
Semarang (MediaBnR.Com) – Gelaran perdana Komunitas Murai Batu Semarang (KOMBES) kali ini meraih sukses, Minggu (7/5/2015). Lomba yang disuguhkan sebanyak 20 kelas ini semua berjalan lancar dan tertib tanpa adanya protes dari peserta. “Kami memang punya misi menggelar lomba secara fairplay dan menerapkan system non teriak. Alhamdulillah lomba dapat berjalan lancar dan tanpa adanya protes hingga acara usai,” ungkap Bagus sebagai ketua Kombes.
Panglima SF Semarang berhasil borong juara dalam kesempatan ini, dengan membawa beberapa burung andalannya mampu mendominasi juara di beberapa kelas yang disuguhkan panitia. Gaco yang dibawanya diantaranya cucak jenggot Prameswari dan murai batu borneo, Ndog Asin, yang berhasil di posisi puncak. Lovebird bernama Dewi Tari dan cucak hijau bernama Cinta Buta menempati posisi runner up.
“Kami bersatu dalam Panglima SF bisa seperti ini karena kita bersatu dan bersama bertujuan memajukan dunia kicaumania secara fairplay dengan bermain lomba secara sehat, sehingga kepuasan dan kebanggaan yang benar-benar kita dapat,” papar Mr. Radint kepada BnR.
Manurung asal Terboyo hari benar-benar meraih keberuntungan. Hampir ketiga jagoannya yang dibawa semuanya masuk dalam nominasi juri. Sebut saja Opung Gumara, murai batu andalannya, berhasil melejit di kelas bergengsi yakni Kelas Kombes . Cucak Hijau bernama Anak Dewa tempati posisi ketiga dan cendet bernama Cinta Dapat raih posisi ketiga di Kelas Bintang. “Baru kali ini saya bawa 3 jagoan saya Alhamdulillah masuk juara semua. Untuk Opung Gumara sebenarnya ini jago saya lama namun jarang saya keluarkan. Semoga kedepan semakin stabil harapan saya,” kata Manurung yang mempunyai toko di Terminal Terboyo.
Pecut Ireng nama yang selalu tertoreh di setiap perlombaan tiap minggunya tak mau ketinggalan di ajang Kombes Cup ini. Cendet paling stabil diantara puluhan cendet koleksinya ini hampir tiap minggu selalu masuk dalam kejuaraan dalam 3 besar. “Pecut ireng memang saat ini cendet paling stabil yang saya miliki. Even-even besar yang ada di Jawa Tengah ini Pecut Ireng selalu di posisi 3 besar. Semoga jago-jago koleksi saya lainnya bisa mengikuti jejak pecut ireng,” ucap Doni Sardi yang terus berburu cendet berkualitas.
Sama halnya duet Indra Maulana dan Danis asal Medoho ini benar-benar berhasil menguasai kelas lovebird secara bergantian, Dimana kelas Kombes berhasil diduduki oleh Shella milik indra Maulana dan di Kelas Executive berhasil dikuasai oleh Danis dengan andalannya Amira yang keduanya berhasil menempati posisi jawara pertama. Juga berhasil di posisi teratas ada Anjar asal Widoharjo moncer di Kelas Cucak Hijau Bintang andalkan Jaguar dan dikelas murai batu ekor hitam bintang juga berhasil dikuasai oleh single fighter asal Langen sari yakni Bregenjes polesan Mulyo Raharjo.
Datang dari luar kota Semarang yakni Tepos BC Jepara dengan andalkan Luna Maya yang berhasil moncer dikelas love bird Kombes diposisi runner up dan murai batu Jaran kepang polesan Sentot yang berhasil melesat dikelas executive. Juga datang dari kota Wali Totok Perkasa dengan gacoan barunya dikelas kapas tembak berhasil sabet jawara runner up dengan kerja maksimal meskipun ini penampilan perdananya. “ Masih banyak amunisi yang sudah di siapkan untuk meramaikan dunia kicaumania salah satunya murai batu Dinamo yg berhasil masuk 3 besar di Bupati Cup demak,”papar Ichank yang akan mengawal kedepannya. (LaMbanK)
Kumpulan Para Jawara Lomba:










