Road To Prescup VI Magelang

Media BnR-Magelang, Penerapan standart protokol kesehatan menjadi salah satu faktor yang sangat diperhatikan di masa pandemi ini, diantaranya bagi para EO penyelenggara lomba burung berkicau yang berpotensi cukup besar dalam menghadirkan kerumunan masa. Namun dengan rasa kepedulian yang tinggi akan hal tersebut, pastinya semua dapat dilakukan. Dan ini dibuktikan oleh panitia gelaran lomba Road To Piala Presiden Cup VI komando Adam Jamkid yang berkolaborasi dengan OBI Magelang pada helatan hari Minggu (7/3/21) lalu, di lokasi Gantangan Joglo BC, Kampung Wisata Jamkid-Mungkid.
Dimana lomba tersebut dikawal langsung dengan pengawasan ketat oleh pihak-pihak berwenang setempat serta Tim Gugus Covid 19 yang begitu kompeten mensosialisasikan prokes kepada warga dan seluruh peserta yang hadir untuk dapat melakukan semua point tahap terpentingnya seperti cek suhu badan, wajib masker, cuci tangan, dan tentunya jaga jarak aman satu sama lain.
“ Semoga gelaran ini bisa menjadi salah satu bukti bahwa lomba burung berkicau tetap dapat kita selenggarakan di masa pandemi ini, tentunya dengan tetap ketat mematuhi prokes dan wajib menyediakan semua fasilitas pendukungnya. Meskipun sekiranya dipandang tidak seberapa tetapi lewat gelaran lomba burung berkicau ini kita dapat kembali membantu membangkitkan perekonomian masyarakat,” ungkap Adam Jamkid mewakili panitia didampingi Agung Q-Pit perwakilan OBI Magelang.

Dari sebegitu ketatnya aturan prokes tersebut di atas ternyata juga membawa dampak positif dalam lomba burung berkicau dimana pemakaian masker juga dapat menghambat teriakan penonton, selain itu jaga jarak dan dilarang berkerumun juga dapat membuat tim juri lebih fokus dalam bertugas menentukan para jawara, dan tentunya secara otomatis peserta pun puas akan hasilnya.

Para jawara tersebut diantaranya adalah Matahari Sakti besutan Sigit KM-Kedung Mulyo SF Klaten kawalan Teddy yang hari ini tetap terlihat perkasa menorehkan prestasi nyaris double winner meskipun hadir tanpa persiapan dan menjadikan laga ini sebagai ajang pemanasan menghadapi lomba kolosal Valentine yang bakal dilakoninya pekan depan. “ Settingan harian saja untuk warming up MS menuju lombanya yang sebenarnya dihari Minggu depan,” pungkas Teddy.

Hal tersebut juga dilakukan oleh Robert Pantau-RP SF Jogja, dimana laga ini dijadikan laga buang birahi untuk salah satu gaco andalannya dikelas anis merah, yakni Ra Umum yang dengan polesan apa adanya masih tetap sangar mengeksplore kualitas wahidnya hingga sukses menyabet podium double winner. “ Ngecas bareng aja sama temen-temen aniser lainnya untuk menjaga kestabilan kondisi amunisi. Ya, biar bisa lebih ngecune lagi performanya Minggu depan di Valentine,” jelas Riko sang mekanik.

Sementara bagi tim Neyra 0721 Semarang gelaran ini justru menjadi ajang pembuktian kualitas amunisi andalannya dipartai neraka yang dihadiri lovebird-lovebird papan atas Nasional, yakni Begal yang hari ini memang sangat mencuri perhatian kesekian banyak pasang mata baik dari tim juri maupun para peserta lainnya yang melihat langsung aksinya di atas gantangan. Balutan materi sempurna dengan volume keras, durasi tembak panjang, serta durasi kerja awal-akhir nyaris tanpa jedanya sukses memboyong podium juara 1 sesi utama lovebird Prescup, juara 1 sesi BnR, juara 3 kalah tos nogan terkecil dengan point sama (kandidat juara 1,2,3) disesi Joglo, dan juara 3 dengan selisih cukup tipis disesi Magelang.
“ Ini baru lombaaaaa, yang bener-bener menilai kualitas burung real di lapangan,” cetus Shrex Van Java sang mekanik yang ternyata di lokasi telah menolak penawaran pinangan sebesar 65 juta dari salah satu kontestan lain yang juga ikut berlomba dan malah terkesima melihat kualitas kinerja stabil Begal di ke-4 sesi kelas lovebird umum yang dilakoninya.

Sementara Topik NPR pemilik kacer jawara bernama Tsunami yang cukup lama menepi dari perlombaan, hari ini terlihat berbaur lagi menjalin tali silaturahmi dengan rekan-rekan kicaumania di arena dan tentunya bersama amunisi andalannya tersebut. Meski lama tidak berlaga kualitas sejati Tsunami tidak luntur, dan bahkan tambah menggila lewat muntahan cacahan tembakan lagu isiannya yang berpower keras ditopang gaya tarung serta durasi aktif kerjanya untuk sukses menorehkan predikat juara double winner di sesi kelas kacer BnR dan Magelang. “ Penawaran Tsunami masih terhenti di angka 60 juta dimasa pandemi ini, ya mungkin sangat berpengaruh karena tidak ada lomba besar, kan aturannya memang seperti itu saat ini, tapi kalau ada yang berani 80 juta akan saya lepas,” paparnya.

Sama halnya dengan H. Arief yang juga kembali tampak hadir memeriahkan ajang lomba burung berkicau setelah cukup lama menepi karena kesibukan pekerjaannya. Kali ini punggawa KFM SF asal kota Semarang ini menurunkan salah satu koleksi jawaranya dikelas cucak hijau, yakni Paku Alam yang pekan lalu sudah melalui uji warming up di gelaran lomba Road To Piala Candi Prambanan-Batang untuk bertengger di podium juara 2 kelas utama. Dan siang ini namanya juga kembali menempati podium runner up 2 kali dikelas utama Prescup dan Joglo. “ Sepertinya Dewi Fortuna belum begitu memihak kepada Paku Alam, masak 2 kali dapet juara 2 terus hanya karena kalah tos nomer gantangan terkecil dengan koncer bendera yang selalu sama dengan juaranya. Ya, rejekinya baru segitu hari ini,” jelas H. Arief sedikit menyayangkan.

Di kelas jamtrok bongkar materi lagu isian ini nama Barokah milik Purbo-Seturan 94 Jogja juga ikut serta berperan menorehkan prestasi, terutama disesi kelas cucak hijau Joglo dimana namanya tertulis sebagai sang jawara. Kemudian saat adu kualitas dikelas utama Prescup, Barokah kembali bertengger di podium juara 3. (kiky)


