
Mediabnr – Event Superior ke-3 kota Purwodadi bersama OBI (Organisasi BnR Indonesia) bertajuk Purwodadi Award tuntas terselenggara hari ini, Minggu (28/7) di Stadion Jongkong Emirates, Kab. Grobogan-Purwodadi. Sedikit flashback ke belakang perihal gelaran sebelumnya yakni Purwodadi Award I dan Purwodadi Award II yang begitu sukses dan terus menggema euforianya, Octha, Gus Sholah, dan Yono Brambang sebagai pilar utama gelaran kembali dinyatakan sukses mengemas gelaran tersebut tahun ini.
Seperti yang terlihat, kicaumania begitu antusias hadir dari berbagai penjuru kota dan wilayah sekitar untuk menyerbu lokasi ajang spektakuler ini. “ Terimakasih atas support yang luar biasa ini, meskipun sebagian besar akses jalan menuju lokasi sedang dalam proses pengecoran yang diantaranya menimbulkan dampak kemacetan cukup panjang, rekan-rekan semua tetap bersemangat menuntaskan niat dari rumah untuk hadir di sini. Dan Alhamdulillah, semua acara sejak awal hingga akhir dapat berjalan lancar tanpa halangan berarti, pastinya semua ini berkat dukungan dari rekan-rekan semua. Kami memohon maaf apabila dalam menyuguhkannya terdapat kekurangan maupun kesalahan. Semoga hal tersebut bisa menjadi pembelajaran kami di event Purwodadi Award IV selanjutnya, salam satu hati satu hobby,” ungkap Gus Sholah diamini Octha dan Yono Brambang mewakili jajaran panitia.
Perang sengit para jawara papan atas disetiap kelasnya kental terlihat di event ini. Diantaranya dikelas murai batu dimana duet gacoan Dimas Anto punggawa DMA BF Kudus ini sukses mendominasi diketiga sesi pertarungan yang ada. Mahameru berhasil menyabet predikat double winner disusul Satria yang juga membayangi dua kali di podium runner up dikelas yang berbeda. Satu point mutlak juga diraih Boncel besutan Wawan-Hadi Sumowono yang kemudian menutup kemenangannya untuk nyaris double winner.
Podium ketiga ditempati Jim Poker milik Wawan Shaamson SF Pati yang juga dinyatakan sukses mengexplore apik kemampuannya untuk menaklukkan panas teriknya kondisi cuaca siang itu. “ Alhamdulillah, bisa menyesuaikan diberbagai kondisi cuaca. Seperti pekan lalu di kota dingin Temanggung masuk juara II, hari ini dalam kondisi cuaca yang cukup terik Jim Poker masih tetap stabil di podium juara III,” papar Ipung sang mekanik.
Menyusul finish di podium IV kelas utama murai batu RFS adalah Marquez polesan Arso yang juga sukses menyempurnakan misi silaturahminya hari ini. Meski cukup lama menjauh dari hiruk pikuk keramaian dunia kicaumania, Marquez yang kesehariannya dirawat oleh Arya Cakra putra tercinta dari Ketua OBI Demak ini masih terlihat sangar. “ Alhamdulillah, silaturahmi berbuah prestasi, yang penting bisa hadir guyub rukun menghormati event saudara kita, lagian kangen juga karena sudah cukup lama gak turun ke lapang,” ujar punggawa Panji Wulung SF Demak ini.
Support dari komunitas penangkar murai batu sekitaran kota Purwodadi yang tergabung dalam The Big Family KPMB-PB Konservasi komando Zen Alif juga kental terlihat dimana terdapat satu kelas special ring yang khusus dibuka untuk menyalurkan kualitas perwakilan produk para anggotanya. “ Alhamdulillah, meski baru 6 bulan lalu terbentuk wadah ini, Komunitas Peternak Murai Batu-Purwodadi Blora (KPMB-PB) sudah terdaftar sebanyak 70 penangkar dari 2 kabupaten tersebut. Harapan kami agar bisa lebih terexpose para peternak lokalan ini yang sebenarnya memiliki kualitas luar biasa, dimana produk-produknya juga banyak yang tembus di kancah gelaran nasional,” ungkapnya.
Beberapa nama jagoan dari anggota komunitas KPMB-PB yang turut mencicipi kemenangan di event ini diantaranya adalah John Ethes milik Fahmi yang dikawal oleh Sinyo sukses menyabet podium runner up. Disusul produk tangkaran dari Ocean King SF asal Ds. Curug Kec. Tegowanu Kab. Grobogan-Purwodadi yang baru berumur 9 bulan bernama Solomon yang masuk podium V. Bertipikal tarung roll tembak berdurasi kerja aktif ditopang gaya tarung happy menjadi senjata anadalannya.
Kelas hitam putih alias kacer juga tak kalah seru kompetisinya. Gass yang pekan lalu sukses mendominasi laga di event Piala Danyonif 400/BR Semarang, hari ini namanya kembali tercatat di podium puncak untuk memenangi pertandingan. Rencana selanjutnya, Topan Garda Jepara sang empunya akan memboyong Gass ke laga Twister Cup I kemasan panitia PBI Semarang pekan depan. “ Semoga selalu stabil kondisinya untuk menghadapi event-event akbar yang sudah rapat terjadwal tahun ini,” ujarnya.
Berbagi gelar dengan Gass disesi berbeda tercatat nama Ramadhan milik Genjekz GG SF yang juga terlihat sempurna mengatur ritme pertarungan lewat kolaborasi sempurna materi unggulannya. Sementara Speed Magic yang diusung untuk menjalin silaturahmi Han Semarang siang ini cukup bersaing ketat dan mampu finish di podium juara III. Demikian juga dengan Panser, gaco anyar debutan Rendra Mekarsari yang belum lama di take over dengan harga fantastis ini juga tampil elegan untuk menjajaki podium tiga besar.
Kelas kenari menjadi ajang pembuktian Hanung punggawa Bos SF yang sebelumnya lama berkecimpung di dunia cendet mania. Tangan dinginnya membawa hoky tersendiri untuk dapat menangani berbagai jenis burung gacoan, dimana lewat penampilan Pangeran hal tersebut dibuktikan. Aksi Pangeran sontak mengundang decak kagum juri dan peserta yang dengan lantangnya memuntahkan lagu kenarian panjang-panjang berdurasi kerja aktif bak artis lapangan. “ Finish 1 dan 3, prestasi ini menjadi modal penting Pangeran menuju Dream Sengon Cup 18 Agustus mendatang,” tegasnya.
Dan untuk lovebird, nama Berto lagi-lagi menjadi buah perbincangan kontestan dimana volume kerasnya mampu memecah keheningan saat ia menuntaskan panjang tembakan istimewanya. Durasi kerjanya juga aktif, maka tak heran apabila namanya selalu stabil menempati podium tiga besar disetiap turun laganya ke berbagai event lintas EO. Seperti halnya hari ini, gaco besutan H. Opie 378 SF ini sukses menuntaskan pertarungan untuk menempati podium juara II, III, dan IV. “ Kita gas lagi di event selanjutnya,” cetus singkat sang arsitek.
Diakhir gelaran, ditentukan mutlak oleh panitia bahwasanya pemenang juara umum Single Fighter jatuh pada kandidat nama Ade Irawan punggawa 5046 SF yang dikawal oleh Paman Dico, disusul Dt. Raffara Cup II yang ditentukan sebagai peraih podium juara umum Bird Clubnya. (kiky)
























