Robert Pantau Peduli Covid-19 Feat BnR

MediaBnR-Magelang, Perjuangan panjang Robert Pantau sebagai sosok penggagas acara demi tujuan mulianya untuk dapat menggiatkan kembali ekonomi kreatif masyarakat, terbayar lunas lewat suksesnya gelaran lomba burung berkicau Robert Pantau I Peduli Covid-19 Feat BnR yang dihelat pada hari Minggu (9/8) di lokasi GOR Samapta, Sanden-Magelang.

Persiapan serta persyaratan yang pastinya lebih berat kala mengadakan kegiatan massa ditengah pandemi ini mampu dipenuhi sepenuhnya oleh pihak panitia komando Agung Qpit (Ketua Panitia) dan Tobil Nanang Kusuma (Ketua Pelaksana). Berkat kegigihan panitia dalam bekerja sama hingga pada hari H, lomba yang hasil keseluruhannya bakal disumbangkan kepada korban terdampak covid-19 ini sukses terselenggara dengan lancar sesuai SOP protokol kesehatan dari Pemerintah dan bahkan berhasil mengumpulkan dana cukup besar yakni senilai Rp 100.050.000,-.
Besarnya total dana ini tak lepas dari sumbangsih kicaumania dari berbagai penjuru wilayah dimana tercatat sebanyak 1187 peserta yang berpartisipasi mengikuti 24 sesi kelas yang ada. “ Tujuannya baik dan kami yakin semuanya akan dilancarkan. Meskipun dalam perjalanannya banyak sekali pro-kontra, kami sangat menyadari akan hal itu karena memang kondisinya yang masih seperti ini. Tapi semuanya dapat terselesaikan dengan baik hingga pada puncak pelaksanaannya hari ini. Terimakasih kepada Pemerintah kota Magelang, Kepolisian, masyarakat sekitar, sponsorship, pihak terkait yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu, dan tentunya seluruh rekan-rekan kicaumania yang telah hadir mensupport,” ungkap Mr. Robert Pantau didampingi Agung Qpit dan Tobil Nanang Kusuma.

Suksesnya lomba hari ini diiringi pula kepuasan kicaumania menikmati fair play penjurian tim Juri BnR Indonesia yang ketat bertugas mengawal gelaran. Beberapa jawara yang terlahir diantaranya adalah Yoko, amunisi sarat prestasi milik H. Arief KFM SF Semarang yang lewat penampilan dahsyatnya berhasil menaklukkan panasnya atmosfir persaingan para jawara papan atas kelas utama ditiket termahal murai batu Robert Pantau. “ Alhamdulillah, super sekali performa Yoko tadi. Ia berhasil membuktikan kualitas sejatinya yang tak bisa dipandang sebelah mata saja oleh para senior-seniornya dikancah nasional. Bahagia tapi juga sedikit kecewa, karena sayang sekali untuk dua kelas selanjutnya Yoko tidak kebagian tiket, jadi tidak bisa main lagi padahal kondisinya masih onfire,” pungkas H. Arief ditemani crew yang bersiap untuk pulang lebih awal.

Podium runner up dikelas paling bergengsi ini sukses diduduki oleh salah satu kandidat nasional yang track record prestasi dan kualitasnya juga bukan kaleng-kaleng, yaitu Gaston milik Onie PG punggawa Mar 19 Team asal kota Pekalongan yang pada laga Klaten Vaganza feat Radja lalu juga mentereng di podium terbaik lewat bongkaran materinya yang memang di atas rata-rata. Tak hanya Gaston, koleksi amunisinya dikelas cucak hijau juga tak mau ketinggalan menorehkan prestasi membanggakan, yakni X-Pander yang berhasil mutlak memenangi podium disesi utama cucak hijau LBC lewat tampilan memukaunya. Demikian halnya dengan Barometer, cendet besutannya yang juga nyaris tampil di podium terbaik sebagai runner up saat berlaga disesi Grand Senyum Hotel.

Rival Yoko salah satu murai batu kawakan asal kota Semarang, yakni Petox’s milik Mr. Dono Pandawa SF juga ikut ambil bagian dalam menorehkan tinta emas kemenangannya terutama saat bersaing disesi Queen Of The South untuk tampil sebagai yang terbaik. “ Alhamdulillah, performa Petox’s pasca mabung sudah mulai menemukan ritme permainannya kembali, semoga dapat terus stabil mengulang prestasi seperti sebelumnya,” ujar Heri Purwanto sang putra.

Pinokio, lovebird jebolan markas penangkaran Cahaya Perdana SF Semarang milik Mr. Iwan CP juga tampil sebagai bintang lapangan di lomba ini lewat raihan kemenangan double winner. “ Sebenernya ini burung sudah lama, dulunya kita pakai untuk pasangan sang legend Lenka. Tapi baru kemarin-kemarin itu kita orbitkan begitu keluar aturan kelas fighter. Pinokio, jantan gacor fighter siap meramaikan persaingan,” cetus Panjul CP sang arsitek.

