Makassar (MediaBnR.Com) – Rampung sudah lomba burung berkicau Angkasa Pura CUP 2 digelar pada Minggu, 17 Februari 2019. Gelaran yang dalam rangka memperingati hari jadi PT Angkasa Pura I Airport yang ke-55 ini menyedot ratusan kicaumania baik itu dari Kota Makassar maupun dari beberapa kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan. Bahkan gelaran lomba burung berkicau ini juga dihadiri oleh kicaumania dari luar pulau Sulawesi seperti dari Bali, Kalimantan, Batam dan Jawa.

Gelaran Angaksa Pura CUP 2 ini bekerja sama dengan Radjawali Indonesia (RI). Dan untuk kali pertamanya, RI telah membentangkan sayapnya ke wilayah timur Indonesia yaitu ke Kota Makassar. Tak tanggung-tanggung, Sofyan Juandi yang dikenal sebagai Panglima Radjawali Indonesia, terlibat langsung dalam pengawalan tugas RI yang perdananya di Kota Daeng. Ini sekaligus Panglima juga ingin menyapa langsung kicaumania yang ada di sana dengan misi ingin menambah warna baru dunia kicau yang ada di Makassar.

Dalam gelaran yang tepat dimulai pada pukul 11.00 WITA. Tampak beberapa petinggi PT Angkasa Pura I Sultan Hasanuddin menyapa kicaumania di lapangan lomba seperti General Maneger PT Angkasa Pura I Airpot Sultan Hasanuddin, Wahyudi, yang menyapa kicaumania dengan memberikan kata sambutan sekaligus membuka gelaran hari itu. Dalam sambutannya ia menyampaikan bahwa di dalam kegiatan ini bukan hanya melihat sesuatu dari hadiah namun kita melihat dari tali silaturahmi yang dibina ke seluruh pecinta burung yang ada di Indonesia. “Semoga dengan adanya acara ini akan memperkuat silaturahmi kita sesame pecinta burung di Indonesia,” ungkapnya.

Setelah itu, Pembina Radjawali Indonesia Korwil Sul-Sel, Hary Budi Waluyo, yang juga salah satu petinggi dari PT Angkasa Pura I Airport Sultan Hasanuddin ini berkesempatan memberikan sambutan dalam rangkaian pembuka gelarana lomba burung berkicau.
Terlepas dari itu, gelaran lomba burung berkicau ini membuka 38 kelas. Kelas love bird masih tetap kelas yang paling panas. Ada 12 kelas love bird yang tersaji termasuk love bird paud. Di kelas ini beberapa love bird nasional ikut serta dalam perebutan juara seperti love bird Awewe, GG, Selebor dan Pusoko. Dalam persaingannya, love bird tersebut juga mengalamia persaingan yang sengit yang pada akhirnya dalam keseluruhan kelas, love bird Awewe milik H. Andonk dari Samarinda yang dikawal oleh Bima ini merampungkan banyak kemenangan hingga dinobatkan sebagai love bird terbaik di gelaran ini. “Ini judulnya Awewe pulang kampung karena Awewe asalnya dari Makassar,” ungkap Bima.

Di kelas love bird paud, nama love bird Legenda milik Raka Mansu dari Dapes BC yang sukses dinobatkan menjadi love bird paud terbaik dengan mengantongi beberapa piala juara pertama dalam gelaran ini.
Catatan unik dari persaingan di beberapa kelas burung love bird adalah tampilnya Spectre yang diindikasi sebagai love bird lokal atau love bird dari Makassar. Catatan pentingnya adalah love bird kesayangan Rizal ini ternyata mampu bersaing dengan love bird-love bird nasional yang kala itu menjadi pesaingnya. Beberapa kelas yang ia ikuti, Spectre mampu menembus 3 besar di tangga kejuaraan. Tampilnya Spectre menjadikan kesan yang positif bagi sebagian besar kicaumania Makassar bahwa burung lokalan juga bisa jadi momok menakutkan bagi love bird nasional papan atas.

Berpindah di kelas lain seperti murai batu dan kelas kenari pun demikian sebagai kelas terpanas. Di kelas murai batu, nama Boomerang milik Edi Dermawan yang dikawal oleh Noor, sukses menjadi murai terbaik hari itu karena murai tersebut merampungkan beberapa juara pertama di beberapa kelas. Nama Boomerang memang taka asing lagi di telinga muraimania karena prestasinya yang sudah menasional bahkan di even Angkasa Pura CUP 2 ini. Di kenari, peserta dari Bali yaitu I Wayan Sudana tak sia-sia ke Kota Daeng. Membawa kenari Rubicon dan bersaing di gelaran ini ternyata berhasil terbayarkan karena kenari miliknya dinobatkna menjadi kenari terbaik pada gelaran ini.

Secara keseluruan gelaran berjalan sukses. Pukul 20.30 WITA menjadi akhir dari gelaran Angkasa Pura CUP 2. Pembagian doorprize dan penobatan BC (bird club) dan SF (single fighter) terbaik serta penghargaan burung terbaik menjadi rangkaian penutup acara. Untuk penobatan BC terbaik, Losari BC sukses cicipi piala kemenangan BC terbaik dengan raihan poin terbanyak dalam gelaran. Sedangkan untuk SF terbaik, Okust SF kembali sukses menjadi SF terbaik pada hari itu. (fuad)











