Murai Batu Fiesta Feat BnR Semarang
Musafir & Bandit Saing Kwalitas Di Kelas Utama – RM Ngorbit, Perwira Muda SF & Ekaliza Team Borong Juara

Media BnR – Minggu (20/11/2022). BnR Semarang pimpinan Sukma Titut kembali menggelar agenda lomba ekslusive bertajuk Murai Batu Fiesta Feat BnR Semarang di arena BnR yang berlokasi di bilangan wilayah Blancir Sari. Kali ini sang punggawa berinovasi lewat kemasannya yang mengkombinasikan kelas-kelas ekslusive 24G, kolosal 60G dan juga komunitas, dimana keseluruhan kelas burung tersebut semuanya diterapkan sistem ajuan terbuka dengan pakem BnR.

Tak hanya itu, panitia yang benar-benar tegas memberlakukan aturan non teriak ini juga memanjakan peserta dengan hadiah tanpa potongan di semua kelas kolosal 60G sebagai bentuk apresiasi sekaligus penghormatan untuk kicaumania. Maka sudah dapat dipastikan arena markas BnR Semarang banjir kicaumania yang tampak hadir dari berbagai penjuru kota sekitaran Blok Tengah dan bahkan juga dari lintas pulau untuk memeriahkan gelaran. Tak hanya kelas-kelas ekslusive 24G saja seperti murai batu dan cucak hijau, untuk kelas-kelas kolosal 60G dan komunitas juga sarat peserta yang memenuhi gantangan.
“ Maturnuwun, maturnuwun, matursembahnuwun…, terimakasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan partisipasi semua peserta kicaumania, rekan-rekan OBI Regional dan OBI Cabang Kota sekitar, tamu, serta juga semua sponsorship (Dirga Poultry menyediakan pakan unggas, ternak, burung, kucing di Jl. Pondok Majapahit 1 Bandungrejo-Mranggen) di event Murai Batu Fiesta Feat BnR Semarang yang telah turut serta berkolaborasi untuk kelancaran dan kesuksesan gelaran hari ini. Kami segenap crew panitia, pelaksana, dan pengadil lapangan memohon maaf apabila terdapat kekurangan, kesalahan, ataupun kekhilafan, karena Kesempurnaan hanyalah milik Allah semata. Tanpa panjenengan semua kami hanyalah remukan rengginang di kaleng Khonguan, kritik dan saran kepada kami tentunya sangat membantu kami sebagai evaluasi untuk dapat lebih baik lagi kedepannya. Salam satu hati satu hobi,” pungkas Sukma Titut-Ketua OBI Semarang yang dikutib mediabnr.com dari laman pribadinya.
Ketatnya kompetisi terlihat jelas di arena lewat paparan aksi gacoan peserta yang memang benar-benar sarat akan kwalitas hingga melahirkan para jawara tangguh yang pastinya memiliki spek di atas rata-rata. Seperti halnya dikelas utama murai batu Ware House tiket 1100K dimana dua kandidat terbaik yang memang nampak dominan saling baradu materi dahsyat andalannya untuk dapat mencuri perhatian Juri BnR Indonesia yang bertugas saat itu.

Diantaranya adalah Musafir besutan Gus Sholah lulusan markas RFS Purwodadi yang konsisten mengatur ritme tarungnya menghadapi waktu 10 menit penilaian dengan tetap stabil sejak awal hingga akhir mengeksplore fasih materi-materi lagu terbaiknya yang dibawakan dengan tuntas disupport volume mumpuni serta ngeplay happy sebagai penopang gaya fighternya. Alhasil, Musafir yang notabene juga telah lolos uji kwalitas mampu meraih podium juara 2 dan 4 di helatan selevel SMM ini kembali sukses memposisikan aksinya sebagai yang terbaik di laga hari ini.

Lawan terberat di kelas pamungkas ini adalah Bandit milik Edi Sibarani selaku punggawa Sibarani BF asal kota Ambarawa yang aksinya juga tak kalah dahsyat baik dari segi paparan irama lagu dan variasi tembakan isiannya, volumenya yang juga tandes, durasi kerjanya yang juga konsisten, kemudian juga disempurnakan oleh gaya tarungnya yang memang eksotic. Hasil koncer bendera pun terpecah di akhir penilaian, dimana Bandit harus finish menempati podium runner up dikarenakan selisih tipis 1 bendera koncer B saja.

Panasnya kompetisi kelas ekor panjang selanjutnya cukup di dominasi oleh salah satu amunisi andalan dari Taufiq selaku punggawa Perwira Muda SF asal kota Jepara, lewat nama Leonis yang mempertontonkan aksi luar biasa dengan balutan materi dahsyat untuk sukses memborong juara nyaris disemua kelas yang ada. “ Alhamdulillah, Leonis selalu stabil mengukir prestasi disetiap laga akbar yang dilakoninya setiap pekan. Hari ini Leonis turun 5 sesi dan hanya 1 kali zonk karena faktor alam tadi di gantangan, dan 4 sesi lainnya Leonis berhasil finish podium juara 2,2,3,4 bersaing dengan jawara-jawara tangguh lintas blok yang juga andil memenuhi gantangan. Semoga kedepan tetap stabil dan terus konsisten mendulang kemenangan,” papar sang mekanik.