Masih mengenai gacoan asal kota Atlas, kali ini giliran kelas hwamei dimeriahkan oleh kehadiran amunisi andalan milik Tristan Kabel Jaya dari Wamby Semarang Team bernama Buldoser yang juga ikut ambil bagian. Turun diputaran pertama sesi hwamei LBC, balutan aksi bongkar variasi lagu serta powernya yang tembus sukses membawa Buldoser ke puncak podium juara 1, kemudian berlanjut ke putaran kedua dimana aksi stabilnya juga kembali diapresiasi positif oleh tim juri untuk berbagi bendera koncer A dan dinobatkan sebagai juara 3 sesi hwamei Queen Of The South.

“ Buldoser gacoan baru sih, awalnya dulu saya ambil dari temen importir yang nurunin Buldoser langsung dari Vietnam. Perdana saya uji lapangan ke lomba Pradana BC Klaten finish podium 3 dan 4, kemudian ke gelaran New Normal Sragen point juara 3 juga. Mengantongi bekal prestasi di awal-awal penampilan Buldoser itu saya tekadkan untuk melawat ajang Radja Cup Cibubur, Puji syukur namanya kembali membanggakan untuk memboyong pulang tropy juara 2. Hari ini ia menambah pundi-pundi kemenangannya di Magelang untuk mengoleksi juara 1 dan 3 lagi. Rencana selanjutnya akan saya persiapkan lagi untuk Buldoser melawat event PBI Sragen dan Sobat DF, semoga bisa terus stabil menduduki tahta juara,” jelas Mr. Brian sang punggawa.
Dikelas ini juga dihadiri duet amunisi milik Mr. Paul Intan-Royal Merapi Klaten, yakni Kyoto dan Hiroshima. Keduanya seakan tak mau mensia-siakan kesempatan emas untuk kembali menorehkan prestasi pasca libur pandemi, dimana Hiroshima langsung nyaris sukses menyabet double winner disusul Kyoto yang membayanginya di podium runner up. Amunisi lainnya juga ikut mewarnai tahta juara, diantaranya Starling yang moncer di podium 2,3,4 dikelas anis merah, dan Toscana yang juga andil merepotkan dikelas cucak hijau.

Salah satu amunisi jawara koleksi Mr. Priyanto Jogja yang diberi nama Tombo Ati sukses mendominasi kompetisi full gantangan disesi anis merah Queen Of The South untuk kembali menambah pundi-pundi prestasinya. Tipikal tarungnya yang extreme mentok rebah kanan-kiri sembari aktif memuntahkan variasi lagu isian komplit dengan power dahsyat tak mampu dibendung oleh rival lainnya.

Kandidat jawara di kelas anis merah ini juga diwarnai oleh aksi jagoan milik Mr. Ekaliza punggawa Ekaliza Team Semarang yang pada ketiga sesi pertarungannya berhasil menduduki podium 2,5,6, yakni Jaguar. Meski tanpa pengawalan langsung sang empunya Jaguar masih terlihat tangguh dalam beraksi, balutan materi mumpuninya tetap tereksplore sempurna di atas gantangan. “ Silaturahmi yang terpenting, apalagi sudah lama juga tidak lomba, kangen temen-temen juga pastinya,” pungkas Agvin sang mekanik.

Nama besar Taxi, gaco kacer fenomenal milik Mr. Hendra Jepang asal kota Gombong yang track record prestasinya sudah mencapai level tertinggi di BnR Award Cibubur lalu, hari ini juga kembali membuktikan kualitas sejatinya untuk dapat tampil sebagai yang terbaik dikelas kacer Queen Of The South.

Mengiringi kesuksesan Taxi, Camry debutan Mr. Joko punggawa Kapal Oleng SF Temanggung juga tampil maksimal untuk menyabet podium runner up lewat tontonan aksinya yang benar-benar memukau tim juri maupun penonton, roll speed bongkar materi isian dahsyat ditopang volume tembus dan gaya tarung yang konsisten awal-akhir. Selain Camry, sang nahkoda juga mngusung salah satu koleksi gacoannya dikelas kenari, yaitu Tri Datu yang juga tampil cukup eksotis untuk melengkapi kemenangan partnernya di podium runner up.

Moment special terjadi ditengah ramainya kompetisi hari ini, dimana Mr. Robert Pantau mentake over 2 burung murai batu sekaligus seusai melakukan pantauannya dikelas burung tersebut. Salah satunya adalah Siluman gacoan milik Decky RGN yang sukses menyabet prestasi nyeri runner up dengan nominal harga Rp 127.500.000,- dan juga Samurai alias Kawaguci Jr 04 hasil tangkaran Mr. King Tangerang yang aksinya cukup merepotkan persaingan meskipun usianya baru menginjak 1,5 th ini dengan mahar Rp 75.000.000,-. “ Semoga menjadi penyemangat teman-teman kicaumania di luar sana untuk terus bersemangat mencetak calon-calon jawara selanjutnya,” cetusnya.

Diakhir gelaran, Agung Qpit mewakili seluruh jajaran panitia dan tim juri yang bertugas menyampaikan terimakasih kepada seluruh kicaumania atas partisipasi dan dukungannya serta memohon maaf atas segala kekurangan yang ada. “ Sampai jumpa di gelaran Robert Pantau II di kota yang berbeda, yang tak kalah seru, dan yang selalu heboh tentunya. Jangan lupa…., lomba itu harus bahagia kawan,” tutup Mr. Robert Pantau. (aben/kiki/tobil)




