Piala Raja 2024
Lautan Kicaumania Di Candi Prambanan, Sinergi & Kondusif Tersaji 5 Lapangan – Penilaian Obyektif PBI Terbukti, Akar Rumput Bisa Juara

Media BnR – Minggu (08/09/2024). Piala Raja 2024 kembali menyuguhkan live 5 lapangan di Halaman Candi Prambanan-Yogyakarta. Pastinya sangatlah penting event ini bagi PBI selaku penyelenggara, khususnya PBI Bantul yang telah kontinyu setiap tahun mendapatkan kepercayaan besar untuk mengemasnya.


Besar dukungan mengalir dari berbagai Instisusi Pemerintah setempat terutama Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Pemprov DIY, Dinas Pariwisata, semua cabang PBI, kicaumania Tanah Air serta masyarakat setempat yang bersinergi untuk kesuksesan moment puncak PBI ini. Gelaran yang rencana awalnya 4 lapangan, untuk memenuhi permintaan peserta yang membludak, panitia yang digawangi oleh H. Astono selaku Ketua PBI Bantul dan HM. Samsulhadi selaku Ketua Pelaksana harus menambah lagi 1 lapangan, menjadi 5 lapangan yang dapat menampung sebanyak total 4.255 peserta.


Dibuka langsung oleh Ketum PBI H. Bagya Rakhmadi yang pada sambutannya mengungkapkan perihal kembalinya Piala Raja dengan 5 lapangan menunjukkan kepercayaan kicaumania kepada PBI sudah mulai bisa diraih kembali. Beliau juga mengingatkan perihal komitmen PBI pada pelestarian yang menjadi roh dan jatidiri PBI, dimana lomba bukan merupakan program kegiatan utama melainkan hanya sebagai sarana untuk menjaga dan memanfaatkan secara bijak hasil dari pelestarian, seperti hasil penangkaran.


Sementara pada sambutan Ir. H. Agus Gamping selaku Pengda PBI Jateng-DIY lebih menekankan pada luar biasanya kinerja panitia, dalam konteks ini PBI Bantul yang telah bekerja keras untuk bisa mensukseskan Piala Raja ’24 dengan 5 lapangan. Sebuah prestasi baru dan mungkin yang pertama kalinya selepas masa pandemi yang sukses diukir oleh PBI.

“ Selamat datang di kota Yogyakarta, hari ini kita kembali berkumpul dan bersilaturahmi untuk memeriahkan gelaran Piala Raja ’24 ditahun 2024, terimakasih kepada semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu yang telah berpartisipasi, mendukung dan terlibat langsung ataupun tidak langsung demi kesuksesan acara ini. Semua telah kami upayakan yang terbaik, dari 4 lapangan menjadi 5 lapangan, sebenarnya masih banyak lagi yang belum kebagian kuota tiket, tetapi inilah yang bisa kami akomodir, mohon maaf bilamana kami belum bisa sepenuhnya menampung,” sambutan HM. Samsulhadi selaku Ketua Pelaksana.


Pelataran Candi Prambanan menjadi lautan kicaumania, gelaran juga sukses terlaksana dengan sinergi dan kondusif sejak awal dibuka dengan rentetan acara ceremonial, penilaian semua kelas burung yang dilombakan, hingga ditutup sekitar pukul 18.00 WIB dengan penyerahan trophy kejuaraan juara umum Bird Club dan Single Fighter. Bogor All Star Team dinobatkan sebagai juara BC disusul Pradana BC sebagai runner up nya. Kemudian nama Yudhi HJ Bali memuncaki tahta juara umum SF disusul Prapto PK Bekasi sebagai runner up.

Bukan nama besar yang kerap kali moncer di event akbar, hanya pemain daerah yang mengandalkan kualitas gacoannya uji nyali ke Piala Raja dan mampu menembus kejuaraan. Ini membuktikan penilaian PBI yang obyektif, benar-benar sesuai kinerja burung di lapangan. Seperti halnya Aldrian Noka mewakili Almarhum Haris Noka punggawa Dinasti SF asal kota Semarang yang berhasil menghantarkan amunisi debutannya cucak hijau Rubicon ke podium juara 4 tiket 550K.

“Ini moment pertama kami main di Piala Raja, tanpa pengalaman dan tanpa kenal siapapun seperti pada gelaran Piala Kapolda Jateng sebelumnya. Kala itu Rubicon bisa juara 1 dikelas utama, dan hari ini Alhamdulillah tim juri PBI juga menghargai kinerjanya untuk dihadiahi 3 bendera koncer B meskipun tidak maksimal karena posisi sedang mabung. Bagi pemula seperti kami, tentunya penilaian PBI sangat bagus dan semoga terus konsisten, terimakasih PBI sukses selalu, Salam Lestari,” ungkap Aldrian didampingi belahan jiwanya.

Demikian juga dengan Tasbih 33, cendet koleksi Doni Sardi DSP yang mengandalkan tembakan unik, tembus dan panjang-panjang berhasil mencuri perhatian juri PBI. Meskipun belum maksimal mencapai podium 3 besar, paparan kualitasnya di arena sudah cukup memantabkan hati salah satu rekan cendet mania asal Surabaya yang juga hadir hari itu untuk langsung mengajukan pinangan mahar sebesar 25 juta. “Maaf, belum dulu kalau segitu,” ucap sang empunya.

Sama halnya dengan kedua peserta di atas, penilaian PBI yang tidak tebang pilih juga dibuktikan oleh akar rumput asal kota Jepara, yakni H. Rouf punggawa Cagak Sewu SF yang berhasil mewarnai tahta kejuaraan lewat kualitas aksi duet amunisinya, Pesona finish juara 3 dikelas cucak hijau dan Borobudur finish juara 5 dikelas murai batu. (kiky)