Silaturahmi kicaumania senior asal kota Weleri cukup mewarnai persaingan di kelas ini, yakni Sugiyanto MA punggawa SRG Team sekalu owner arena gantangan SRG Bird Arena yang sukses memboyong pulang podium juara 2 sesi murai batu A BnR lewat tampilan aksi Dewa Rampok yang memang berkwalitas wahid. “ Silaturahmi sekaligus ingin melihat dan membuktikan langsung seperti apa sistem penilaian di sini, ternyata memang bagus. Peserta non teriak, arena layak event nasional, kemasannya bagus, burung terpilih memang yang benar-benar nyolok dengan mengutamakan variasi irama lagu, volume ok, stamina stabil, dan durasi kerja konsisten, sistem penilaiannya juga fairplay disaksikan langsung peserta dengan jarak pagar dekat, berarti apa yang saya dengar dari teman-teman kicaumania yang sebelumnya sudah pernah main di sini itu sesuai fakta yang ada. Insya Allah, berikutnya kita akan adopsi kemasan serta sistem ini bersama BnR di SRG Bird Arena, tunggu tanggal mainnya,” ujar beliau.

Demikian halnya dengan Rian Bird Farm owner penangkaran murai batu RBF yang juga untuk kesekian kalinya membuktikan lomba di arena sini adalah lomba yang memang benar-benar bisa dinikmati dan hasilnya pun bisa diprediksi sesuai fakta lapangan, baik oleh tim juri yang bertugas ataupun pesertanya. Meskipun datang terlambat dan hanya menurunkan satu amunisi, kwalitas tidak akan mengkhianati hasil, Arjuna yang turun di sesi murai batu Semarang berhasil finish lewat tampilan sempuranya.

Masih dari kota yang sama, Agung sosok kicaumania kelahiran Surabaya yang saat ini telah hijrah ke kota Kendal-Weleri selaku owner CV. Nasya yang bergerak dibidang pertambangan khususnya tambang pasir dibilangan wilayah Pager Gunung ini mulai fasih menekuni hobi kicauannya. Selain sudah mengoleksi gaco handal sarat prestasi seperti murai batu Hitachi yang saat ini sedang mabung dan juga cucak hijau Rawit, beberapa waktu lalu punggawa Nasya SF ini men take over amunisi baru dikelas murai muda dengan mahar yang cukup fantastis dari Ndan Mahmud-Sumur Tua BC. Yakni RM yang hari ini sukses menaklukkan persaingan dikelas utama murai muda OBI 220K lewat tampilannya yang memukau.
“ RM baru umur 11 bulan tapi prestasinya sudah segudang di latberan, kemudian kita test drive naik level di latpres Monster BC finish juara 3, lanjut ke event yang lebih bergengsi di Batang Berkembang pekan lalu finish juara 1,4, dan hari ini nambah koleksi juara di event sebesar ini finish juara 1 lagi. Pencapaian yang luar biasa karena memang kwalitasnya juga nyata, di atas rata-rata. Semoga kedepan bisa selalu stabil dan terus tampil membanggakan bendera Nasya SF,” ungkap Agung Nasya didampingi crew.

Crew Larantuka sebagai salah satu pencetak sekaligus pengorbit jawara-jawara murai batu ini kembali membuktikan eksistensinya. Menurunkan beberapa amunisi yang sebelumnya memang sudah kerap kali menghiasi tahta juara, hari ini semuanya juga lagi-lagi sukses mendulang prestasi. Diantaranya lewat nama Legend, Srikandi dan Mantra yang sama-sama mempersembahkan trophy juara di masing-masing kelas yang diikuti. “ Bukti kwalitas amunisi Larantuka Team semakin nyata,” tandas Nanang mewakili crew.

Rambo adalah salah satu debutan yang sepak terjangnya patut diperhitungkan, dimana disetiap laganya amunisi polesan Bakir-Reco SF dari kota Demak ini selalu stabil mengukir prestasi di tiket-tiket bergengsi. Dan hari ini kembali terbukti, Rambo yang turun di sesi murai batu A BnR mampu mutlak mendapatkan bendera koncer A.

Sementara di kelas cucak hijau nama Ukek gacoan koleksi dari H. Sholeh KJS asal kota Jepara lah yang cukup mendominasi persaingan. Mengandalkan bongkaran variasi lagu tembakan panjang-panjang dan juga power kerasnya, Ukek berhasil menambah pundi-pundi prestasinya untuk nyaris menyabet predikat double winner di sesi A OBI dan B OBI.

Aksi borong juara juga sukses dilakukan oleh amunisi anis merah koleksi Ekaliza Team yang hari ini dikawal langsung oleh kehadiran sang punggawa. Pak Eka yang menurunkan duet gacoan bernama Vlo dan Ronggeng lewat tampilan memukau keduanya berhasil memuncaki podium bergantian. Vlo yang berlaga mengenakan jubah barunya sukses unggul mutlak di sesi pertama disusul Ronggeng yang membayangi ketat sebagai runner up, dan kemudian giliran Ronggeng yang sukses memimpin di putaran kedua sesi berikutnya sebagai yang terbaik. (kiky)



