
MediaBnR.con – Lampung. Dewasa ini ikan hias menjadi spesies yang sangat diminati masyarakat untuk dipelihara dirumah. Selain gerakan ikan didalam aquarium mampu menghilangkan stres menurut penelitian para ahli, aquarium yang ditata sedemikian rupa atau biasa disebut aquascape sangat cocok sekali untuk dijadikan hiasan dirumah karena tampilan yang indah dan sangat memanjakan mata.
Ikan hias yang tadinya hanya disukai oleh beberapa kalangan saja saat ini sudah mulai berkembang pangsa pasarnya sehingga mendorong tumbuhnya minat orang-orang menjadi pedagang ikan hias serta perlengkapan aquarium lainnya dan juga banyak yang mulai membudidayakan ikan hias air tawar berbagai jenis.
Hal ini yang menjadi alasan dinas kelautan dan perikanan khususnya di kota Bandarlampung membuat program bantuan sarana dan prasarana untuk pembudidayaan ikan hias. Ditemui di kantor dinas kelautan dan perikanan Rachmatsyah. S.P.i Kasi Sarana Prasarana dinas kelautan dan perikanan kota Bandarlampung mewakili Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan kota Bandarlampung disela – sela kesibukannya menjelaskan program bantuan ini sudah berjalan selama tiga tahun dan sudah ada dua kelompok yang mendapatkan bantuan diantaranya Jagadu Betta dari Jagabaya dan Saung Betta dari Gunung Sulah.


Rachmat menjelaskan adapun bantuan yang diberikan adalah dibuatkan kolam semen permanen, tempat penampungan air, mesin air, sepasang indukan , pakan dan apabila belum ada listrik akan dipasangkan serta sarana dan prasarana penunjang lainnya.
Aribima selaku koordinator penyuluhan menambahkan selain bantuan tersebut dinas kelautan dan perikanan kota juga memberikan penyuluhan untuk mengedukasi para pembudidaya ikan hias air tawar agar lebih profesional dalam membudidayakan komoditi yang punya nilai ekonomi sangat tinggi. Sehingga para pembudidaya bisa memaksimalkan hasil budidaya dan tentunya akan taraf perekonomian anggota kelompok tersebut.
Namun minimnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendataan dan penyuluhan menjadi kendala bagi Aribima dan team penyuluhan dilapangan. Sangat mereka melakukan pendataan dan memberikan penyuluhan respon masyarakat sangat minim dan terkesan cuek , sedangkan data sangat dibutuhkan oleh dinas terkait pemberian bantuan itu sendiri tambah Aribima.

Aribima berharap kedepannya masyarakat bisa lebih welcome dengan kedatangan kami agar pendataan dan edukasi yang kami berikan lebih maksimal karena feedback dari kegiatan ini mereka juga yang merasakan kami dari dinas hanya ingin agar kegiatan yang mereka lakukan jauh lebih profesional sesuai standar yang ada dan mendapatkan hasil yang maksimal serta ketika pemerintah membuat program bantuan mereka akan mendapatkan itu karena kelompok mereka sudah sesuai standar yang berlaku.(Adietcahya)
