
Semarang (MediaBnR.Com) – Gelaran Konkrus Perkutut tingkat nasional Pariwisata Cup yang diadakan di Pulau Dewata Bali bulan lalu, menyisakan cerita manis bagi Team Grand Master Surabaya, dimana jagoan terbaiknya yang bernama Siaga 1 mampu tampil bagus dan tampil sebagai juara pertama di kelas bergengsi Dewasa Senior. Trophy juara 1 di Bali merupakan trophy champion kali ke-2 bagi Siaga 1 setelah sebelumnya juga berjaya di Kota Solo sekitar awal tahun lalu.
Penampilan Siaga 1 di Bali bisa dikatakan menjadi penampilan terbaiknya. Dari suara depan, suara tengah, suara ujung,

hingga irama, semuanya mampu dibawakan dengan indah dan serasi. Jadi wajar kalau saat itu tak satupun kontestan lainnya yang mampu mengungguli perolehan poin jawara bergelang Ring Terminal Surabaya ini.
Menurut Anang Teratai selaku pengamat perkututan tanah air, kemenangan Siaga 1 memang hanya menunggu waktu saja. “Untuk saat ini tidak ada perkutut bersuara seindah Siaga 1, mau diadu one by one dengan jawara manapun Siaga 1 tidak mungkin kalah,” tegas Anang.
Menjadi juara di Bali secara tidak langsung mendongkrak nilai jual Siaga 1. Bisa dikatakan harga Siaga 1 kini naik hingga tembus diangka 500 juta rupiah. Meski tawaran banyak yang masuk namun Koh Tiekgwan pemilik Siaga 1 belum merasa cocok. Untuk itu dirinya masih berpikir untuk memasukan ke kandang ternak saja, hingga menunggu harga yang pas, dan posisi Siaga 1 yang saat ini memang ACDC alias untuk lomba sambil di ternak.
Selamat buat siaga 1 semoga terus mengukir prestasi gemilang di kancah perkutut nasional. (An/Red)


