Road To Presiden Cup VI BnR Bantul Jogjakarta (27/06/2021)
Lomba tetap patuhi aturan prokes berjalan tertib sesuai rencana

-Media BnR- Gelaran lomba burung berkicau di masa pandemi Covid’19 aturannya sangat ketat. Di samping mematuhi prokes juga harus tepat waktu dan ini bisa dijalankan di Road To President Cup VI BnR Bantul minggu kemarin tanpa mengulur waktu. Tepat pukul 09.00 WIB acara dimulai dengan sesi pembuka kelas murai batu presiden.

Pada kelas ini lagi-lagi gaco Royal Merapi Klaten yang bernama Singa Afrika kembali unjuk gigi. Lagu mewah, roll tembak dibawakan nyaris tanpa jeda dari awal hingga akhir sesi dengan gaya sujud hingga menorehkan prestasi gemilang dengan menempati podium utama. Derick yang didapuk sebagai mekanik menuturkan “Burung ini memang specialis main di BnR, bukan karena apa-apa, karakternya sesuai dengan pakem BnR yaitu 70% irama lagu dan 30% tonjolan tembakan, pada tanggal 06/06/2021 kemarin juga meraih Juara 1 di Road To BnR Kulon Progo. Bila tak ada kendala pada tanggal 25/07/2021 akan kita gas lagi di Event Piala Pariwisata Magelang” ujarnya mantap.

Sementara di kelas gantangan 36G Murai Batu syarat prestasi KPK milik Mr Bendat Badaan SF Magelang kembali bikin ulah. Burung yang spesialis turun kelas utama ini selalu tampil ganas di gelaran Kampung Ulu Cup beberapa bulan yang lalu meraih Juara 1 di tiket utama, di event Road To President Cup VI BnR Sentolo Kulon Progo 06/06/2021 yang lalu menang nyeri, salah satunya juara kelas utama dan kemarin di kelas tantangan 36G juga menempati podium utama. Bahkan awak media BnR Indonesia sempat bertandang ke rumah pemilik di wilayah Magelang kota, hanya ingin menanyakan asal usulnya dan ternyata hasil bredding saudaranya Mr Bendot serta indukannyapun bukan burung unggulan.”Ya sejak pastol KPK sudah memiliki fighter sangat kuat tinggal memsterinya. Perawatannyapun juga tidak neko-neko alias sak kelingane” ujar Mr Bendot dengan ketawa.

Dari kota Bantul, Mr Prabot masih bisa tersenyum dengan mengandalkan 2 gaco di murai batu dan cucak hijau bisa membawa pulang beberapa tropy kebanggaan. Hammer, murai batu handalannya mampu berkiprah di 2 kelas yang diikutinya. Lagu mewah serta beberapa tonjolan dasyat selalu dilontarkan tatkala team pengadil lapangan berada di bawahnya hingga berhasil memberikan yang terbaik dengan meraih gelar Juara 2 di kelas utama dan Juara 2 di kelas wapres, sedangkan cucak hijau Anugrah berhasil menunjukkan permainan terbaiknya di kelas BnR. Di kelas tersebut tampil paling menyolok sendiri. Lagu besetan disabung tonjolan tembakan panjang dengan gaya jatrok mampu menarik perhatian juri yang bertugas hingga berhasil menyingkirkan sekitar 35 lawannya dan berhak menyandang gelar The Winner.

Agung Jack Semarang yang biasa bermain di kelas kenari, kali ini mencoba keberuntungan di kelas kacer dengan gaconya yang diberi nama Bius berhasil melambungkan namanya. Bius turun di 2 kelas mampu mematahkan pertahanan lawan yang notabene diikuti burung-burung terbaik di seputaran Jogja. Tampil nagen satu titik dengan gaya getar-getar sambil buka ekor, tentunya didukung lagu roll panjang, berhasil menduduki Juara 1 hingga 2 kelas yang diikutinya yaitu kelas BnR dan Kanutan. “Saya jauh-jauh dari Semarang datang ke sini memenuhi undangan saudara Evan dan Guntur yang fokusnya menjalin silaturahmi dan paseduluran agar tali persaudaraan tetap erat dan Alhamdulillah salah satu gaco yang saya bawa kerja maksimal” ungkap Agung Jack.

Event kali ini panitia juga sukses menghadirkan komunitas prenjak Purwokerto, Banyumas serta Solo yang hadir full team hingga panitia memberanikan diri membuka 4 kelas, termasuk kelas BOB. Pada kelas tersebut dimenangkan oleh Doser IPC Team Purwokerto.

Dikarenakan pembatasan waktu dari Instansi terkait, pukul 17.00 WIB harus selesai. Tepat pukul 16.30 WIB gelaran usai. Sokle selaku penanggung jawab acara mengucapkan banyak terimakasih pada para peserta yang telah hadir dan mematuhi protokol kesehatan. Sampai bertemu kembali di lain waktu dan kesempatan.(TOBIL)


