Santos Kalingga: Pengacara yang Sukses Orbitkan Burung Cendet Jawara

Santos Pengorbit Cendet Asal Kota Pati (Foto: Dok. MediaBnR.com)
Santos Pengorbit Cendet Asal Kota Pati (Foto: Dok. MediaBnR.com)
Santos Pengorbit Cendet Asal Kota Pati (Foto: Dok. MediaBnR.com)

Semarang (MediaBnR.Com) – Tak disangka, ditengah kesibukannya sebagai seorang pengacara, tak menyurutkan hobi Santos SH memelihara burung berkicau. Meski dalam memeliharanya ia dibantu perawat burung lainnya, namun pria yang akrab dipanggil Santos Kalingga ini masih menyempatkan diri turun ke berbagai lomba. Hebatnya lagi, lewat tangan dinginnya, tak sedikit burung cendet miliknya sukses ia orbitkan menjadi burung-burung jawara.

Santos adalah seorang pengacara di Kalingga Law Office Semarang, yang kesehariannya tinggal dan beraktifitas di Semarang, Jawa Tengah. Namun dibalik profesinya yang menuntut waktu dan keseriusan aktifitas kerjanya, pria asal Pati, Jawa Tengah ini rupanya seorang kicaumania juga. Meski hobi burung kicaunya ia anggap sebagai hiburan semata, ia pelihara burung khusus cendet bukan hanya klangenan (hobi rumahan). Melainkan ia juga terbilang aktif mengikutsertakan burung-burung peliharaannya turun ke berbagai lomba burung berkicau.

Untuk menangani gaco-gaco burung cendetnya ke berbagai ajang lomba, Santos tidak sendiri, ia dibantu oleh perawatan burung yakni Kru dari Kalingga SF, yakni Putut dan Aji, yang selalu intens merawat beberapa koleksi cendet dari Kalingga SF setiap harinya.

Sebagai seorang pengacara, Santos juga dikenal sebagai seorang cendetmania di kalangan kicaumania Semarang. Ada sederet nama-nama cendet jawara milik Santos Kalingga SF yang tak sing lagi di lapangan lomba. Di antaranya ada Kudeta, Salah Asuh, Vibrator, Reinkarnasi, Bayi Ajaib, Setan Jepang, Santet, Misterius, Keramat, Setan Pantura, dan masih banyak lagi beberapa cendet yang sedang dalam proses pemantapan untuk diorbitkan di lapangan lomba.

Harus Pahami Karakter Cendet

Menurut Santos, banyak pemain cendet yang sudah memiliki materi cendet yang bagus baik dari segi suara, irama lagu, isian, volume, speed, dan gaya yang sebenarnya telah memiliki standar minimum sebuah penilian cendet juara, dan layak mendapatkan koncer. Namun begitu masih banyak juga pemain cendet yang mengalami beberapa hambatan saat menampilkan cendet gacoannya di gantangan lomba. Alhasil, banyak cendet yang berkualitas baik, namun menurutnya gagal meraih juara di lapangan lomba.

Hal itu Menurut Santos, karena ketidakpahaman pemilik atau perawat burung cendet akan karakter burung peliharaannya tersebut. Memahami karakter cendet buatnya, merupakan teknik paling dasar dalam melakukan setting/setelan untuk menentukan pola perawatan, pengaturan EF, perawatan lomba, menstabilkan birahinya, dan lain-lain. “Jadi dalam menangani cendet, saya menerapkan pola perawatan yang variatif, dengan melihat karakter setiap individu burung,” katanya.

Bangun ‘Komunikasi’ dengan Burung

Lebih jauh Santos mengungkapkan, harus ada semacam ‘komunikasi’ antara perawat dan cendet yang dirawatnya. Meski burung tak bisa bicara, interaksi yang intensif menurutnya akan membuat kita tahu kondisi burung, apa yang burung inginkan atau yang burung tidak inginkan. “Kalau sudah klik antara perawat dan burung, maka mudah bagi kita untuk memahami karakternya. Kalau belum klik, ya memang agak susah,” tukas Santos.

Santos dan Kru Bersama Jawara-Jawarnya (Foto: Dok. MediaBnR.com)
Santos dan Kru Bersama Jawara-Jawarnya (Foto: Dok. MediaBnR.com)

Sebagaimana manusia, setiap individu cendet memiliki watak dan karakter yang berbeda-beda. Karena itu, karakter cendet yang satu dan lainnya tidak selalu sama. Karenanya penanganan juga menurutnya terkadang berbeda. “Memahami karakter cendet memang membutuhkan waktu tersendiri. Jika Anda sudah berinteraksi cukup lama dengan burung, maka hal itu mudah dilakukan, karena insting kita akan muncul dengan sendirinya,” ungkapnya. (Klosts/Zulius/Fik)