Semarang (MediaBnR.Com) – Lomba burung berkicau di gantangan Ngaliyan BC, Semarang, Jawa Tengah pada Minggu (26/10) tampaknya memberi angin segar bagi para kicaumania setempat. Eksistensi dalam menerapkan lomba yang tanpa teriak serta diawasi juri-juri yang fair play menjadi daya tarik serta magnet yang mampu menarik minat para kicaumania.

Disamping itu, pemberian hadiah tambahan berupa uang tunai yang nilainya cukup menggiurkan merupakan alasan tersendiri bagi mereka hadir di sini. “ Berapapun pesertanya, hadiah tambahan sebesar 200 ribu tetap keluar bagi juara 1 di Kelas Emas, yaitu murai batu, cucak hijau, dan kacer,” tegas Agus selaku ketua panitia.
Hadirnya beberapa kicaumania papan atas yang berbaur menjadi satu dengan para junior membuat lomba ini terasa semakin kompetitif. Saling menunjukkan rawatan gacoan terjadi di semua kelas yang ada, di Kelas Kacer misalnya, Soldier burung besutan Anas punggawa Anny Cell SF hampir meraih kemenangan nyeri, dengan gaya duduk ngeroll mengeluarkan bongkaran isian yang kasar membuatnya layak dinobatkan sebagai juaranya di Kelas Kacer perak yang kemudian masuk sebagai runner up di Kelas Kacer Emas.

“Seharusnya main yang kedua tadi juga layak juara 1, tetapi kenapa ya kok meleset? Ya gak apalah mas, namanya juga kompetisi, juri mempunyai pertimbangannya sendiri,” papar Anas memaklumi.
Hal senada juga diperoleh burung bernama Green, gacoan cucak hijau milik Tutut dari Subali SF. Cerita yang hampir sama diungkapkannya ketika ditemui wartawan BnR, “ Kalo saya memaklumi saja mas, tugas juri sangat berat harus mencari pilihan mana yang paling terbaik diantara sekian banyak burung, kalo kita semua sih pengennya ya juara semua, tapi para jurilah yang mutlak menentukan mana yang terbaik,” terang Tutut.

Catatan penting di Kelas Lovebird yang merupakan salah satu burung favorit di sini, muncul nama Nagita, garapan Adid PMBI BC yang pada penampilan perdananya ini langsung merangsek ke posisi runner up 2 kali di Kelas Perak dan Perunggu.

Durasi kerja yang stabil ngisi tembakan dari awal digantang sampai akhir penilaian, membuatnya layak di posisi tersebut. “ Nagita baru saya dapat dari teman kicaumania di latber sabtu kemarin, hari ini langsung saya turunkan di sini hasilnya juga lumayan. Alhamdulillah pilihan saya tidak meleset,” aku Adid yang sedang mempersiapkan gaco lainnya.
Sedangkan di Kelas Murai Batu Emas yang juga tidak kalah ramai pesertanya, terjadi duel maut antara burung bernama Mahameru milik Astono Langit BC versus Jaka Tarub besutan Pujo Dawung. Saling mengadu lagu isian yang dimuntahkan dengan keras serta tembakan senjata pamungkas yang hampir sama kualitasnya, membuat sedikit lama juri untuk menentukan sang juara.

Akhirnya diujung penilaian, juri menancapkan bendera A untuk Mahameru dan bendera B untuk Jaka tarub yang menurut juri ada sedikit lompat di tengah penampilannya tadi. “ Memang agak sedikit sulit menentukan juara terbaiknya, soalnya kedua burung ini sama-sama bagus kualitasnya,” aku Baret salah satu juri Ngaliyan BC.
“ Kami segenap crew Ngaliyan BC mengucapkan terimakasih atas partisipasi kicaumania yang telah meramaikan gelaran kali ini. Tentu saja kita masih banyak kekurangan, juga tidak lepas dari kesalahan, dan belum bisa memuaskan semua pihak, semoga ini menjadikan cambuk ke depan untuk menuju Ngaliyan BC yang lebih baik, berjaya selalu kicaumania,” ungkap Agus dipenghujung penutupan gelaran. (Kiky)
Daftar Juara Latpres Ngaliyan Bc 26 Oktober 2014


