Meski ruang terbuka di Jakarta sulit dicari, namun para penghobi burung merpati tetap menunjukkan eksistensinya. Mereka berlatih dan berlomba di antara gedung-gedung pencakar langit di Jakarta.

Seperti diketahui penghobi merpati terbagi dalam beberapa jenis dengan spesialisasi tertentu. Merpati pos mengedepankan kemampuan navigasi dan daya jelajah pada rentang jarak sampai ratusan kilometer. Merpati balap mengandalkan kecepatannya. Namun merpati tinggian atau yang sering disebut merpati kolongan adalah para burung yang dilatih jago terbang dan turun menukik masuk kotak pembatas (kolongan).
Santo, selain hobi di dunia burung ocehan, ternyata pria yang satu ini juga penghobi merpati kolongan yang sudah setahun bergabung di arena Track Roxy, Cibunar, Jakarta Pusat. Tampak grafik peningkatan terus beranjak naik diperlihatkan di arena Track Roxy itu. Hal ini bisa jadi karena dari harga merpati kolongan sangat terjangkau dan perawatannya pun cukup mudah, hanya perlu melatih secara rutin saja.
Menurut Santo, ketika ditemui di Track Roxy, kategori untuk penilaian merpati kolongan ini pun lebih transparan, jika dibandingkan dengan perlombaan burung-burung lainnya. Karena itu para penggemar merpati kolongan kini mulai ramai untuk mengikuti gelaran lomba di setiap minggunya. Ramainya penggemar baru pada lomba merpati kolongan ini tak lepas dari harga tiket yang bervariatif, tergantung bentuk hadiah yang dikeluarkan panitia.
Meski terbilang baru setahun bergabung di Track Roxy, namun Santo telah memiliki gacoan merpati kolongan yang telah banyak mengukir prestasi, sebut saja Los Blancos, Wayang, Dinar, MJ, Guntur yang sudah sering diikutsertakan dalam ajang perlombaan.
Santo menyampaikan, ke depannya ia berharap semoga para merpatimania semakin ramai dan terus meningkat di wilayah Roxy, Jakarta Pusat. Dan tetap menjunjung tinggi sportifitas, serta saling menjaga tali silaturahmi sesama penghobi merpati kolongan. (Dedy)


