
Semarang (MedianR.Com) – Even bertajuk Sumber Berkat (27/9) yang diawali dengan Sosialisasi calon walikota Semarang dapil 1 pasangan Soemarmo-Zuber selain membuka acara dengan penggantangan simbolis, penyerahan hadiah, juga menyapa semua masyarakat kicaumania juga para pedagang yang ada dilokasi lomba. “Even ini tidak hanya kampanye tetapi sosialisasi tentang program-program Marmo -Zuber, disamping itu bagaimana kegiatan penggemar burung kicau bisa di akomodir oleh pemerintah kota Semarang, Karena selama ini pemerintah kota Semarang tidak peduli pedagang yang ada di Kartini maupun yang ditampung di pasar burung Karimata. Ini sangat tidak manusiawi melihat kondisi pasar yang tidak layak, Oleh karena itu kami akan meyediakan tempat yang layak yang natinya kegiatan dipasar atau lomba benar-benar mendapatkan tempat yang representatif ,”papar Drs H. Soemarmo HS, SE, Msi dalam pidato pembukaannya.
ABF team Pati yang dikomandani mr Wawan menurunkan gaco andalannya antara lain kenari bule yg memposisikan diperingkat pertama dikelas bintang. ”Bule selama ini selalu stabil menjuarai dikelas regional dan nasional, dengan durasi ngedur full dari awal hingga akhir ditunjang volume yang keras dengan gaya cangkuknya menjadikan Bule layak memperoleh koncer A mutlak,” ucap Sondong ditambah lagi dengan pentet Warior yang semakin stabil.
Edisi bulu baru perdana turun ada Sabda Alam muraibatu debutan Herman Mandiri Semarang tampil mempesona dikelas VIP, juara 1 berhasil disikat dengan gaya full ngeplay ditunjang olahan lagu yang bervariasi dengan volume yang cukup menyulut telinga. “Sabda alam memang lama ga pernah main karena mabung total, ini penampilan perdana langsung tampil ciamik,” jelas Ayahe yang dipercaya membawa burung jagoan milik Mandiri SF.
Sama halnya dialami oleh Robert Buldozer SF Semarang dengan koleksi cendetnya Alexis juga baru kali ini turun perdana setelah sekian lama menjalani proses mabung. “Alexis come back setelah lama mabung, semoga terus stabil kedepannya dengan variasi lagunya saat ini lebih bervariasi,” tutur Naryo pengawal gaco milik Buldozer SF Semarang.

“Saya rasa penjurian tadi sudah sportif burung saya kenari dan murai batu aja tidak masuk memang karena kerjanya kurang tidak seperti biasanya, kita sebagai pemain memang harus mengerti dan membandingkan lawan-lawannya juga lebih baik atau sebaliknya dengan burung kita,” ungkap Mr Robert punggawa dari Buldozer SF.
Nacha cucak hijau milik Cenx Nugrozz tampil full ngentrok dari awal hingga akhir, dengan tembakan senjata special kapas tembak dan cililin merupakan kunci utama yang harus di ekslusifkan. “Nacha menang digaya dibanding lainnya, karena begitu lihat musuh langsung njegrik dan kerja dengan durasi full tembakan kapas tembak dan cililin,” terang Nugrozz.
Di kelas Vip berhasil di duduki oleh Ijo Royo-Royo milik Gie Lindu Aji dan Rajo milik Bambang Venus memimpuin di kelas sejati.
Kelas yang sangat meriah antusias pesertanya jatuh dikelas love bird, dikelas VIP berhasil di genggam oleh Sri milik XXX Kere Hore dilanjut oleh milik Hendro KLNI Daox Team dengan andalan utamanya Cha-cha. Dikelas bintang Lala Queen milik Vicky Aji Red devil SF berhasil menempati posisi teratas dan dibawahnya ada komunitas love bird KLC berhasil diposisi runner up dengan nama Wakwaw, love bird durasi ngekek panjang polesan Mas bro ozie dan kakaknya Ari rohman st berhasil tampil stabil di even regional hingga nasional meski diperoleh dengan harga murah. Masih dalam satu team KLC ada Yasmin diposisi 3 besar milik Ari dengan bekal power tembus ditunjang isian cililin diawal tiap kali ngekek dan tengkek dikeluarkan diakhir tembakannnya. Di kelas sejati A berhasil dikuasai oleh Srikandi asuhan David Banyuasin, burung yang langganan juara 1 ini sudah tidak diragukan lagi kwalitasnya.
“Sudah jelas ini persaingan organizer,kalau masalah penjurian ini sudah terbaik kalau ada yang protes carikan juri yang terbaik menurut mereka nanti duel aja sama saya dilapangan. Jadi kita harus mendudukan posisi permasalahan seperti itu, Tadi yang protes mereka yang menang. Sudah menang tapi inginnya harus juara satu ini kan lucu yang ngga menang aja ga ada yang protes. Dengan kejadian ini saya sebagai team juri tidak ada problem itu sudah resiko, makin maju makin belajar. Perlu adanya sosialisasi cara penilaian yang baik bagi mereka pemain yang belum mengerti tentang point-point penjurian,” tegas Agung Ndute menjadi korlap di even ini.
Kelas –kelas khusupun ternyata benar-benar banyak dinanti oleh kicaumania seperti ciblek, Jalak, Cucak rawa, Tledekan, Anis merah, dan trucukan. Dikelas ciblek Mani gajah milik Bagus Sriwijaya SF Semarang berhasil menaklukkan lawan-lawannya di kelas favorite A, dengan gaya ngebrem awal hingga akhir dengan lagu yang menonjol dibawakannya berganti-ganti. “Saya Cuma bawa Samson masuk juara 4 dan 6 juga ciblek mani gajah masuk 1 dan 2, semoga 2 burung ini slalu stabil kedepannya, “papar Bagoes yang mempunyai usaha rental mobil.
Selain itu dengan dibukanya kelas yang lama sudah jarang dibuka yakni kelas tledekan, hal ini disambut baik oleh STM (Semarang Tledekan Mania) dengan cuatkan Classic milik Firman Jangli. “Dengan dibukanya kelas tledekan nanti akan selalu kita ramaikan dengan nama STM, maniac tledekan lama akan kita undang kembali guna meramaikan kelas ini. Masa ciblek, jalak saja bisa kenapa tledekan ga bisa disejajarkan dengan kelas terbut?” harap Firman kepada BnR.
“Kami selaku panitia mohon maaf jika ada kekurangan dalam kemasan lomba yang kita gelar, tapi perlu diingat dan diketahui lomba burung ini murni fairplay, jika ada yang merasa dimatikan burungnya datangi saya kita croscek kebenarannya. Semua ini kita lakukan demi kemajuan kicaumania bukan untuk diri saya pribadi,” ucap Bapak Adrian Gista sebagai owner Gista BC mengakhiri acara. (LAMBANK)













