
Mediabnr – Minggu (2/9). Ajang lomba spektakuler Shaamson Cup I menjadi pembuktian amunisi-amunisi handal kicaumania sekitaran Blok Tengah untuk uji kelayakan kualitas materinya di bawah pantauan tim Juri BnR Indonesia (JBI). Lapangan Mako Brimob-Pati saksi bisu gelaran yang dikomando langsung oleh dedengkot Shaamson Single Fighter asal Bumi Mina Tani ini yaitu Wawan yang tampak solid mengkoordinir crew kreatifnya dalam menyuguhkan kemasan lomba fair play dan non teriak.

Support dari kicaumania cukup deras mengalir dari setiap sudut kota disekitaran wilayah Jawa Tengah diiringi dukungan penuh dari produk pakan burung jawara Viral Bird Food yang selalu all out memberikan perhatian kepada para kontestan lewat sample-sample produk andalannya. Demikian juga dengan Organisasi BnR Indonesia (OBI)-Pati yang siang hari ini diwakili oleh Ipunk yang konsisten mengawal gelaran sejak awal hingga akhir acara.

Kemeriah lomba semakin terpecah kala duet MC senior berkolaborasi apik membalut keharmonisan suasana dengan strategi wahid yang sudah fasih mereka tampilkan, yakni Abenk Panca asal kota Semarang dan Dody Iswandiar Kudus. “ Terimakasih atas partisipasi serta dukungan yang sangat luar biasa ini, kami bersyukur ditengah banyaknya lomba yang bersamaan panjenengan semua masih memberikan atensi untuk memilih hadir di gelaran kami. Monggo kita berlomba dengan baik dan tertib serta menjunjung tinggi nilai fairplay. Selamat berlomba,” kutiban sambutan yang disampaikan Wawan Shaamson menjelang dimulainya lomba.

Lagi-lagi Mahadewa mungkar di atas arena, semua cacian dengan nada keras terlontar dari paruhnya untuk memberi pelajaran berarti bagi rival-rival disekitarnya tanpa ampun. Pasca mabungnya kali ini terhitung sukses dimana penampilannya berangsung-angsur membaik untuk pesat mencapai kesempurnaan perform. Seperti halnya pada laga-laga sebelumnya, terakhir di gelaran Sajuta Cup-Ungaran namanya menduduki posisi terbaik dikelas utama kacer.

Dan siang hari ini pun kembali mengulang kesuksesan untuk membuktikan kedigdayaan kualitasnya dalam berolah vocal juga bertarung sebagai salah satu kambing hitamnya Blok Tengah untuk layak disegani kacer mania Nusantara lewat prestasi nyaris double winner. “ Alhamdulillah, Mahadewa bisa menyumbangkan point penuh untuk Dt. Batalyon Infanteri. Semoga untuk kedepannya bisa lebih baik dan lebih stabil lagi,” pungkas Dian SRG Weleri.

Dengan nama yang sama namun berbeda jenis yaitu Mahadewa besutan Eko Wahyu-Purwodadi yang juga kembali membuktikan keistimewaan kualitasnya sebagai salah satu cendet terbaik Blok Tengah saat keluar sebagai pemenang disesi cendet VIP setelah menumbangkan lawan-lawan tangguh lain yang juga memiliki track record prestasi segudang.

Demikian halnya dengan penampilan Hammer yang terkenal ngedrel dalam bertarung ngeplay sembari menonjolkan gaya hormat juri seperti bersujud untuk mengeksplor variasi lagu isiannya, aksi tersebut kembali terlihat di ajang bergengsi ini. Namanya kembali ditunjuk sebagai yang terbaik dari yang terbaik saat beradu kualitas dikelas utama murai batu Shaamson setelah berhasil mengalahkan aksi nama-nama besar lain dikelas partai neraka ini. Rifai Menara sang empunya pun semakin mantab memboyong Hammer yang terlihat sudah mapan dengan jubah barunya ini untuk melawat event prestisius Presiden Cup V bulan depan. “ Semoga ada hokky di sana, tapi sebelumnya jangan lewatkan event akbar Kudus Cup 2 dengan hadiah TANPA POTONGAN semua kelas tanggal 30 September 2018 ini,” cetus exmud sukses asal Kudus ini.

