
Mediabnr – Ribuan kicaumania berbagai wilayah di Nusantara larut dalam ajang silaturahmi ASHA SOLO AWARD 2019 yang berlangsung pada hari Minggu (1/9) di Taman Balekambang-Solo, tak ketinggalan pula tokoh-tokoh perburungan nasional seperti Panglima RI Sofyan Juandi, H. Sigit WMP Klaten, dan Robert Pantau Jogja. Event yang dinahkodai oleh M. Supri ASHA selaku Penanggung Jawab dan Nanang Putra Katong selaku Ketua Pelaksana gelaran ini benar-benar luar biasa, dari sesi awal hingga akhir lomba pesertanya selalu ramai, bahkan nyaris dari keseluruhan kelas yang dibuka selalu terlihat full gantangan.
Para komunitas dari berbagai penjuru kota lintas blok juga turut mensupport untuk mengawali lomba sebagai opening gelaran, yakni dikelas burung branjangan, kenari dan anis merah. Antusias kicaumania begitu kental terlihat di gelaran ini meskipun cukup banyak gelaran besar lainnya yang juga terselenggara bersamaan.
“ Tujuan kami menggelar event ini tentunya untuk mengobati rasa kangen kicaumania akan gelaran akbar di kota Solo, dan pastinya ingin mengangkat lagi kota Solo yang mungkin agak vakum menggelar lomba besar akhir-akhir ini. Dengan kemasan yang berbeda dari kami, semoga kedepan gelaran Asha Solo Award bisa diagendakan menjadi salah satu event tahunannya kota Solo,” ujar sang punggawa pemilik penangkaran murai batu dibilangan Kadipiro-Solo ini.
Puguh Liontin selaku Master Ceremoni gelaran konsisten mengomando setiap detik acara yang telah tersusun rapi dengan hadiah utama 5 unit sepeda motor ini agar dapat mulus terselenggara sampai usai. Eksistensi prestasi beberapa nama besar kicaumania kembali terasah di event ini, diantaranya adalah Rudy Jago punggawa Jago SF yang sukses merajai podium juara umum Single Fighter. Nyaris seluruh squad amunisi yang diturunkan dapat menyumbangkan point terbaik di tahta juara, seperti yang berhasil ditorehkan oleh cucak hijau Temox’s diperingkat 1,2,4 lewat aksi mempesonanya.
Demikian halnya dengan Bambang AB Galeh Pekalongan yang dinyatakan sukses mengomando crew dan rekan-rekan kicaumania lainnya untuk solid berkolaborasi dalam meraih pundi-pundi prestasi lewat gacoannya masing-masing yang hingga pada akhir gelaran dapat menggapai kemenangan juara umum Bird Club. Kunci point kemenangan diantaranya disumbangkan oleh amunisi milik sang punggawa yakni murai batu Pesona 56 yang finish di podium juara 3, lovebird Butha juara 2, dan kenari Jaya Raya menyempurnakan di podium runner up. “ Berjalan apa adanya dan gak ngoyo juga kok tadi, alhasil berkat kerja sama dan support dari rekan-rekan kita bisa unggul. Terimakasih untuk semuanya,” ujarnya.
Silaturahmi Robert Pantau Jogja juga menuai hasil optimal, dimana beberapa squad amunisi yang terbagi turun di event ini dan Mahakarya Borobudur semuanya finish di podium juara. Anis merah Queen Of South menempati podium runner up dikelas utama Asha disusul cendet Ra Aturan yang juga sama menempati podium runner up, kemudian disempurnakan kemenangan double winner hwamey Ra Ngenyang yang beraksi maksimal di Mahakarya Borobudur bersama cendet Ra Pedhot yang juga nyaris nyeri runner up di sana. “ Pastinya all out saya kondisikan hadir semuanya di BnR Award, tapi sebelumnya pemanasan dulu di Piala Raja pekan depan,” pungkasnya.
Rekan dari kota Gudeg lain juga tak mau ketinggalan menuliskan tinta emas lewat aksi dahsyat gacoannya, yaitu Aditya Bima-Balerante yang sukses menghantarkan Green Fun dua kali bertengger di podium terbaik untuk menyabet double winner dikelas cucak hijau. “ Turun perdana dengan jubah barunya tanpa percobaan dulu di latpresan, Green Fun masih layak diandalkan,” cetus sang mekanik.
Dari kota Solo sendiri juga melahirkan jawara-jawara yang patut diperhitungkan kualitasnya, diantaranya adalah squad amunisi besutan Is Nugroho pengusung bendera Kunci Mas yang seluruhnya sukses mencapai kemenangan. Duet hwamey Huru-Hara dan Master Kipas tak terbendung aksinya untuk merajai masing-masing sesi yang diikuti, disusul cucak hijau Laba-Laba dan cendet Doa Ibu yang keduanya sama-sama menorehkan prestasi di podium 3 dan 4.
Lawatan beberapa kicaumania yang hadir dari kota ukir Jepara juga tak sia-sia, gacoan mereka mampu membuktikan kualitasnya sebagai kuda hitam dikelas-kelas tertentu. Melakukan laga buang birahi menghadapi event akbar Piala Raja, kacer Gass besutan Topan Garda Jepara masih memberikan kado terbaik untuk memboyong tropy juara 1 disesi Bengawan. “ Persiapan menghadapi partai piala dunia pekan depan,” candanya.
Dikelas yang sama Raja Rimba milik Andi MP Ababil Jepara juga aktif mendulang prestasi disemua sesi kacer yang ada. Turun disesi awal Mangkunegaran aksi roll rapat bongkar materi lagu isian dengan volume pedas dan gaya tarung ekstremnya dihadiahi bendera koncer juara 3, hal senada juga terpapar disesi laga kedua kacer Sriwedari untuk RR kembali menempati podium juara 3, dan finishing disesi akhir kacer Bengawan namanya masih dipercaya untuk berbagi bendera koncer di podium juara 2. “ Alhamdulillah, bersaing dengan kacer-kacer nasional lainnya RR masih layak diperhitungkan kualitasnya,” ungkap punggawa MP Ababil Jepara ini.
Soleh KJS Jepara juga memimpin di event ini lewat aksi luar biasa yang dipertontonkan oleh salah satu koleksi murai batu jawaranya, yakni Kancil. Karakter tarung happy dengan balutan materi lagu lengkap, volume tembus, serta durasi aktif kinerjanya mampu membungkam rival tangguh lain bernama besar. Alhasil, Kancil juga ikut berpartisipasi mengibarkan kota Jepara untuk mengangkat tropy nyaris double winner raihannya. “ Kualitas serta kestabilan prestasi Kancil kembali teruji di event ini,” tegasnya.
Diakhir gelaran seusai pengundian berbagai macam hadiah doorprize mewah dan penyerahan tropy juara umum, Nanang Putra Katong mewakili segenap jajaran panitia lomba burung berkicau ASHA SOLO AWARD 2019 menyampaikan terimakasih kepada seluruh kicaumania atas partisipasi dan dukungannya. “ Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam menyuguhkan gelaran hari ini terdapat kurang dan salah. Kritik serta saran yang membangun sangat kami harapkan untuk kami dapat berbenah di gelaran selanjutnya. Semoga event ini bisa menjadi event tahunan kota Solo yang selalu dikangeni kicaumania, dan mungkin bisa terselenggara 2 lapangan tahun depan, kami mohon support dan dukungannya, sampai jumpa,” tutupnya. (kiky-tobil)
























