
MediaBnR.Com – Sekitar tahun 2010 lalu pak Pri memulai peruntungannya untuk menangkar burung berkicau. Akan tetapi, pertama kali yang ia tangkar bukanlah burung murai batu melainkan burung kacer dan juga burung punglor. Di tahun 2012 Pak Pri baru memulai menangkar burung murai batu yang dianggapnya lebih menjanjikan dibandingkan menangkar burung yang lain sebelumnya. Dari segi bisnis menangkar burung murai batu memang lebih menghasilkan. Sedangkan dari segi suara, Pak Pri merasa lebih sejuk jika mendengarkan suara burung murai batu di rumahnya. “Tapi jangan salah, burung murai batu tangkaran saya kalo sudah ada di arena gantangan, selalu fighter dan bongkar isian,” tegas Pak Pri pemilik CBR-KOBOI BF.
Sosok yang ramah ini juga pemain lomba burung berkicau khususnya di kelas murai batu. Hal ini dibuktikan dengan adanya si Masalembo (nama murai batunya) yang dihasilkan dari penangkarannya. Masalembo sendiri selalu menyabet juara di setiap event lomba burung berkicau. Terakhir burung fighter ini menyabet juara di kelas murai batu di event BnR Handoko Jaya Cup II 26 februari lalu, di Bangkalan Madura.


Penangkaran burung murai batu ini diakui Pak Pri memang dirasa gampang-gampang susah khususnya pada saat proses penjodohan. Selain dengan menggunakan cara penjodohan langsung, ia juga menggunakan cara perkenalan dahulu. Akan tetapi jika menggunakan cara penjodohan langsung, ia harus jeli membaca kondisi birahi si jantan dan si betina. Hal yang terpenting juga adalah pengawasan saat proses penjodohan karena menurut Pak Pri, jika kurangnya pengawasan bisa berakibat matinya si betina karena serangan si jantan.
Hal yang sama kemungkinan akan terjadi jika si betina masih perawan. Burung murai batu betina yang masih perawan terkadang punya sifat malu-malu mau. Saat si jantan akan melakukan proses perkawinan, biasanya si betina yang masih perawan akan berusaha menghindari si jantan walaupun sebenarnya si betina ini juga dalam kondisi birahi. Sehingga akhirnya si jantan menjadi marah dan menyerang si betina yang berujung kematian. “Makanya saya ada asisten yang juga membantu untuk sering pantau kandang,” terang Pak Pri.

Selain masalah penjodohan burung murai batu, hal yang perlu mendapatkan perhatian juga jika memiliki indukan yang nakal atau indukan yang belum biasa merawat anaknya. Indukan yang nakal jika sudah didapati telurnya menetas, Pak Pri beserta asistennya juga harus segera memanen anakan setelah beberapa hari menetas dari telurnya. Jika terlambat sehari saja, anakan yang baru beberapa hari menetas itu pun bisa saja terbunuh oleh induknya.
Proses perawatan tangkaran burung murai batu ini tetap berlanjut dengan baik jika anakannya selamat sampai dipanen. Mulai dari meloloh anakan dengan pakan jadi yang dicampur dengan kroto hingga perawatan indukannya pasca betelur dan mengeram dengan menu kroto, ulat kandang dan jangkrik.
Pak Pri yang memang sudah lama menangkar murai batu ini sangat piawai dalam perawatannya. Hampir semua kebiasan buruk indukannya atau masalah masalahnya sangat mudah teratasi. Juga termasuk dalam memperhatikan pakan indukan dan anakan yang selalu tetap terjaga nilai vitamin, mineral, protein dan gizinya sehingga tak heran jika Pak Pri sering menuai hasil yang maksimal. “Kuncinya sama kayak ngerawat burung lomba yaitu telaten, sabar dan pahami kebiasaan burungnya,” pesannya.
Pemilihan indukan yang berdasarkan dengan KTP (istilah yang biasa dipakai untuk asal burung), Pak Pri sendiri mengakui kurang setuju. Beliau mengatakan bahwa untuk mendapatkan keturunan yang mampu menjadi jawara di gantangan, tetap harus dari indukan jawara juga, minimal indukan mantan jawara agar supaya trah jawaranya diturunkan kepada anak anaknya juga kelak.
Untuk pangsa pasar hasil penangkaran murai batu Pak Pri ini selain laku terjual di area Madura, juga laku terjual di area Jawa Timur dan kota-kota lainnya termasuk Ibu Bota Jakarta. Namun untuk sementara Pak Pri memang belum siap jika transaksi dilakukan dengan cara via pengiriman untuk luar pulau walaupun sebenarnya permintaan di luar pulau juga banyak seperti dari Sulawesi, Balikpapan, Lampung, Palembang dan beberapa pulau yang lain. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan suatu saat Pak Pri akan melakukan transaksi ke luar pulau jika dirasanya sudah siap. Sementara untuk marketing pemasaran, selain dari mulut ke mulut (istilah mengabari), juga mengandalkan media online sebagai media untuk menawarkan, berinteraksi, bahkan melakukan transaksi dengan para calon pembelinya. Seperti halnya nama penangkaran murai batu Pak Pri yaitu CBR-KOBOI BF (KOBOI = KOmunitas Burung Online Indonesia).
Meningkatnya permintaan burung murai batu di wilayah Madura dan sekitarnya adalah peran serta para penangkar burung murai batu yang selalu tetap menjaga habitatnya yang sebenarnya di habitat alamnya, burung murai batu ini sudah hampir langka dikarenakan penangkapan liar para oknum yang tak pernah memikirkan jangka panjang. (Dani)


