, mari kita tunjukkan objektivitas kepada tamu-tamu yang ikut serta di lomba ini sehingga menciptakan lomba yang adil. Sekian dan terima kasih, selamat berlomba kepada seluruh peserta semua,” tutur Maximilai Jonas Lomban.

Secara keseluruhan, gelaran berlangsung dengan tertib dan lancar. Bahkan di akhir gelaran, diadakan pembagian doorprize dan pengumuman BC (bird club) dan SF (single fighter) terbaik. Untuk juara BC terbaik, Petarung BC berhasil konsisten di jalur kemenangan dengan menyabet banyak poin kemenangan dan menjadi juara BC. Sedang untuk SF, Buaro SF sukses sabet juara kemenangan. (fuad)











