
MediaBnR – Road To Anniversary KAW Team diserbu kicaumania dari berbagai daerah di Jabodetabek dan beberapa diantaranya dari luar kota. Tak ubahnya seperti even Nasional, sejumlah kicaumania papan atas pun turut hadir diantaranya H.Sadat, Umi kasum, Erwan JGC, H.Budiono, Mr.Triyono Mutiara dan Mr.Narto Bapak Kacer di Lapangan Prasetya Pondok Gede Bekasi, Minggu 22 November 2020.

Kehadiran kicaumania Nasional lantas membuat even ini jadi menarik hingga membuat persaingan semakin sengit, khususnya di kelas – kelas bergengsi. Sebut saja Murai Batu yang menjadi kelas paling bergengsi pada even tersebut. Di kelas pembuka Bekasi Hebat, Atago milik Erik ML asli Bojonegoro membuka kemenangan disesi pembuka. Diatas gantangan 48, Atago tampil dominan dan unggul di peringkat pertama. “Atago baru dua bulan pindah ke Ibukota, burung ini dulunya milik Abah Catur Sidoarjo bernama Timbul,” ungkap Erik ML.

Persaingan kembali memanas saat kembali gantang di kelas utama BnR Indonesia. Diikuti 22 peserta dari kuota 25 gantangan, sesi ini mayoritas diikuti burung – burung hebat. Banaspati milik Redjo Arjuno tampil mengejutkan dan mampu menggeser dominasi peserta lain dan duduk diperingkat pertama. “Banaspati baru pertama kali diturunkan di tiket besar, sebelumnya hanya turun di latpres dan regionalan saja,” ujar Redjo. Sementara di peringkat runner up ditempati MB Nabawi dan Pangeran ke-3.

Disesi berikutnya tiket utama BnR Prasetya Ring 36G & non Ring berhasil diborong Murai Batu Pangeran milik Edy PLN 279 team. Aksi Pangeran terbilang ciamik dan tampil lebih stabil dibanding sesi awal. Durasi kerjanya nyaris tak ada jeda, tonjolan materi dan volumenya tembus. Tak heran, didua kelas tersebut di babat habis oleh Pangeran. “Sesi pertama memang agak kurang hot, namun masih bisa bersaing dan masuk 3 besar. Semoga terus stabil di even berikutnya,” ucap Akrom salah satu punggawa 279 Team.

Selain burung Murai Batu, beberapa kelas lainnya juga tak kalah seru. Diantaranya kelas Kacer dan Cucak Hijau juga berlangsung sengit. Sementara kelas komunitas seperti, Kolibri, Branjangan, Prenjak dan Cipow juga dijubeli peserta dan sukses menjadi salah satu unsur penting yang turut andil meramaikan even ini.

Lomba sempat terjeda karena diguyur hujan, meski demikian acara bisa selesai lebih awal dan tidak sampai malam. “Alhamdullilah lombanya berjalan lancar, meski sempat diguyur hujan. Kami mengapresiasi semangat kicaumania, khususnya yang datang ke even ini. Mohon maaf jika masih ada kekuarangannya,” pungkas Bang Odel mewakili panitia. *ikrom





