Punggawa BnR Kalimantan Timur (Kaltim) yang di Ketuai oleh Yudha Tri, Badink Ben Arfa sebagai Divisi EO, Yudi Pratomo bertindak Bendahara, Dudy Kordinator Penjurian dan Arief Nur Cahyo sebagai Dewan Pengawas terus menunjukkan kesolidannya sampai saat ini sejak di kukuhkan langsung oleh Founding Father juga Owner BnR Indonesia yaitu Bang Boy, pada 9 Oktober 2024 silam di Balikpapan.
Kesolidan itu juga selalu ditunjukkan baik didalam lapangan ataupun diarena lomba. Rasa kekeluargaan juga terus dibangun oleh Yudha Tri bersama tim. Hal ini bisa dilihat saat media ini menemui punggawa BnR Kaltim disalah satu sudut Kafe Balikpapan Baru juga dengan personil terbaiknya.
“Kebetulan pas tidak ada kegiatan jadi kita bisa ngumpul bersamaan mas, sekaligus membahas kegiatan yang akan datang, hanya mas Dudy Divisi Penjurian yang berhalangan karena ada kesibukan lainnyan,” ungkap Yudha Tri.
Meski tergolong solid dan kompak namun ditambahkan oleh Yudha Tri masih ada kendala dalam jumlah tim Juri yang ada sekitar 8 orang dengan rutin berlomba 2 gantangan. “Idealnya kami harus mempunyai Juri sekitar 15an orang karena jumlah 8 orang ini sangat ngepres, Mengingat teman – teman kita juga aktif bekerja semua belum nanti kalau berhalangan hadir karena keperluan lain ataupun sakit,” tambahnya.

Dari obrolan ringan itu Ketua BnR Kaltim menceritakan beberapa agenda yang sudah berjalan rutin seperti Latber regular harian Selasa dan Sabtu sedangkan untuk Mingguan bergantyian dengan gantangan lainnya. Dan sampai saat ini BnR Kaltim sudah memiliki 2 Gantangan resmi yaitu di Kampung Timur dan Graha Istimewa (GRIST) Balikpapan. Kalau tidak halangan yang berarti untuk agenda lomba besar BnR Kaltim merencanakan di bulan November 2025 di Halaman Tennis Indoor Balikpapan.
Namun lanjut Badink sebagai Divisi EO tidak menutup kemungkinan bendera BnR akan terus dikembangkan ke daerah lain dengan lomba di kota – kota tetangga. “Memang rencananya seperti itu bisa main ke Tenggarong, Samarinda, Bontang ataupun Sangatta. Karena BnR juga label Nasional tentunya pakem kita ya standar Nasional. Akan tetapi masih ada beberapa kendala sehingga keinginan untuk tour itu belum bisa terealisasi,” jelas Badink.
Dari segi kas keuangan BnR Yudi Pratomo mengatakan sampai saat ini masih sehat. Kemasan – kemasn lomba yang ditawarkan rata – rata banyak di minati peserta padahal ini baru latber harian, untuk mingguan juga mengikuti pasar yang ada. “Kalau masalah kemasan kita melihat pasar yang ada, kami juga aktif menggandeng komunitas – komunitas tujuannya supaya sama – sama meramaikan hobi burung ini,” tutupnya./// afd