Posisi runner up membayangi kemenangan Hammer ditempati oleh Garuda Star debutan Dt. Andromeda-Rembang disusul Junior besutan Andi MP Jepara yang merangsek ke posisi juara III dengan perolehan koncer bendera yang nyaris sama lewat aksi memukau yang ditampilkan berbalut muntahan roll lagu rapat serta tembakan senjata pamungkas yang mampu mematikan langkah rival. “ Alhamdulillah, Junior masih dipercaya kualitasnya di lomba-lomba berbagai EO penyelenggara,” ujar penghobby otomotif ini.

Posisi juara III dikelas bergengsi VIP berhasil ditempati M-16, nama yang sudah tidak asing lagi ditelinga para murai mania Nusantara lewat segudang kemenangan yang telah sukses ditorehkan diberbagai event Nasional hasil polesan tangan dingin Antok NT BF. “ Rejeki sudah ada yang ngatur apapun hasilnya harus disyukuri, yang terpenting adalah silaturahmi,” jelas pemilik penangkaran murai batu koleksi trah-trah jawaranya yang sudah terbukti berkualitas dibilangan Juana-Pati ini.

Sementara dikelas cucak hijau nama Begal menjadi salah satu actor antagonis di panggung ini yang aksinya selalu trengginas untuk melakukan kemaksiatan. Namun dalam hal ini kemaksiatan tersebut diartikan sebuah prestasi dimana penampilannya berani all out untuk bersaing ketat memperebutkan posisi juara. Tak pelak aksi gaco besutan Kim pengusung bendera Kim Sangkar SF asal kota Jepara ini membuahkan hasil maksimal untuk membawa pulang tropy juara I disesi Bintang kemudian dua kali juara II disesi Shaamson dan VIP.
Perhelatan memperebutkan posisi juara umum sebagai puncak gengsi gelaran siang hari ini pun tak luput dari sengitnya persaingan diantara para nominator yang turun. Namun kembali nama Saprul Jaza mencuat ke permukaan sebagai rajanya dengan bendera Dt. Batalyon Infanteri setelah berhasil menumbangkan tembok pertahanan nominator-nominator tangguh lainnya lewat raihan total point tertinggi yang berhasil dikumpulkan sederet prestasi squad amunisi yang turun full team.

“ Terimakasih atas support semua crew dan rekan-rekan yang sudah all out untuk fight hari ini. Undangan resmi kepada seluruh kicaumania Nusantara dimanapun anda berada, kami mengharap partisipasi serta dukungannya untuk dapat hadir di gelaran kami pada tanggal 14 Oktober mendatang di Lap. Kompi Senapan C (Y-410) Alugoro-Pati. Agendakan lur…,” papar Saprul Jaza yang kerap kali tampil dengan style sporty nya ini kepada media.

Setelah sukses menyuguhkan gelaran sukses dengan tema Purwodadi Award II kepada sahabat kicaumania, Octha Rasta dengan bendera TBRK sebagai salah satu pilar gelaran tersebut kembali turun ke arena untuk menyapa dan menjalin kebersamaan kicaumania sembari menurunkan beberapa squad amunisi koleksinya yang dirasa kondisi untuk bertarung siang ini. Hadir bersama sang kekasih menjadi salah satu point pendongkrak semangat Octha untuk dapat memberikan perhatian yang terbaik kepada gacoannya guna tampil optimal. Hasilnya pun tak meleset, duet Kenzo dan Kenzi yang turun mampu meraup point penuh sebagai juara I dan II untuk menyempurnakan pundi-pundi point kemenangannya sebagai juara umum Single Fighter.


“ Kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya apabila terdapat kekurangan maupun kesalahan dalam mengemas serta menyuguhkan gelaran lomba burung berkicau siang hari ini. Selamat untuk para juara dan jangan patah semangat bagi yang belum beruntung, poles lagi gacoannya di event-event selanjutnya. Sampai jumpa, salam satu hati satu hobi,” tutup Wawan Shaamson mewakili seluruh jajaran panitia, crew dan tim juri yang bertugas dipenghujung gelaran. (kiky)
Baca Juga : Daftar Juara Shaamson Cup 1 – Pati (2/9/2018)











