
Semarang (MediaBnR.Com) – Setelah sukses dengan gelaran PKL-SB yang pertama beberapa bulan lalu, kini Saraseyan kembali mendulang kesuksesan yang ke-2 di eventnya yang bertajuk PKL-SB Cup 2 (10/5/2015) bertempat di Lapangan Sepak Bola Kliwonan, Ngaliyan, Semarang, lomba berjalan secara tertib dan lancar tanpa adanya protes keras dari peserta.
“Kami selaku panitia mengucap syukur Alhamdulillah lomba bisa berjalan lancar tanpa adanya hambatan. Tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang hadir meramaikan acara PKL-SB Cup 2 dan crew BnR Jateng yang sudah bertugas secara maksimal sehingga lomba bisa berjalan lancar tanpa adanya protes keras dari peserta,” ungkap ketua pelaksana yang beken dengan panggilan Ari Bajing.
Langganan juara di gelaran BnR jateng ada Sambung Nyowo murai batu debutan Herman Mandiri kembali mendulang prestasi yang sangat menakjubkan. Juara nyeri yang selalu diperoleh di beberapa event sebelumnya dan kembali dalam event ini, Sambung Nyowo lagi-lagi sapu bersih di kelasnya. “Sambung Nyowo saat ini menjadi murai batu andalan saya yang sedang top form. Meski tiap satu minggu saya mainkan selalu tampil maksimal sehingga selalu sapubersih di kelasnya. Semoga prestasi sambung nyowo semakin melambung,” ungkap pak Herman Mandiri SF yang juga moncer dengan Plat H, Cendet gacoannya.
Di Kelas Cendet Bintang, berhasil diraih oleh Darah besutan Firman asal Sulur sari Purwodadi. Dengan mengeluarkan tembakan panjang hingga durasi 15 detik lebih diimbangi dengan volume yang dahsyat menjadikan Darah berhasil memimpin di Kelas Bintang. Hal serupa juga dialami oleh Kamto Boja Mandiri yang selalu moncer di beberapa event sebelumnya dengan andalkan Jet Lee. Selain lagunya yang berkarakter kasar juga didukung gaya eksotisnya menambah nilai plus tersendiri.
Di kelas kenari, mencuat nama Walang Sungsang milik Kadir Semarang Bird Farm. Kenari warna kuning miliknya tampil sangat memukau dengan durasi bunyi yang sangat panjang sekali sulit diikuti oleh lawan-lawannya. Didukung volume yang dahsyat juga gaya nagen serta saat mengeluarkan senjatanya terlihat ditekan-tekan volumenya menjadikan perhatian tersendiri. Di bawahnya ada Hafara 1 dan Hafara 2 yang berhasil di posisi 3 besar secara bergantian antara Kelas Sejati dan Favorite milik Fahar Rorojonggrang.
Di kelas love bird, nampak terjadi variasi jawaranya atau tidak ada yang mendominasi secara nyeri. Mengusung Duta Jatayu Cup 1, Puguh DBK Fortune berhasil memimpin di Kelas Bintang. Dengan tembakan ngekek panjangnya hingga puluhan kali menghantarkan Syahrini layak memimpin di Kelas Bintang. Sama halnya dengan Orla/Pram juga mengusung nama Agung Aji SF dengan keluarkan 3 jagonya yakni Star Queen, Princes sofia, serta Star Alien.
Berhasil menempati posisi runner up di Kelas Sejati, muncul nama Qiqis milik Agung Pratama SF yang juga moncer di kelas cucak hijau, Elektra di peringkat teratas dan Kelas Sejati di posisi runner up. “Kerja King Cobra sangat stabil yang selalu mengeluarkan senjata rambatan dan pancawarna dibesetkan didukung gaya nagen ngentrok jambul dengan durasi full awal hingga akhir penilaian. Saya acungi jempol untuk para juri BnR yang bertugas di PKL-SB Cup 2 ini benar-benar adil dan jujur serta kepanitiaan yang solid sehingga saya nyaman mengikuti lomba dari awal hingga selesai,” papar Agung Pratama SF yang bekerja sebagai pelaut yang saat ini sedang cuti berlayar.
Dua kelas pleci sukses full gantangan baik kelas Favorite A dan B, dimana innovation berhasil menguasai semua kelas milik Harry Macok edan dari kota Pemalang. Kelas ini juga di ramaikan oleh Kamfer BC dengan jagokan Jabrik milik Lilik Honda, Krisna & Sangkuriang milik Gugum,dan Cing corang milik Andi. “Kampfer ini kita ambil dari bahasa Jerman yang bermakna Pejuang, kita bersatu dalam 1 atap kampfer BC baru 5 bulan. Meski baru seumur jagung namun saya salut dengan semangat rekan-rekan semua yang selalu berpartisipasi dikelas pleci ini,” ucap Gugum sang ketua Kampfer BC datang dari kota kembang.
Sama halnya dalam kiprah perburungan yang dilakukan oleh crew CBS Jr (Ciblek Brotherhood Semarang) ingin mendongkrak popularitas burung ciblek seperti jaman dulu bisa full saat gantang dilapangan. “Kita bertujuan mendongkrak kelas ciblek sehingga tidak dipandang sebelah mata. Untuk team di CBS Jr ini kita tidak hanya fokus d ilomba saja melainkan juga melakukan breeding dan sudah banyak juga yang berhasil contohnya di Kendal dan di Demak,”ucap Wafa promotor CBS Jr. (LamBAnK)
Kumpulan Galeri Para Jawara












