
Solo (MediaBnR.Com) – Nama burung Annisa, love bird kepunyaan Agung Scorpio Solo, dengan ngekek rajin serta tembakan cililin ngesap berdurasi 1 menit up, tampil sebagai juara pertama di kelas utama di gelaran IKPBS Open, Sabtu (25/6) di Taman Balekambang, Solo – Jateng. Secara keseluruhan Annisa berhasil juara 1, 6 dan 6. Sebelumnya di Karanganyar, Annisa raih Quatrick dan di Soba Enterprise juara 1, 1, 4 dan 4.
Kemenangan Annisa merupakan bukti kualitas pendekar LB di Solo. Agung Scorpio merupakan kolektor love bird syarat prestasi dan sering mencetak jago-jago love bird melalui tangan dinginnya. Belum lama ini Agung Scorpio berhasil melepas gacoan love bird New Soimah dengan harga Rp 25 juta.
Gelaran Spesial Open IKPBS merupakan ajang silaturahmi dari berbagai komunitas kicau burung. Mz. Duwo sang ketua Solo Star BC yang di temani para personilnya berhasil unggul melalui love bird Nikita juara 5 dan 9. “Mencoba Nikita paska mabung, ternyata sudah mulai pulih staminanya,“ kata Mz. Duwo.


Semenjak berdirinya Solo Star BC Mz. Duwo selalu aktif tampil di sejumlah gelaran, baik di sekitaran Solo Raya, maupun Jogja. Tujuan Mz. Duwo selain main burung juga membina tali silaturahmi antar kicau mania di berbagai daerah. Tak heran pengusaha minyak tanah ini banyak yang mengenalnya.
Sementara pungawa Solo Star BC yang bernama Jack Sport melalui aksi love bird dari hasil breedingnya makin bertaji. Nomor 1 Kelas VIP C dan juara ke-2 di Kelas Bintang A berhasil di raihnya. Banyak pembeli ring Jack Sport Bird Farm yang menyatakan puas, hasil anakan ring Jacksport Bird Farm banyak yang koncer di tangan pembeli.


Sang pemilik toko alat-alat olahraga di Solo Baru ini juga sering menjual burung love bird dengan kualitas di atas rata-rata, maksudnya suara ngekek love bird hasil orbitanya rata-rata 30 detik up yang diulang-ulang. Dengan kepercayaan para pembeli love bird hasil breedingnya membuat seorang Jack Sport terkenal di media social.
Eko Jangkrik tanpa basa basi uji indukan jawaranya di event Open IKPBS ini, dengan cuma tiga kali tembakan dengan durasi 1 menit up jagoan Eko Jangkrik yang bernama love bird Exsotix raih C 1. Menurut penuturan sang penyuplay love bird syarat prestasi di seluruh Nusantara ini, anak an hasil ring nya walau baru berusia 4 bulan sudah jadi terdepan di Ibu Kota Jakarta.

Banyak konsumen Eko Jangkrik yang merasakan kepuasanya dan mengungah di media sosial. Eko Jangkrik memang terkenal breeding trah ngekek, sang produsen pakan bermerk CKM ini selalu jaga mutu anak an ring Eko Jangkrik. Di lomba ini Eko Jangkrik sudah membuktikan kualitas indukan ring miliknya.
Sang ketua EO BnR Jawa Timur Budi Grambe berhasil mengibarkan duta Master / ILS Cup pada 31 Juli mendatang, melalui aksi gacoan murai batu Maling Kundang juara 1 dan 3, sedangkan anis merah Raden Gile tampil juara pertama. Menurut penuturannya, ‘murai batu Maling Kundang di rawat dengan Master Biojana selama 1,5 tahun kembali jalan lagi’.
Keberhasilan Budi Grambe di dunia burung tak lepas dari pengalaman nya yang sudah lama, banyak burung terbaik berhasil di orbitkannya. Di (31/7) gelaran nya nanti Budi Grambe akan mengadakan diklat juri bertempat di kantor BPPT, Ngrambe, Ngawi, Jawa Timur.
Persaingan yang ketat di gelaran IKPBS tidak menyurutkan Thomas 37 SF untuk menurunkan gaco an terbaiknya. Kesatria kicauan ini , di kelas cendet melalui aksi terbaik cendet Aibon berhasil juara pertama. Cendet dengan gaya satu titik tanpa geser ini akan di lepas seharga mobil.

“Dengan raihan juara di berbagai event di sekitaran Solo Raya, Aibon sudah layak bila dihargai sebuah mobil,“ kata Thomas 37 SF yang barusan juga moncer melalui aksi cucak hijau Kencur dan cendet Saklar.
Istimewa memang main burung di kota Solo. Selain terkenal barometer love bird, kota Solo menjadi pusat pantauan para kiermaster dari sejumlah daerah, diantaranya dari Jakarta, Lampung, Cirebon, Bogor, Surabaya maupun kota sekitaran Solo.
Di akhir acara melalui sang MC Warjo mengucapkan terimakasaih buat semua kicau mania yang hadir di laga siang ini. Di 10 Juli 2016 kicau mania akan berbondong-bondong menuju gelaran Ketupat Cup Jatisrono dan Merdeka Pertamaks pada 17 Agustus 2016 bertempat di pasar Krangan, Wirogunan, Kartasura. (agus farrel)


