
Semarang (MediaBnR.Com) – Gelaran lomba burung berkicau bertajuk Festival of Agriculture Cup 2016 garapan Mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro Semarang, meski bebarengan dengan gelaran yang sama namun antusias peserta sangat luar biasa, Minggu (25/9). Terbukti, hampir 80 % kicaumania yang hadir dari luar kota seperti Purwodadi, Rembang, Kudus, Salatiga, Boyolali dan sekitarnya. “Ada serangkaian acara dalam menyambut mahasiswa baru (maba) Fakultas Peternakan dan Fakultas Pertanian Undip Semarang dan puncaknya adalah gelaran lomba burung ini. Kita ambil lomba burung selain yang mengena dengan bidang kita juga kita melihat lomba burung lebih luas komunitasnya dan terutama pelestarian satwa yakni breeding burung,” papar Havidz Kurniawan sebagai ketua Festival Agriculture Cup 2016 yang saat ini menginjak semester V berasal dari Kota Malang.
Hendy Josh dalam kesempatan ini benar-benar memperoleh peruntungan dengan raihan jawara utama dari dua jenis gaco yang dibawanya di kelas murai batu (Rajaku dan Werkudoro). Sedangkan di kelas cucak hijau, ia cuatkan Anggelo. Kedua jenis burung tersebut menduduki kelas utama dan berhasil diraihnya. “Rajaku tampil aktraktif dengan full ngeplai happy dengan bongkaran isian bervariasi menonjol di senjata cililin, belalang, rio-rio, dan srindit. Nampak menonjol sendiri. Selain itu, kita juga moncerkan Werkudoro dan Anggelo dengan gaya full ngentrok jambul tampak mentereng sendiri,” ucap Bambang Lodoyo yang mengawal gaco milik Joss BF Semarang.

Memperoleh peruntungan yang sama namun beda kelas, Sonny Lie Mistyc SF yang lama vakum di gelaran lomba burung berkicau, kini mendadak muncul dan berhasil menguasai kelas cendet dengan andalkan Bazooka dan Amak Bajang di kelas kacer. “Sengaja saya turun di gelaran ini sebagai pemanasan sebelum berangkat ke Presiden Cup IV Jakarta karena lama beberapa burung jagoan jarang saya turunkan lomba. Alhasil, meski demikian tidak lupa bertarung di dalam gantangan dan mental masih terjaga,” ungkap Sonny Lie rencana akan membawa Bazoka.
Di kelas cendet juga berhasil beraksi jago perwakilan Pandanaran SF dengan tunjukkan Gattuso milik Andra di peringkat ke-3 besar.
Jenderal berhasil cuatkan nama Priangan SF milik Herliansyah R dengan sukses merebut tahta tertinggi di Kelas Kenari Magister. Selain itu, juga moncer di kelas kacer andalkan Black Jack dengan tipe ngerol kembang dengan diselipi tembakan tengkek dan love bird. “Jenderal sengaja kita mainkan sekali saja. Alhamdulillah tadi kerjanya ngedur dengan durasi panjang ditunjang gayanya begitu mewah sehingga mampu mencuri perhatian semua juri yang bertugas,” terang Danis yang konsen di kelas kacer.
Masih di kelas kacer, berhasil diduduki oleh Sakti milik Arief Durian 46 Semarang dengan tampil on fire di semua kelas. “Sakti tampil lebih garang setelah menjalani proses mabung yang sangat lama. Juga kita bawa kenari kalitan milik Deny “gdk” bernama Sanjaya dengan payung yang sama dari Durian 46 SMG,” ucap Danang kepada wartawan BnR.
Lama tidak muncul, nama Ekaliza team di gelaran ini langsung bikin heboh dengan tunjukkan jagonya di kelas love bird dengan cuatkan Manohara yang berhasil sapu bersih semua kelas yang ada hingga meraih hattrick. Juga hadir kicaumania dari Kota Purwodadi yaitu Toet-Toet BC peraih juara 3 besar di antaranya di kelas love bird (Salju milik Raffa), cucak hijau Simon dengan menang nyeri yang kesemuanya masuk sebagai Duta Dandim Cup Purwodadi.
Terjadi kesan mengharukan di gelaran ini yaitu di kelas murai borneo dari berbagai bendera akhirnya bisa bersatu untuk pertama kalinya di tempat ini. Saling guyub rukun, saling mensupport dan saling menerima kemenangan ataupun kekalahan dalam suatu kompetisi. Dari team Bosgan berhasil kuasai kelasnya andalkan Blank’On milik Hendrik Bosgan Salatiga dan disusul oleh Tessi milik tinus Bomac Salatiga dan ditutup oleh Rangkuti polesan Choirul Bosgan Holic Ambarawa. “Saya yakin dengan bisa bersatunya semua komunitas murai borneo seperti sekarang ini akan mengangkat pamor murai borneo yang selama ini hanya dipandang sebelah mata. Dengan adanya Bosgan, Bomac dan Kombat’s bisa benar-benar mendudukan kelas murai borneo sama dengan kelas murai batu lainnya,” ungkap Anjar Supriyanto sebagai Ketua Bosgan Salatiga.
“Kami atas nama mahasiswa FPP Undip Semarang sebagai penyelenggara acara ini berterimakasih kepada seluruh kicaumania Jawa tengah yang telah hadir di gelaran kita ini hingga sukses. Sungguh luar biasa di luar bayangan kita peserta hampir full di semua sesi. Tak lupa kami juga memohon maaf jika masih banyak kekurangan dalam dalam penyajian kami ini merupakan pengalaman berharga kita untuk kedepan kita akan benahi dari semua kekurangan yang ada. Mohon saran dan kritik karena acara ini merupakan agenda tahunan kami,” terang Hendy Maulana sebagai koordinator lomba kicau burung. (LamBanK)
BACA JUGA: Daftar Juara Festival Of Agriculture CUP 2016 (25/9/2016)
GALERI:










