
PEKANBARU.MEDIABNR.COM_ Umur Mapan, Figther dan isian full variasi, tembakan yang joss dengan gaya yang elegan adalah karakter Murai Batu Gatrix. Kembali Pasca mabung, Gatrix Sukses menguasai beberapa lomba di bberapa bulan terakhir ini. Sebut saja Launching Elite BC Pekanbaru, Liga OPPI, Gatrix sukses menggulung rival-rivalnya dengan menguasai seluruh kelas yang disediakan panitia.
Tak ayal, hadirnya gatrix kembali setelah mabung panjangnya membuat pesaing-pesaingnya mati kutu. Murai Batu Milik Punggawa sekaligus Ketua Bertuah BC Eko hardianto ini selalu menjadi perhatian kicau mania, kualitasnya telah terbukti dengan podium demi podium direngkuhnya dengan sempurna di setiap event yang diikutinya.
Namun yang sangat Fenomenal disaat Gatrix meraih double winner di event akbar Riau Bersatu jilid 2 yang merupakan lomba berskala nasional yang diadakan di Alamayang Pekanbaru-Riau. Denga Komposisi juri Nasional yang didatangkan panitia dari Jakarta, Joqja, Medan, Sumatera Barat, dan Riau sendiri. Gatrix tetap mampu mencuri perhatian juri yang bertugas kala itu dan menobatkan diri sebagai peraih double winner salah satunya dikelas Utama yang merupaka perang bintang murai sumatera.
Di event kali ini Gatrix bersaing sengit dengan Murai Batu WS milik Riki Baja RBJ Team dari jambi. Serta masih banyak lagi murai batu terbaik sumatera seperti CR7 murai batu sumatera barat, lamborghini murai batu Riau, dan murai batu juara medan dan sumbar lainnya.

Pemilik Gatrix Eko Hardianto merupakan penghobi sejati. Meskipun terbilang masih muda, namun sosok anak muda sukses ini sudah menjadi perbincangan dunia perburungan sumatera bahkan Nasional. Naiknya nama Gatrix di kancah perburungan khususnyanya sumatera berkat setingan tangan dinginnya yang membuat gatrix menjadi Murai Batu Berbandrol ratusan juta Rupiah.
Sudah tidak terhitung lagi sudah berapa banyak trophy yang digondol Gatrix, mulai event berskala Latpres, regional bahkan event berskala nasional. “ Kalau untuk trophy mungkin 2 lemari besar juga gak cukup”. ungkap Eko dengan senyum khasnya. Sehingga sudah banyak maestro perburungan nasinal yang berminat untuk meminang Gatrix, namun hobby dan rasa sayang membuat Gatrix masih tetap bertahan ditangan punggawa Bertuah BC ini.
Murai batu yang sejatinya berasal dari aceh ini, sudah 4 tahun mengiringi perjalan Eko di dunia perburungan Kota Bertuah ini. Eko yang mengawali kiprahnya didunia perburungan dengan memelihara burng love bird. Namun Hadirnya Gatrix membuat Eko berpindah haluan bermain Murai Batu. Dan bersama Gatrix lah awalnya nama Eko Hardianto mulai diperhitungkan di dunia perburungan Sumatera bahkan Nasional

Kini Gatrix Merupakan salah satu senjata Bertuah BC untuk bersaing diperebutan poin untuk mengejar Bird Club Terbaik. Kemapaman Gatrix selalu menjadi ancaman yang serius bagi seluruh Bird Club dalam persaingan pendulangan poin. “Gatrix memang sudah sangat mapan, setelah mabung ini makin keliatan, makin duduk”. Ungkap eko dikediamannya.
Namun Ketua Bertuah BC ini mengatakan semua ini tidak terlepas dari sokongan kawan-kawan Bertuah BC. Semua yang kita dapat adalah berkat kerja keras bersama. “inilah dunia hobby, kami selalu sharing untuk berbagi ilmu demi mendapatkan setingan yang pas buat jagoan masing-masing”. Ungkap Eko menutup wawancara. (boeya)


