Road To Piala Dian Toto 5 Pekalongan
Konsep Penilaian Tanpa Korlap & Koncer Murni Sesuai Ajuan Juri, Sadam Terbaik Dikelas Utama

Media BnR – Minggu (28/05/2023). Dian Toto merupakan salah satu tokoh senior asal kota Pekalongan yang telah cukup lama berkecimpung di dunia perburungan dan pastinya juga sangat aktif berperan dalam perkembangan hobi kicaumania di Nusantara, khususnya pada penilaian/penjurian di lomba burung berkicau.

Pernah bergabung dengan berbagai EO ternama semakin mematangkan pengalamannya dalam banyak hal, dan kali ini sosok yang familier dengan sapaan Mbah Dian ini menerapkan konsep penilaian besutannya yang langsung direalisasikan pada event Road To Piala Dian Toto 5 kawalan Juri BnR Indonesia (JBI) di arena gantangan KLI Pekalongan.

Sebuah gelaran yang mengacu pada lomba di era baru dengan kemasan 24G, peserta di dalam, non teriak, dan penilaian terbuka/transparan. Hanya saja manufer yang ditonjolkan oleh Mbah Dian kali ini adalah hanya menggunakan 4 juri tanpa korlap, dimana masing-masing juri hanya memilih 2 burung terbaik sesuai pakem penilaian BnR dan langsung memberikan koncer untuk bendera A-B tanpa nominasi.

Animo kicaumania sangat tinggi untuk event ini, tidak hanya dimeriahkan oleh akar rumpur sekitaran Pekalongan tetapi juga banyak diwarnai oleh peserta dari berbagai kota, seperti Pemalang, Weleri, Kendal, Semarang, Magelang, Jogja, Tegal, Jepara, Kudus, Banyumas, Banjarnegara, Salatiga dan Kudus, dimana mayoritas sangat tertarik dengan konsep penilaian yang disuguhkan.

Bahkan banyak juga Tokoh-Tokoh lintas EO yang hadir, tidak untuk silaturahmi saja tetapi juga mensupport sekaligus berpartisipasi menurunkan amunisi terbaiknya. Diantaranya Bambang AB Galeh PBI, Mbah Doel Mahkota Indonesia, Reza RI, dan Agung Qpit BnR Magelang yang mensosialisasikan gelaran akbar Kapolres Magelang Kota Cup di GOR Samapta-Magelang 25 Juni 2023.

“ Terimakasih atas dukungan, kehadiran, dan partisipasi rekan-rekan kicaumania semua di event hari ini. Konsep yang kita suguhkan sungguh luar biasa dan semoga kedepannya bisa menjadi tolok ukur di penjurian. Teknis pelaksanaannya seperti ini, juri 4 mengajukan/memilih 2 burung karena hanya ada 2 bendera koncer A-B, dan diakhir penilaian masing-masing langsung mengoncer burung pilihannya tersebut tanpa ada papan, rekap, ataupun nominasi. Korlap memang ada tapi hanya bertugas untuk mengontrol langkah, timer, dan mengawasi kinerja juri, tidak berfungsi untuk menentukan burung juara. Jadi di sini murni ajuan/pilihan juri,” jelas Dian Toto.

Tampil menonjol dengan paparan aksi terbaiknya hingga berhasil mencuri perhatian juri, berikut adalah para kandidat burung yang terlahir sebagai juara, diantaranya adalah Sadam milik H. Arief punggawa AA Tex mengandalkan durasi kerja aktif dengan balutan aksi ngecun serta fasih menggelontorkan materi roll irama lagu rapat ditopang variasi pukulan isiannya yang panjang-panjang untuk sukses memimpin dikelas utama murai batu 500K (bisa disimak video performa Sadam di channel YouTube Semarang BnR TV). “ Alhamdulillah, tampil perdana pasca mabung Sadam langsung menggebrak, semoga kembali stabil untuk kedepannya,” ungkap sang mekanik.

Perlawanan sengit juga ditunjukkan oleh Suro koleksi C-Moex dengan tampilan indah ngeplay happy yang dikombinasikan dengan gaya nyujud sembari aktif bongkar materi isiannya untuk finish menempati podium juara 3 dikelas utama ini dan juga juara 2 disesi murai batu 300K. Tidak hanya Suro, punggawa Rambo SF ini juga menurunkan amunisi koleksinya dikelas cucak hijau lewat nama King Cobra besutan Soenaryo BA yang mutlak merajai ketatnya kompetisi dikelas utama 300K. “ Saya rasa tadi Suro sudah tampil cukup maksimal, durasi kerja dapet, variasi tembakannya dapet, gayanya dapet, koncer A juga dapet, tapi mungkin rejekinya baru segitu,” pungkas C-Moex.

Lanjut dikelas murai batu 200K, giliran nama Eminem koleksi Simpek yang juga memaparkan aksi terbaiknya untuk dapat memimpin pertarungan. Berada dinomor gantangan tengah, tipikal fighter sejatinya tereksplore sempurna, ngecun nyujud dan narung semua lawan di sekelilingnya, depan, belakang, samping kanan-kiri rata menerima cacian kasar dan muntahan tembakan isiannya.

Sempat tersisih dikelas utama karena melakukan pelanggaran didis ekor dikelas utama 300K, nama gacoan milik Romadhon dari tim Balung Cilik ini seolah tak mau mensia-siakan kesempatan dilaga selanjutnya. Qiu-Qiu yang sempurna mengombinasikan gaya hiper jamtrok dan bongkar materi isiannya ini tak terbendung disesi cucak hijau 200K dan 100K untuk menyabet podium double winner. Budi Hero sang mekanik juga menurunkan gaco asuhannya yang lain, yakni Gali milik Alex Joger SF yang juga tampil dahsyat untuk membayangi aksi Qiu-Qiu di podium runner up sesi 200K.

Tidak kalah dahsyat penampilan Alpapin milik H. Zawawi – David Mastering yang juga fasih memadukan materi andalannya untuk sukses 2 kali menempati podium juara 3 disesi utama cucak hijau 300K dan 200K. “ Alhamdulillah, perform Alpapin selalu stabil, setiap kita turunkan terus konsisten mengoleksi pundi-pundi prestasi di berbagai gelaran lintas EO,” ujar H. Zawawi.

Sementara dikelas tledekan, amunisi lawas asal kota Pekalongan besutan Pakde Anton dengan nama Kanjeng Mami ini masih terus eksis di tahta juara, bahkan dapat dikatakan semakin mapan. Terbukti, hari ini namanya nyaris menyabet predikat juara hattrick diketiga laga yang dilakoninya mengandalkan volume keras serta roll speed memuntahkan materi lagunya bergaya nyeklek nagen.

“ Salam kicaumania, Alhamdulillah gelaran Road To Piala Dian Toto 5 hari ini clear hasilnya memuaskan, sejak awal hingga akhir yang juara tidak ada yang diprotes karena memang mereka layak. Terimakasih kicaumania, salam fairplay, fairplay adalah kewajiban bagi para pengadil di lapangan, sukses selalu, BnR maju terus ya,” tutup Dian Toto diakhir gelaran seusai menyerahkan penghargaan kepada sosok-sosok juri terbaik hari ini. (kiky)


