Bajing 22 feat BnR
MediaBnR.com – Bangkalan, Meski di sore hari Sabtu (01/02) ini cuaca terlihat mendung, namun latberan rutin hari Sabtu kali ini di gantangan Bajing 22 milik Gatot Dwiyono masih saja dipadati oleh Kicau Mania. Bahkan kelas kelas kicauan seperti Cucak Ijo, Cendet dan utamanya kelas Murai Batu masih terbilang ramai.

Seperti biasa, Kicau mania yang hadirpun tetap berkompetisi untuk menjadi yang terbaik, sebab memang sudah menjadi tradisi Gantangan Bajing 22 BC untuk konsisten mencetak burung burung terbaik dengan pemberian tropi burung terbaik disemua kelas meski di skala latberan sekalipun.
Dan yang pertama kali mendapatkan tropi burung terbaik tersebut adalah jagoan milik Ayah dan Putra asal Arosbaya yang selalu kompak saat berhobi burung berkicau, yaitu Risdianto dan Yasir putranya.

Risdianto dan Yasir kali ini kembali mengandalkan Cendet Petruk sebagai eksekuter juara. Tampilannya yang memukau di atas gantangan nomer 09 dengan tembakan rutin Greja tarung dan Tengkek Buto berhasil membuat juri mengganjarnya dengan bendera koncer A dan menempatkannya di posisi juara pertama.
Meski di sesi kedua yakni kelas Cendet B Petruk hanya berhasil menempati posisi juara ketiga, namun posisi ini tetap menguntungkan bagi Petruk untuk dinobatkan sebagai juara Cendet terbaik, dengan total poin sebanyak 125.

Disisi lain di kelas Murai batu muncul jagoan yang terbilang anyar di kancah pecinta Ekor Panjang ini, sebab jagoan milik Duo saudara ini terbilang jarang untuk rutin mengikuti latberan. Dan bukan berarti burung jagoannya yang tak kondisi, namun dikala sang pemilik yakni Farizi dan Antok ini sudah berada di Kapal (ABK Kapal Luara Negeri) maka jagoan ekor panjangnya yang bernama Mayoret dan Kujang Emas ini juga tak akan berada di arena gantangan meski di latberan sekalipun.

Kesempatan kali ini mereka berdua sedang cuti tugas, maka Mayoret dan Kujang Emas berkesempatan untuk unjuk aksinya. Dan tak tanggung tanggung, dua kemenangan di kelas Murai Batu A berhasil mereka isi dengan kemenangan mutlak. Mayoret menang juara pertama, kemudian Kujang Emas menang juara kedua. Tak hanya itu, bahkan di sesi keduanyapun kembali berhasil dikuasai oleh Mayoret, yang pada akhirnya ia juga yang mendapatkan tropi murai batu terbaik berkat hasil dua kemenangan juara satunya alias nyeri.

Untuk di kelas lovebird juga tak kalah menarik menampilkan jagoan jagoan paruh bengkok untuk bersaing meraih yang terbaik. Seperti di kelas Lovebird Dewasa A yang ketika itu kemenangan Juara pertamanya berhasil di raih oleh Jampang milik Gopal, dan Luluk milik TM di tempat keduanya. Sedangkan posisi ketiganya berhasil ditempati oleh Lovebird yang bermodalkan kekekan yang hanya dimainkan dalam satu kali tarikan saja, yaitu Lovebird Jhon milik Rohman MTJ SF dengan raihan poin sebanyak 655.
Diakui oleh Rohman, bahwa kehadirannya dilatber sabtu ini hanya sekedar mencoba jagoan mudanya ini, diamana lovebird Jhon andalannya yang masih berusia 10 bulan ini memang masih butuh konsisten bermain di latberan, yang fungsinya juga untuk memupuk kekuatan mental dari Jhon yang masih muda tersebut.

Selain itu pula, ia bersama tim MTJ SF yang esok harinya akan menggelar event MTJ SF feat BnR di Lapangan Handoko Jaya memang berniat juga untuk mensosialisasikan gelarannya tersebut pada hari minggu besok pada tanggal 02 Februari 2020. *Den!







