
Hampir 10 bulan Aries Setiadi (37 tahun ) atau yang akrabdikenaldengan panggilan Om Didik dari Jambi, mulai terjun di breeding di murai batu. Walaupun terbilang baru akan tetapi betul-betul dilakukannya cukup serius dan sangat telaten. Sebelum terjun dibreeding murai batu, Om Didik banyak belajar dari para peternak serta tokoh yang cukup berpengalaman di murai batu.
Terlebih saat ini program penangkaran lagi gencar dikumandangkan demi menjaga popularitas di alam, murai batu supaya tidak punah, terutama dari BnR yang dianggap sebagai pelopor dalam masalah penangkaran.. Selain itu juga, Om Didik sudah mencintai burung murai batu cukup lama, walaupun
belum mencoba menangkarkannya. Maka tak heran saat mengambil indukannnya untuk dikembangkan diternakan tidak sembarang mengambil indukannya dan rata-rata mantan burung lomba yang pernah mengukir prestasi. Awalnya breeding yang dikermbangkan 6 indukan dengan materi murai batu dari Aceh,Sumatera Barat, Medan. Jambi. Sedangkan kandang yag dipakainya beruakuran IM X 2M X 2M
Usaha keras Om Didik yang tak pantang menyerah ternyata cukup berhasil, awalnya 6 pasang indukan, kini berkembang menjadi 12 pasang indukan Dalam 1 bulan sedikitnya menghasilkan sampai 12 anakan.1 indukan rata-rata menghasilkan 3 anakan. Saat ini indukan yang produktif ada 7 pasang dan sudah banyak anakan yang telah berhasil dikeluarkan. Sudah puluhan anakan
dari Ring Didik 88 yang sudah terjual. Saat ini harga yang dijualberkisar dari 1.5 – 2 juta rupiah. Konsumen yang datang di kediamaman Didik 88 Jl. Sersan Muslim no.28 RT 30 The Hok di Jambi Selatan. Rata-rata berasal dari wilayah Jambi. Bahkan sudah booking duluan. Namun walaupun begitu stock yang terbatas dikandangnya, sehingga rata-rata permintaan dari konsumen banyak yang belum bisa terpenuhi.
Melihat prospek di breeding murai batu yang dikembangkannya cukup berhasil, rencananya di tahun 2013, Om Didik akan menambah lagi kandang ternakannya lebih banyak lagi, terlebih lahan yang dimilikinya cukup luas.
(yudi)


