
Salatiga (MediaBnR.Com) – Event lomba burung berkicau bertajuk Salatiga All Star dibawah komando Teguh Santoso atau beken dengan panggilan Gondrong ini dipadati kicaumania yang hadir dari berbagai wilayah sekitar baik pemula hingga pemain papan atas seperti Sin Cwan, Combo, Win, dan juga Agus Nasa. “Sengaja saya sempatkan hadir untuk bersilaturahmi dengan rekan-rekan kicaumania semua, apalagi jaraknya tidak jauh dari rumah kok, sekalian mantau gacoan yang dirawat anak-anak sampai sejauh mana perkembangannya,” ungkap Win pemilik Star Regency Salatiga.
Walaupun banyak diselenggarakan event-event lomba lain di kota sekitarnya, namun event satu ini yang mengambil lokasi di Pasar burung Banyuputih Salatiga pada Minggu (24/5/2015) tetap mendapat tempat tersendiri dihati mereka. Dari 22 sesion yang terselenggara terdapat beberapa kelas yang memang diistimewakan pagi itu, seperti halnya anis merah dan anis kembang yang ternyata memang masih banyak pesertanya.
“Kedua kelas ini memang sengaja kita angkat kembali untuk menarik pecintanya setelah cukup lama tenggelam, selain itu juga untuk tetap menjaga eksistensi burung tersebut terus lestari dalam kancah kompetisi burung kicauan,” terang Gondrong diawal acara.

Pukul 11 tepat kompetisi pun dimulai. Terjadi persaingan ketat dikelas cendet melaui penampilan-penampilan gaco terbaik para kontestan, namun terdapat dua gaco yang nampak paling menonjol performanya kala itu yaitu Java Jazz besutan King Kong SF Solo yang pekan lalu masuk posisi ketiga di event Road to BnR Award Jogja dan Alteko milik Gundul Semarang yang juga sebelumnya merajai di Event Wonderia Cup Semarang. Saling menggelontorkan bongkaran isian yang komplit serta tembakan-tembakan mematikan di Sesi Bintang, Java Jazz keluar sebagai juaranya dibayangi Alteko sebagai runner up. Kemudian berbalik keadaan untuk Sesi Sejati, giliran Alteko sukses merajai dibayangi Java Jazz di posisi runner up.



Dari pinggir lapangan memantau penampilan stabil Alteko dengan kualitas istimewa materi yang dimilikinya, Mr. Faiz Star BC Salatiga tak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk meminangnya hingga langsung memberikan penawaran cukup fantastis sesaat setelah turun gantangan. “Saya tertarik dengan gayanya yang nagen di satu titik dan kepalanya dongak keatas ngerol, speednya juga rapet banget,” paparnya.
Tak lama berselang Alteko pun telah berpindah tangan sebagai amunisi baru melengkapi sederet koleksi gacoannya.


Kelas yang tak pernah sepi yakni kelas kenari masih menjadi idola diajang ini, muncul nama Pepe polesan Sigit Kapal Klaten kembali membuktikan keampuhannya berhasil melumpuhkan lawan-lawannya mengulang kesuksesan pekan lalu di event Road to BnR Award Jogja. Masih di kelas yang sama di Sesi Kenari Kalitan walaupun belum bertengger di puncak tahta kejuaraan, Asteroid sukses mengibarkan bendera Adi Karya BC terbukti mampu bersaing dengan gaco-gaco ternama papan atas. (Rizcy Wahyu)


