Rekayasa Breeding Kenari, Telur Yorkshire Dierami ‘Babu’ Peternak

Fafa Choerudin Pencetak Yorkshire Handal (Foto: Dok. MediaBnR.com)

Jual burung kini sudah sistem inden. Saat sepasang burung kawin, pembeli sudah memesan anaknya kepada peternak. Pembeli memberi uang panjar (down payment). Kalau burung tak bertelur, atau bertelur tapi tak menetas, atau menetas tapi mati, uang dikembalikan.

Cara ini sudah dilakukan di peternakan milik Fafa Choerudin di Kiaracondong, Bandung, Jawa Barat. Ia sudah 11 tahun beternak kenari. Kini ia kosentrasi beternak kenari jenis Yorkshire (YS), dengan cara penjualan inden.

Fafa Choerudin Pencetak Yorkshire Handal (Foto: Dok. MediaBnR.com)
Fafa Choerudin Pencetak Yorkshire Handal (Foto: Dok. MediaBnR.com)

“Dengan cara ini pembeli puas. Sebab, mereka tahu siapa orang tua si burung yang akan dibeli. Sebab, indukan menentukan kualitas anakan,” tuturnya kepada wartawan BnR.

Di peternakannya kini ada 21 kandang yang masing-masing diisi sepasang di sana konsumen bisa memilih induk yang akan diternakkan. “Saat itu kami memberitahu nomor ring buat anakan yang dipesan,” katanya. Maka, begitu anakan menetas, beberapa hari kemudian di kakinya dipasang ring sesuai pesanan.

Sepasang Indukan Yorkshire (Foto: Dok. MediaBnR.com)
Sepasang Indukan Yorkshire (Foto: Dok. MediaBnR.com)

“Catatan kelahiran dari tiap-tiap kandang, selalu tercatat. Bilamana, ada pesanan yang telah dipasang ring ternyata burungnya mati, maka bisa dilakukan pemesanan baru atau uang kami kembalikan,” tuturnya. Itulah pelayanan yang diberikan breeder saat ini.

Kualitas Indukan

Saat ini Fafa mengawinkan yorkshire dengan sejenisnya. Ada juga yorkshire dengan bernerd, atau yorkshire dengan lancaster. Semua jenis burung ini asalnya impor. Namun, kini sudah banyak diternakkan di tanah air.

Kualitas yorkshire lokal sudah tak kalah dibanding impor. “Kami memilih bibit yorkshire pilihan dari induk berkualitas. Baik kualitas suara, maupun badannya yang besar,” katanya.

Rekayasa Bisnis

“Setelah perkawinan berhasil, biasanya 6 hari kemudian akan bertelur. Setelah itu telur dierami selama dua pekan. Setelah menetas, diloloh indukan selama 10 hari. Kemudian anakan dicabut untuk diloloh perawat (manusia).

Loloh Sendiri (Foto: Dok. MediaBnR.com)
Loloh Sendiri (Foto: Dok. MediaBnR.com)

Proses pelolohan oleh manusia, dilakukan sampai piyik bisa makan sendiri, biasanya sampai sekitar 1 ½ bulan. “Cara pelolohan, disesuaikan dengan usia burung, untuk piyik makanannya merupakan adonan sendiri,” papar Fafa.

Anakan Umur 2 Bulan (Foto: Dok. MediaBnR.com)
Anakan Umur 2 Bulan (Foto: Dok. MediaBnR.com)

Uniknya, pengeraman dilakukan bukan oleh yorshire, tetapi ‘babu’ (jenis kenari lokal yang membantu untuk mengeraminya). Ini sebenarnya rekayasa untuk efisiensi bisnis. Jika yorkshire yang mengerami, maka peternak beranggapan bahwa waktunya bakal banyak terbuang.

Sebaliknya, telur yorkshire dierami ‘babu’, maka yorkshire unggulan bisa kawin lagi. Sehingga bisa cepat bertelur lagi, telurnya dierami ‘babu’ lagi, sehingga duit lebih cepat masuk ke kantong peternaknya.

Dengan cara itu induk Yorkshire bisa bertelur dua kali dalam sebulan. Biasanya hanya sekali. Percepatan waktu ini menjadi perhitungan bisnis bagi peternak.

Namun, agar ‘babu’ bisa mengerami telur yorkshire, maka ‘babu’ juga harus dikawinkan, sehingga bertelur. Ketika ‘babu’ masuk masa mengerami, telurnya diganti dengan telur yorkshire. Saat telur menetas, mungkin saja babu kaget melihat anaknya yang tidak sama dengan sang induk. Tapi, ini tidak masuk dalam bahasan peternak.

Yang terpenting bagi peternak adalah, dengan cara itu sepasang yorkshire dalam sebulan bisa menghasilkan delapan butir telur. Sedangkan dengan cara biasa hanya empat butir telur. Jika semua telur menetas, maka penghasilan peternak naik 100 persen dibanding dengan cara konvensional.

Piyik dan Telur Yorkshire (Foto: Dok. MediaBnR.com)
Piyik dan Telur Yorkshire (Foto: Dok. MediaBnR.com)

Apa kendalanya? “Kini sudah tak ada kendala yang berarti,” jawabnya. Namun, ia memberikan tips kepada peternak atau calon peternak bahwa pemberian pakan merupakan kunci keberhasilan peternak.

Pakan yang diberikan Fafa merupakan racikan sendiri. Bahannya antara lain, biji lobak, sosin, havermut, sawi, niger seed, lin seed, canary seed, telur ayam dan fumayen (hem seed).

Untuk extra fooding diberikan, tepung roti bikinan sendiri. Cara pembuatan tepung roti antaralain, roti fresh dikeringkan dengan cara di oven atau dijemur, setelah itu dibubukan atau dihancurkan, kemudian dicampur dengan telur ayam kampung, vitamin, fumayen, tepung havermut dan niger.

Penyajiannya, dalam sehari harus habis, bilamana dalam sehari tidak habis, makanan tersebut diganti atau dibuang, itu pun berlaku untuk pemberian sosin. Air minum, mutlak setiap hari harus diganti dengan yang baru atau bersih.

Spesial, itulah yang tergambar dari hasil anakan ternak produksi Fafa. Meski harus menunggu, calon konsumen rela bersabar diri, demi mendapatkan hasil ternakan spesial tersebut. Untuk kerja keras dan pengalamannya selama ini menekuni breeding yorkshire, Fafa pantas memetik hasil dari buah yang ditanamnya. Kesungguhan, dedikasi, dan kejujuran, merupakan kiat sederhananya dalam menapaki jenjang perjalanan karier breeding-nya.(Ricky/Red)