Little Boy Stabil – Pangeran,Barracudha,Raja Tuak & SL 45 Burung Terbaik

Panitia & Tim juri RN yang bertugas

Latpres RSC Simo Feat RN

Suasana kemeriahan latpres RSC Simo feat RN

MediaBnR-Boyolali, Minggu (4/10). Ditengah ramainya gelaran lomba hari ini dimana lokasinya masih dalam satu wilayah sekitaran kota Boyolali, Solo, Klaten, RSC (Rembol Simo Community) komando Om Dwi Londo selaku Ketua yang juga menggelar Latpres agenda rutin special awal bulannya tetap mendapatkan perhatian khusus dari kicaumania. Terbukti, arena yang terletak di gantangan New KRJ Pendowo, Karangjati-Simo ini ramai dipadati komunitas kicaumania yang begitu antusias mengikuti sejak awal hingga akhir acara.

Tak hanya lokasinya yang strategis dan nyaman, inovasi-inovasi baru dalam kemasan, penjurian fairplay dibawah kawalan tim juri Ronggolawe Nusantara, koneksi luas serta keramahan panitia dalam menjamu kicaumania menjadi point plus yang selalu dikedepankan. Maka tak heran, meskipun diapit banyak gelaran yang sama dihari yang sama pula, RSC tetap diidolakan. “ Terimakasih atas dukungan teman-teman kicaumania semua yang selalu setia menghadiri setiap gelaran kami. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan berupaya untuk selalu memberikan yang terbaik kepada panjenengan semua,” ungkap Om Dwi Londo didampingi Mas Danang (Ketua DPW RN Surakarta).

Om Dwi Londo (Ketua Panitia) & Mas Danang (Ketua DPW RN Surakarta)

Salah satu inovasi dikemasan latpres hari ini berupa kompetisi pengumpulan point terbanyak untuk dinobatkan sebagai burung terbaik, khususnya dikelas anis merah, murai batu, cucak hijau, kacer, lovebird, dan murai borneo dari ketiga sesi kelas yang diadakan. Hal ini tentunya tidak mudah karena setiap gacoan harus bertarung 3 sesi dimana pastinya rival-rival yang turun pun semuanya memiliki kualitas mumpuni dengan sederet prestasi kemenangan dipundaknya.

Dan setelah melewati perjuangan panjang yang berat dimasing-masing kelas tersebut, Pangeran milik Aditya dari Permata Kicau sukses dinobatkan sebagai yang terbaik dikelas burung kacer. Hadir cukup jauh dari kota Semarang dikawal langsung oleh Andi sang mekanik, Pangeran tampil bak kesetanan untuk nyaris menyapu bersih podium juara. Turun disesi pertama dikelas utama kacer RSC, Pangeran lewat roll aktif bongkar materi lagu isian kasar-kasarnya yang dibawakan dengan power keras ditopang gaya tarungnya nan eksotic (royal buka paruh dan juga buka ekor) sukses finish terbaik.

Aditya-Permata Kicau andalkan kualitas Pangeran

Berlanjut ke sesi kedua kelas kacer Ebod Strong, tampilan Pangeran tetap konsisten dan nyaris kembali dinobatkan sebagai yang terbaik. Namun harus legowo bergeser ke podium runner up lewat pecahnya bendera koncer A yang sama banyak dan tipis berselisih 1 bendera koncer B saja. Cerita yang sama juga terjadi di sesi ketiga kelas kacer Ebod Joss dimana ia kembali menempati podium runner up. “ Kebetulan Bos Adit tidak bisa ikut hari ini karena memang sedang ada acara keluarga. Alhamdulillah, seru dan menegangkan sekali pertarungan Pangeran hari ini dimana hasil akhir namanya dinobatkan sebagai kacer terbaik. Tentunya ini menjadi bekal penting baginya dalam menghadapi laga-laga akbar selanjutnya, Insya Allah ke Piala Raja dan Piala Presiden,” ujar Andi didampingi sang istri.

Pangeran dinobatkan sebagai kacer terbaik

Dikelas anis merah, Raja Tuak salah satu amunisi andalan Mr. Damar dari tim Red Zone Solo kembali membuktikan kualitas serta kestabilan prestasinya untuk sukses menjuarai sesi utama anis merah RSC dan juga dinobatkan sebagai burung terbaik dikelas ini. Disusul kemenangan nyaris double winner yang ditorehkan oleh Jaga Jarak kacer debutannya untuk menyempurnakan prestasi hari ini. “ Kebetulan kali ini gilirannya Jaga Jarak dan Raja Tuak berlaga, sementara amunisi lainnya istirahat sembari nyari brosur lomba selanjutnya,” pungkas Mr. Damar didampingi crew.

Mr. Damar-Red Zone, Raja Tuak anis merah terbaik dan Jaga Jarak nyaris double winner

Dikelas cucak hijau, Barracudha milik Mr. Atjong-Sor Talok SF lah yang dinobatkan sebagai burung terbaik lewat hasil akhir kemenangan mutlaknya dua kali disesi utama cucak hijau RSC dan Ebod Strong, kemudian konsisten finish dipodium juara 3 sesi Ebod Joss. Ternyata ini bukan kali pertamanya memenangi lomba, di event-event akbar sebelumnya pun namanya sudah kerap kali tampil merajai. Diantaranya adalah gelaran lomba Hitam Putih Cup tampil sebagai juara 1, BBC Klaten juara 1 dan 2, kemudian di Anniversary Mustika Pengging juga tampil juara 1, dan masih banyak lagi prestasinya. “ Karakter burungnya fighter sekali, tanpa persiapan settingan pun juga tetap jalan. Jadi mau dadakan berangkat lomba kemana dan kapan aja Barracudha selalu siap,” jelas Om Brindil Kartosuro sang arsitek.

Crew Sor Talok SF rayakan kemenangan Barracudha
Barracudha dinobatkan sebagai cucak hijau terbaik

Sementara disatu kelas cucak hijau, yakni disesi Ebod Joss giliran Little Boy besutan Bang Ipul Sanjaya punggawa Royal Team Kendal yang tampil mendominasi lewat aksi jamtrok bongkas materi isian tembakan panjang-panjangnya yang stabil sejak awal gantang hingga akhir penjurian. Tak hanya Little Boy saja, hasil silaturahmi cukup jauh hari ini juga membuahkan prestasi kemenangan Kenzi debutan Dwi FU yang berhasil finish podium juara 2 dan 3 dikelas lovebird fighter.

Little Boy ft Kenzi kibarkan bendera Royal Team Kendal

Diakhir gelaran segenap panitia mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicaumania atas partisipasi dan dukungannya. “ Kami memohon maaf apabila terdapat kekurangan maupun kesalahan. Kami tunggu kehadirannya kembali di latber rutin kami setiap hari Senin malam, Rabu malam, Sabtu malam, dan Minggu siang,” tutup Om Dwi Londo mewakili seluruh jajaran panitia. (kiky)

Panitia & Tim juri RN yang bertugas
Apresiasi kepada kicaumania pennguna produk sangkar Ebod Jaya
Dieng debutan ADS Semarang jawara dikelas utama murai batu RSC
SL 45 besutan Mrs. Adriana-7 Star SF dinobatkan sebagai murai terbaik
Tsunawi besutan Cholil-AJK SF stabil di tahta juara cendet