Laskar Cinta Raih Nyeri, Duo Hitler Rajai Cendet

H. Sudarmaji SQ-23 SF moncer di kelas Cendet & Cucak Hijau (Foto: Rizcy Wahyu/MediaBnR.Com)
H. Sudarmaji SQ-23 SF moncer di kelas Cendet & Cucak Hijau (Foto: Rizcy Wahyu/MediaBnR.Com)
H. Sudarmaji SQ-23 SF moncer di kelas Cendet & Cucak Hijau (Foto: Rizcy Wahyu/MediaBnR.Com)

Semarang (MediabNR.Com) – Ngaliyan BC Semarang kembali menggelar latpres diawal tahun 2015 yang berlokasi di lapangan terbuka samping Polsek Ngaliyan, Sabtu (7/2/2015). Meski siang itu sempat diguyur hujan, namun acaranya tetap berjalan meriah lantaran cuaca berubah menjadi cerah.

Sejumlah peserta yang hadir sebagian didominasi peserta latberan yang setia selalu melatih gacoannya disini. Seperti halnya Leo B2 yang pada kesempatan kali ini hadir membawa cucak hijau andalan Laskar Cinta milik Yudie House Rembang yang langsung menunjukan kualitas dan kestabilannya dibarengi bongkaran lagunya yang istimewa. Tak pelak predikat juara pertama pun sanggup diraihnya dua kali alias nyeri. “Dalam seminggu ini LC sabet nyeri sudah dua kali ini,” papar Leo B2 sang mekanik penuh kebanggaan.

Laskar Cinta in action garapan Leo B2 (Foto: Rizcy Wahyu/MediaBnR.Com)
Laskar Cinta garapan Leo B2 (Foto: Rizcy Wahyu/MediaBnR.Com)

Prestasi senada juga diraih Burung Hias milik Hartono di kelas kacer pada penampilan perdananya di Semarang yang sebelumnya memang sudah berprestasi di Lampung menurut penuturan sang empunya.

Hartono orbitkan kacer Burung Hias (Foto: Rizcy Wahyu/MediaBnR.Com)
Hartono orbitkan kacer Burung Hias (Foto: Rizcy Wahyu/MediaBnR.Com)

Persaingan sengit terjadi dikelas cendet dimana kedua burung gacoan dengan nama yang sama yaitu Hitler namun dimiliki oleh pemilik yang berbeda sama-sama memiliki kualitas yang sangat menonjol dari segi volume serta isian lagu yang dibawakan diantara pesaing-pesaingnya. Hitler milik H. Sudarmaji dari SQ-23 SF dinobatkan oleh sang pengadil sebagai juara pertamanya yang kemudian disusul Hitler gacoan Go Kok Siang membayangi sebagai runner up. “Alhamdulillah Hitler masih mau kerja maksimal walaupun dalam kondisinya saat ini yang memasuki masa mabung melihat bulunya yang sudah kusam,” aku H. Sudarmaji yang juga moncer juara kedua di kelas cucak hijau dengan gaconya Yuko.

Hitler besutan GKS stabil di kelas cendet (Foto: Rizcy Wahyu/MediaBnR.Com)
Hitler besutan GKS stabil di kelas cendet (Foto: Rizcy Wahyu/MediaBnR.Com)

Hal yang sama pun diungkapkan Go Kok Siang untuk prestasi Hitlernya yang terus stabil selama berada di bawah penanganannya.

Besarnya animo dari peserta ini bukan tanpa alasan. Pasalnya konsep dari kemasan panitia yang berani memberikan hadiah berupa trophy untuk sang jawara. Sistem penjurian yang fair serta non teriak yang benar-benar diterapkan membuat ajang ini selalu diminati. (Rizcy Wahyu)