Pangeran Belum Terkalahkan, Casper, Temon Berbagi Gelar, Duta Pasundan Iv & WW Angga SBY Juara Umum

Segenap Juri Independent yang bertugas

MACAN KECIL CUP 2 JOGJAKARTA (30/08/2020)

Segenap Juri Independent yang bertugas

Mediabnr – Laskar Macan Kecil Jogja adalah sebuah organisasi kemasyarakatan yang bergerak kemanusiaan sukses menggelar lomba dan kontes burung berkicau bertemakan “Macan Kecil Cup 2” bertempat di Embung Langensari yaitu sebuah Embung atau Obyek wisata yang berada di jantung kota Jogja. Kenapa memilih di embung Langensari, karena di tempat itulah awal terbentuknya organisasi tersebut sekitar bulan Mei 2019 dengan Ketua umum Fandy Achmad dan Sekjen Eko Haryanto serta Bendahara Nugroho.

Gelaran Macan Kecil Cup 2 yang mengandung Juri Independent tersebut bisa dinyatakan sukses walaupun ada sedikit protes karena rasa tidak puas adalah hak wajar dalam sebuah perlombaan dan lomba tetap berjalan sampai akhir sesi.

Beberapa komunitas juga ikut meramaikan di gelaran seperti komunitas Brajangan Jogja, komunitas Conin, komunitas Ciblek, serta komunitas Anis Merah hingga menambah kemeriahan acara tersebut.

Pak Gino Jogja – Kacer Pangeran tak terbendung cetak Juara 1 dua kali

Di kelas Murai Batu, Kacer, Anis Merah serta Cucak Hijau, Juara masih didominasi gaco-gaco lawas. (Silahkan lihat Daftar Juara di Media BnR.com). Seperti Kacer Pangeran milik pak Gino Raos Eco Jogja pada beberapa pekan terakhir ini penamplannya sangat memukau hingga nyaris tak terbendung lawannya. Kemenangan demi kemenangan berhasil diraih dan tak lepas dari Juara 1,2. Kali ini masih tak tergoyahkan dengan membukukan kemenangan nyeri. Pak Gino berkeinginan menjajal Pangeran tarung di Blok Barat yaitu BnR Satoe Cup l pada 20 September mendatang yang akan dihadiri kacer-kacer papan atas Indonesia.

Crew WW Angga Sby – MB Jayabaya curi 1 kemenangan Juara 1, Cucak Hijau Askara nyaris nyeri

Sementara gaco-gaco WW Angga Surabaya yang dikawal Ari Krp Jogja masih bertanggungjawab dalam mengumpulkan pundi-pundi juara, seperti Murai Batu Jayabaya, Lovebird Anglo dan Cucak Hijau Aksara. Jayabaya tampil ciamik di kelas Jogja Istimewa. Lagu-lagu kasar yang dimiliki dimutahkan semua ditunjang speed rapat dan volume keras dari awal hingga akhir penilaian dan berhasil memboyong tropy Juara 1. Aksarapun juga tak mau kalah, bermaterikan lagu Cucak Cungkok yang dibawakan utuh didukung gaya jambul ngentrok Aksara melenggang nyaris tanpa perlawanan hingga menempati podium utama. Aksi cantik juga ditujukan Lovebird Anglo, turun di kelas utama/ kelas Lovebird Umum yang kesemuanya diisi Lovebird konslet. Anglo langsung bocor dari awal hingga akhir penilaian dengan jeda rapat serta durasi panjang dan berhasil merebut Juara 1 dengan perolehan point ketiga. Jago di atas WW Angga dinobatkan menjadi Juara Umum SF.

Crew Robert Pantau – Cendet Ra Pindah raih Double Winner, Anis Merah Ra Umum di posisi Runner Up

Ra Pindah dan Ra Umum kedua gaco Robert Pantau di Cendet dan Anis Merah kembali bikin ulah. Setelah mencetak kemenangan di Launching gantangan RGN Kampun Markisa beberapa pekan lalu, kembali membukukan juara. Ra Pindah yang mempunyai materi irama lagu Srindit dan Gereja menorehkan Juara 1 dua kali Sedangkan Ra Umum yang memiliki tipkal gaya ndlosor dan hiper menempati Juara 2 di bawah Platinum 51. “Walau tanpa pengawalan saya, karena saya baru ikut lomba Louhan. Puji Tuhan gaco-gaco tetap stabil” ujar Robert Pantau bangga.

Edi Ramasakti – Cucak Hijau Temon raih Juara 1 dan 2

Edi Ramasakti pemilik armada travel yang biasa bermain di kelas Kenari mencoba bermaindi kelas Cucak Hijau dan ternyata hoky dengan debutan baru yang diberi nama “Temon”. Temon unggul di kelas utama tanpa potongan dengan tiket 200ribu dan berhak mengusung tropy Juara 1 serta sejumlah uang pembinaan. Turun di sesi berikutnya yaitu kelas Cucak Hijau Merdeka, Temon menempuh posisi Runner Up. Edi Ramasakti juga memperoleh kemenangan Juara 1 di kelas Lovebird Militan dengan gaco bernama Putra Kelana.

Duta Piala Pasundan lV yang dimotori Asep DM, Aldo, dan Deky juga merebut kemenangan di kelas Cucak Hijau lewat aksi Casper yang top form dan berhasil menduduki tangga Juara 1 dan 2.  Di samping itu mereka bertiga juga menggalang dukungan Piala Pasundan lV yang rencananya akan digelar bulan Oktober di kota Bandung.

Duta Pasundan – Cucak Hijau Casper nyaris nyeri

Sementara Chikara dari kota Magelang dengan besutannya Tridatu berhasil menempatkan diri di posisi puncak kelas Kenari standart bebas istimewa. Tridatu Kenari YS warna kuning tersebut tampil dalam kondisi top-form dengan durasi panjang, jeda rapat serta volume dasyat hingga finish akhir mendapat konser A mutlak.

Bintang Pradana BC Klaten yang rencananya akan menggelar lomba akhir bulan September ini bersosialisasi serta menggalang dukungan peserta dengan membawa gaco baru di Murai Batu “Gegana”. Nama Murai Batu tersebut tampil mewah di kelas Utama. Namun keberuntungan belum memihak dan hanya menempati posisi Runner Up dua kali.

Duta Pasundan – Juara Umum BC
Mr Bintang Pradana BC – Murai Batu Gegana Juara 2 dua kali

Dalam perebutan Juara Umum BC ataupun SF, Asep dkk yang mengusung Duta  Piala Pasundan LV  mendapat dukungan banyak dari para peserta hingga memperoleh point mutlak dan berhak memboyong tropy Juara Umum Bc, Sedangkan WW Angga Surabaya dalam menggapai Juara Umum SF nyaris tanpa pesaing hingga dengan mudah meraih tropy Juara Umum SF.

Di akhir acara Nugroho selaku Ketua Event tersebut mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut membantu baik segi materiil maupun moril hingga acara tersebut sukses. Juga terimakasih pada para peserta yang telah ikut berpartisipasi. Mohon maaf jika masih ada kekurangan dalam pelayanan. Sampai bertemu kembali di Event Macan Kecil Cup 3 tahun depan. (TOBIL/TYCKA)

Chikara Duta Pasundan – Tridatu sabet posisi puncak dikelas standart bebas istimewa
WW Angga Surabaya – Juara Umum SF
Laskar Macan Kecil Jogja – Nantikan Event Macan Kecil Cup 3
Eko Haryanto Ketua Pelaksana saat membuka acara