Mbah Bjo PKB, Penangkar Murai Batu yang Handal

Mbah Bjo
Anak Murai Batu Mbah Bjo PKB yang Berumur Satu Bulan
Anak Murai Batu Mbah Bjo PKB yang Berumur Satu Bulan

Pekanbaru (MediaBnR.Com) – Sudah jarangnya dijumpai burung murai batu di tengah hutan membuat insan perburungan menjadi was – was karena burung ini paling banyak disukai oleh kicaumania dan nilai burung ini kalau dirupiahkan cukup fantastis.

Bagi mbah Bjo, pria separoh baya ini, rupanya bukanlah masalah yang serius. Saat kunjungan tim MediaBnR.Com ke kediamannya, ternnyata Mbah Bjo ini mempunyai usaha penangkaran burung murai batu yang boleh dikatakan sudah sangat bagus.

Terletak di tengah – tengah Kota Pekanbaru tepatnya dekat Perumnas Sidomulio, dari jalan protokol hanya berkisar 500 meter dengan menempuh jalan yang berliku –  liku, masuk gang, maka kami menemui rumah Mbah Bjo dekat sebuah musollah kecil. Cukup padat juga penduduk di sekeliling rumah Mbah Bjo.

Berpenampilan seorang kiyai kondang, Mbah Bjo bercerita sudah menekuni usahanya selama tiga tahun. Saat ini telah menjual anak burung murai batu 15 ekor satu bulan dengan harga Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per-ekor burung murai batu. Itu masih berumur satu bulan. Sebuah nilai ekonnomi yang cukup menggairahkan.

“Awalnya saya sempat  putus asa karena tahun pertama sampai 30 ekor induk murai batu saya mati dibunuh pejantannya. Saya tidak punya ilmu dan pengalaman melakukan penangkaran murai batu tersebut. Hanya dengan modal bertanya – tanya doang sama kawan kicaumania,” jelas Mbah Bjo.

“Dari kecil saya sangat hobi memelihara burung. Untuk menjodohkan murai batu, saya tidak bisa. Dengan ketekunanlah dan rajin memperhatikan sikap burung akhirnya saya temukan cara yang bagus untuk menjodohkan,” lanjutnya.

Mbah Bjo
Mbah Bjo

“Awalnya dalam sangkar kedua jenis murtai batu saya dekatkan sampai terlihat ada kecocokan di antara burung itu. Salah satu tanda murai batu jantan sudah mulai merayu si betina. Setelah itu saya masukkan ke dalam kandang yang berdekatan. Kalau masih terlihat jantannya masih merayu, saya menebarkan sarang burung di kandang penjantan. Nanti pejantan akan membawa sarang yang disebarkan itu untuk merayu si betina. Kalau sudah seperti itu, saya masukkanlah si betina ke kandang jantan. Alhasil akhirnya berjodoh. Hal seperti yang saya lakukan sampai sekarang dan boleh dikatakan membuat saya berhasil,” papar Mbah Bjo menjelaskan.

“Sementara induk yang ditangkarkan saya ambil dari induk dan jantan yuang juara. Ada yang dari Aceh, Medan dan Pasaman. Sampai dalam satu tahun menetas 8 kali dengan telor yang ditetaskan rata – rata tiga butir,” lanjut Mbah Bjo menjelaskan.

Kalau soal kandang penangkaran ia lebih memakai bahan dari triplek dari pada beton. Hal ini dikarenakan dengan memakai triplek lebih praktis dan harga yang dikeluarkan terjangkau murah, bukan bararti dengan bahan beton itu tidak bagus.

“Untuk pemasaran anak murai batu, sebetulnya tidak ada masalah. Masih di dalam telur aja sudah dipesan oleh kicaumania. Kalau saya banyak mengirim ke daerah Makasar, Jawa dan Bali. Rata – rata saya kirim 15 ekor satu bulan untuk ke semua daerah,” jelas Mbah Bjo. (Bang Subur)