Menempati Lokasi Anyar, Gelar Istighosah dan Oktober Kicau

Doa Penutup Agar Semua Kegiatan Mendapatkan Ridho dan Berkah dari Alloh SWT
Doa Penutup Agar Semua Kegiatan Mendapatkan Ridho dan Berkah dari Alloh SWT
Doa Penutup Agar Semua Kegiatan Mendapatkan Ridho dan Berkah dari Alloh SWT

Mojokerto (MediaBnR.COM) – Sejak berdiri BnR Mojokerto telah mengagendakan pindah lokasi 3 kali. Pembukaan di Jabon tepatnya di area Kolam Renang Tirta Anandiri awal Mei 2015. Lebih kurang satu setengah tahun kemudian pindah ke lokasi lain, di pelataran Pujasera Alun-Alun Mojokerto mulai akhir Januari 2016 hingga akhir Juli 2016 dan diakhiri dengan gelaran akbar Walikota Cup 1 Mojokerto 31 Juli 2016 yang lalu.

Kemudian fakum kurang lebih 3 bulan, baru menemukan lokasi baru. Tepatnya di belakang Alfamart Sambiroto, Sambiroto-Mojokerto. Afif DS Aviary ketua sekaligus pemilik gantangan BnR Mojokerto, berharap banyak semoga di lokasi yang baru ini dapat bertahan lebih lama. Agar dapat kontinu menyemarakan dan menyuguhkan semerbak aroma gelaran BnR di daerah.

Tumpeng BnR Mojokerto Sebagai Pelengkap Sajian
Tumpeng BnR Mojokerto Sebagai Pelengkap Sajian

Untuk itu, sambil memperkenalkan lokasi baru, Minggu 30 Oktober 2016 BnR Mojokerto akan menggebyar Oktoberkicau. Periapan sudah mencapai 99 % tinggal hari ‘H’ nya saja. Pesanan tiket pun terus mengalir. Bukan nomor gantangan karena rencana tiketnya pakai ‘tiket gesek’. Untuk kelas-kelas Love Bird, Cucak Ijo dan Murai Batu rata-rata sudah penuh.

Namun sebelumnya, pada Jumat 28 Oktober 2016 kemarin, Kicaumania, kru panitia, simpatisan, para alim ulama warga setempat melaksanakan istighosah. Agar gelaran gelaran BnR di lokasi baru ini mendapatkan ridho dan diberkahi Alloh SWT Yang Maha Kuasa. Dalam kata sambutan sebelum acara dimulai H Soleh selaku imam pemandu istighosah, mengatakan bahwa kegiatan kawula muda lomba burung ini, dapat meningkatkan perekonomian warga setempat. Untuk itu, diharapkan warga sekitar gantangan khususnya agar selalu mendukung. Acara ditutup dengan doa yang diimami oleh ulama lainnya H. Mukidi. (Sugeng)