Abu Thontowi BF
MediaBnR.com -, Abu Taontowi adalah salah satu member dari tim Burung berkicau asal Bilaporah Bangkalan yang tergabung dalam nama BBC. Untuk gelaran kali ini Abu Thontowi menggelara acara lomba dan pameran burung berkicaunya bersama tim BBC di Gantangan BBC dengan tajuk Abu Thontowi BF, Minggu (06/10/2019).

Selain memang sudah menjadi agenda rutin tim BBC di minggu pertama setiap bulannya, Gelaran ini juga menjadi ajang mengenalkan nama tangkarannya yang terfokus menangkar burung Murai Batu. Diakui Abu Thontowi yang menamakan ring Murai Batunya dengan ATBF tersebut terbilang baru, sekitar 1 tahun yang lalu, “Alhamdulillah penangkaran ATBF sudah mulai produktif, dan insyaallah bulan depan akan panen” kata Abu.
Gelaran kali ini pula sebagai bentuk memadu padankan dengan program BnR Indonesia, dimana nanti tahun 2020, BnR Indonesia tidak lagi menilai burung di kelas Murai Batu jika tak menggunakan Ring, jadi BnR Indonesia hanya akan menilai burung murai batu yang menggunakan Ring saja, dalam artian burung yang dilombakan adalah hasil dari penangkaran saja.
Lomba yang dibuka dengan kelas burung Cendet tersebut berhasil dimenangkan oleh jagoan milik tim Jarwo SF, dimana selain berhasil menempati podium pertama di kelas A, Cendet Mak Erot milik Aqiel tersebut tuntas memenangkan posisi pertama dengan tonjolan Greja tarung disertai gaya 1 titiknya. Maka tak heran jika pada akhirnya Grandong meraih juara Cendet terbaik.
Usai meraih cendet terbaik, Mak Erot sempat pula diminati cendeters asal Surabaya, namun, sang pemilik belum pas dengan maharnya. Kata om Lut “Mak Erot siap dilepas jika maharnya 25jt”.

Selain itu gelaran ini juga membatasi jumlah pesertanya, dimana setiap kelas yang disajikan panitia, hanya 36 gantangan saja. Alhasil setiap sesinya terbilang penuh. Kemudian salah satu kelas burung Murai Batu, dibuka kelas 16 Gantangan.

Dan yang berhasil menjadi juara satunya di sesi Murai batu 16 tersebut diraih oleh jagoan asal Surabaya, yakni Tak Nyana milik Hobsi yang berhasil tampil memukau di nomor gantangan 15. Kemudian diposisi kedua ditempati oleh Saddam Husein milik H. Hadi Kamal BC dan disusul oleh Megaloman milik H. Faroz di tempat ketiga.

Duta Piala Bupati Bangkalan yakni tim Abang Adek yang kali ini dihadiri oleh om Gatot dan om Nto Gopal juga turut berhasil menorehkan kemenangan di kelas burung Cucak ijo dan Kacer.
Cucak Ijo Bajol Ijo yang dipegang om Gatot selama hampir 3 tahun tersebut terbilang stabil di jalur juara, salah satu kemenagannya berhasil didapat di event kali ini.
Bermain di kelas Cucak Ijo A, Bajol Ijo kembali tampil apik dengan memuntahkan suara Kenari dan kekekan lovebird yang berdurasi panjang, begitupun dengan gaya full Jamtroknya yang nyaris ngotot. Hingga mendapatkan bendera koncer A 3.

Sedangkan diposisi keduanya di kelas Cucak Ijo B, berhasil diisi oleh cucak ijo milik tim asal Bangkalan yakni Caesar SF.
Kemenangan cucak ijo Grandong milik Mr.Sugik tersebut di posisi runner up sudah memang layak, sebab tonjolan suara Cililin dan Jenggotnya cukup rutin dimuntahkan sejak bermain di sesi A yang finish di posisi ketiga. “Alhamdulillah, meski kami tim baru setidaknya kita tetap berkontribusi di dunia burung berkicau Bangkalan dan tetap mendapat juara” pungkas Mr.Sugik.

Dikelas lovebird Paud, amunisi milik tim Blega BC yakni Robert milik Mian juga berhasil meraih dua kemenangan. Meski diusianya yang sangat muda, Robert berhasil tampil cemerlang dengan kekekannya yang rajin dan panjang. Alhasil dengan kemenangan juara 1 dan 2 nya, juga berhasil menempatkannya di posisi lovebird paud terbaik.

Selain itu lovebird paud kepunyaan Moad Galang SF cukup sukses berada mendampingi para jawaranya. Poin Lovebird paud Anugrah sebanyak 400 sudah cukup menempatkannya di posisi ketiga. Bahkan di kelas lovebird paud B, ia tetap menguasai posisi ketiganya dengan poin yang jauh lebih tinggi dari sebelumnya.

Diakhir gelaran, Abu Thontowi selaku penyelenggara mengucapkan Terima Kasihnya kepada seluruh peserta yang hadir pada gelarannya kali ini, meski gelaran lomba burung berkicau ini bersamaan dengan acara Karapan Sapi Piala Presiden yang memang sudah menjadi tradisi Masyarakat Madura setiap tahun, namun sejumlah peserta Kicau Mania masih meluangkan waktunya untuk berkenan hadir di gelarannya ini “Terima Kasih teman teman Kicau Mania Bangkalan, Sampang dan Pamekasan, semoga Silaturahmi teman teman sekalian menguatkan hubungan kita bersama, Amiin” tutup Abu Thontowi diakhir gelaran. (Den!)




