Pertarungan Sengit Antar 3 Propinsi

LOMBA JAYA SANGKAR CUP 4-BALIKPAPAN KALTIM

Lomba kicauan prestisius lagi bergengsi even “ JAYA SANGKAR CUP 4 “ (8/6) bertempat di Lapangan Tennis Indoor Kota Minyak Balikpapan Kaltim. Peserta membludak hadir untuk berpartisipasi dimana ada 3 propinsi yakni Propinsi Kalsel, Kalteng dan Kaltim dikawal Kru Juri Independent Kalsel dan Kaltim.

Dijejali Ratusan Kicaumania

Terjadi pertarungan sengit antar 3 propinsi dalam perlombaan even Jaya Sangkar Cup 4. Patut dicatat walaupun even kali ini semua kelas wajib memakai sangkar JS (Jaya Sangkar) akan tetapi animo kicaumania begitu semarak dan sukses besar. Wiji Santoso selaku owner Jaya Sangkar juga Ketua Panitia mengucapkan banyak terimakasih atas support dari kicaumania lintas propinsi.

Panitia dan Juri Even Jaya Sangkar Cup 4

Broton BC dimotori Bro Tony kembali sukses menyabet predikat Juara Umum Bird Club disusul Laskar Pelangi BC diback up H. Kamal berposisi Runner UP Team. Sedangkan M. Badrun dari Elang 69 SF merebut Juara Umum perorangan sementara 69 SF finish sebagai Runner Up.

Broton BC Juara Bird Club

Elang 69 SF dikomando M. Badrun menyabet 6 penghargaan burung terbaik yakni Mistery pada kelas Kacer, Uniqlo di Cucak Hijau dengan torehan hattrick, Murai Non Gembung Batllax, Konin lewat Pangeran, TNT 368 dikelas Kenari serta Serindit atas nama Mitos.

 

Ada 3 pengharggan burung terbaik disabet Laskar Pelangi BC yakni Murai Borneo terbaik jatuh kepada Messi milik Yusuf, Love Bird Fighter terbaik lewat nama Bunga Delima punya Mr. Adhu juga H. Kumis lewat Cendet Putu Kesongo. Broton BC menyabet Love Bird 575 K terbaik dimana ada Petronas besutan Bocil.

 

Even juga menghadirkan persaingan sengit untuk kelas Utama atau BOB dengan tiket 3 Juta, hasil akhir menempatkan nama MB Idola milik Haji Hilmi sebagai juara pertama disusul MB Boba punya Bro Tony dari Broton BC meraih juara 2 serta MB Ronaldo besutan Riyan Hidayat dari Laskar Pelangi BC. “ Terimakasih dan jalin silaturahmi antar kicaumania, maaf bila ada salah dan khilafnya,” imbuh Wiji Santoso

Eddy Wang.