
Mediabnr – Lomba burung berkicau bertajuk Simpang Lima Award yang dihelat di pelataran Desa Wisata Lembah Kalipancur-Semarang pada hari Minggu (24/11) berlangsung meriah dan meraih sukses dihadiri rekan-rekan kicaumania dari berbagai penjuru kota sekitar.
Yakuza mencuri kemenangan dikelas cucak hijau, nama besarnya kembali diakui oleh tim juri Radjawali Indonesia yang mengawal gelaran tersebut khususnya saat bertarung disesi utama cucak hijau Radjawali dimana aksi bongkar isian dahsyatnya telak mengungguli lawan-lawan full gantangan untuk memimpin di puncak podium juara 1. Sementara aksi keduanya disesi Jendral masih bertahan menempati posisi juara 3 dan berlanjut di peringkat ke-5 untuk tarung ketiganya disesi Pahlawan. Rico sang punggawa yang ditemani Angga selaku pemoles keseharian Yakuza cukup puas melihat kembalinya perform Yakuza, ditambah lagi prestasi ini dapat diapresiasikan untuk mengibarkan bendera AA SF Batam kawalan Jefrie VJ partner lamanya yang sengaja menyempatkan hadir di event prestisius ini.
Rocket Rocker besutan DnR SF Pekalongan juga sukses mendulang kemenangan disalah satu sesi kelas burung kacer yang ada. Aksi roll tancep bongkar materi lagu isian kasarnya mampu membungkam penampilan dahsyat rival-rival lain yang saling beradu kualitas disesi Arjuna. “ Alhamdulillah, sudah sekitar 1 tahun ini ditangan saya kestabilan prestasi Rocket Rocker selalu diakui diberbagai gelaran akbar, terdekat kemarin namanya menempati podium runner up kelas utama di event kolosal Piala Kretek Kudus,” jelas sang empunya yang akan mempersiapkan kematangan kondisi gacoannya melawat laga BnR Award bulan depan.
Kualitas mumpuni Mukidi polesan Dank-Link KMI dikancah kompetisi murai batu papan atas juga kembali dibuktikan di event ini. Setelah sukses menaklukkan sengitnya persaingan laga Twister Independent Cup dan Paparazi Cup lalu, perform ciamiknya tetap stabil untuk mengeksplore materi unggulannya hingga dapat bersanding ketat di tahta ke-3 sesi utama Simpang Lima. Ditemani Sean Fumi beserta rekan setimnya Indrayanti Demak, hasil kolaborasi dengan Bregedel yang mutlak menang dikelas lovebird Pemula X-Pancur 700 dan Risky besutan Danil S yang juga finish runner up dikelas lovebird Balibu B X-Pancur dinyatakan sukses tampil membanggakan. “ Persiapan terdekat akan kami boyong semuanya ke event Piala Walikota Semarang 8 Desember depan,” ujar Om Chino mewakili tim.
Persaingan kelas parung bengkok dengan aksi unggulan tembak panjang serta durasi kerja aktif yang nyaris tanpa jeda dipertontonkan oleh kedua gaco andalan Horor BC Kudus komando H. Ari, yakni Rojali dan Romeo yang masing-masing nama tersebut dua kali menempati podium juara 2 dan 3 disetiap sesinya. Ini menjadi bukti kualitas sejati squad amunisi Horor BC yang selalu mampu untuk aktif menghiasi tahta juara ditengah ketatnya kompetisi lovebird papan atas diberbagai lawatan laga akbarnya. “ Meski belum hoki di podium 1, Alhamdulillah tidak luput dari 3 besar melihat rival-rivalnya juga berkualitas di atas rata-rata,” ungkapnya.
Berhasil mencuat ke permukaan dengan hasil luar biasa ketika bersaing dengan kandidat-kandidat ternama lainnya, H. Arief sebagai pendatang baru sukses mengibarkan squad kawalannya berbendera KFM SF untuk mengangkat tropy juara umum Single Fighter. Sementara podium juara umum Bird Club tak luput dari target operasi Bang Maxe selaku punggawa Semarang 33 Team yang solid berkolaborasi dengan crew dan rekan-rekan kicaumania untuk dapat mengumpulkan pundi-pundi point menggunung hingga layak dinyatakan sebagai yang terbaik diketatnya persaingan gelaran ini. “ Terimakasih semua crew dan teman-teman kicaumania yang telah bekerja sama dengan baik untuk mensupport Semarang 33 Team, tetap semangat berprestasi di gelaran berikutnya dan selalu menjunjung sportifitas,” tandasnya seusai merayakan kemenangan bersama tim di salah satu sudut arena.
Menjelang berakhirnya acara segenap panitia, tim juri, dan tentunya kicaumania yang masih setia mengikuti gelaran hingga tuntas meluangkan waktu sejenak untuk bersama-sama menundukkan kepala guna mengenang sekaligus mendoakan Almarhum Bp. Joko Bonita sebagai salah satu Tokoh panutan Kicaumania Indonesia yang telah berpulang hari ini. Sebuah penghargaan terakhir untuk beliau, Baedi n Crew berhasil menghantarkan Dt. Sahabat Bonita yang diagendakan berlangsung tanggal 5 Januari 2020 di kota Boyolali ini ke podium runner up juara BC.
“ Terimakasih atas partisipasi serta dukungan seluruh kicaumania, kami memohon maaf atas segala kekurangan maupun kesalahan yang ada,” tutup Totok Perkasa selaku Ketua Pelaksana mewakili seluruh jajaran panitia dan tim juri RI yang bertugas diakhir gelaran. (kiky)














