
Mediabnr – Dalam rangka HUT Kota Semarang yang ke-471, EO Juara Bird Singing Contest yang berpusat di Ibukota Jakarta menggandeng Lindu Aji Bird Club komando Andi LA untuk menggelar lomba burung berkicau dengan tema JUARA CUP 2018 di arena gantangan Lindu Aji BC, Jl. Puspanjolo Selatan-Semarang pada hari Minggu (27/5). Kemeriahan acara begitu terlihat dimana tokoh-tokoh penting Pemerintahan kota Semarang meluangkan waktu untuk hadir, seperti Walikota Bp. Hendrar Prihadi, SE. MM, Anggota DPR RI Fraksi PDIP Bp. Juliari P Batubara, Camat Semarang Barat, Lurah Semarang Barat, Ketua Dewan Pembina Lindu Aji Bp. Ikhwan Ubaidillah, Ketua Lindu Aji Semarang Bp. Aris serta kicaumania dari berbagai penjuru kota yang nyaris mencapai 1100 kontestan.

Sebuah pencapaian yang cukup istimewa dimana jumlah tersebut didapat hanya dengan membuka 20 kelas burung yang dilombakan. “ Luar biasa sekali semangat kicaumania pagi hari ini. Saya pribadi juga bagian dari kicaumania, bersama seluruh teman-teman yang hadir di sini mensupport sepenuhnya untuk kegiatan-kegiatan positif seperti lomba burung berkicau khususnya di kota Semarang ini, dimana hal tersebut merupakan sebuah langkah pemeliharaan dan konservasi terhadap hewan yang memang seharusnya wajib kita lestarikan. Selamat berlomba dan jangan lupa untuk selalu menjaga ketertiban serta kenyamanan dalam bersosialisasi, semoga acara dapat berjalan lancar dan kondusif hingga usai nanti,” sambutan Bp. Juliari P Batubara mengawali gelaran.


Persaingan burung-burung berkualitas untuk tampil terbaik dalam memperebutkan posisi jawara kental terlihat disetiap kelas yang ada, demikian juga dalam perhelatan di kancah kejuaraan Single Fighter maupun Bird Club yang betul-betul terjaga kedisiplinan dan nilai-nilai fairplay nya, sehingga terlahir sang jawara yang benar-benar layak dan sesuai fakta lapangan yang ada. Seperti halnya Sadewo besutan Galuh punggawa Semarang 33 yang berhasil dinobatkan untuk menempati posisi terbaik dikelas utama lovebird VIP, dimana aksinya mampu lebih unggul dari rival-rival yang juga memiliki track record juara stabil dengan perolehan point paling tinggi. Dikelas-kelas lovebird berikutnya, Sadewo juga cukup stabil dalam berlaga untuk menempati posisi juara 2,2,3,3 meskipun kondisinya kurang begitu onfire menurut penuturan sang mekanik.


Disusul kemenangan sederet nama-nama squad amunisi yang diusung Galuh, Semarang 33 kembali sukses merangsek ke puncak tahta juara umum Bird Club untuk mempertahankan predikat yang hingga saat ini selalu stabil digenggam setiap lawatan silaturahminya di berbagai event lalu. “ Kondisinya gak begitu bagus hari ini, jadi ya harus legowo apapun hasilnya Sadewo. Over all, crew tetap solid dan kembali sukses membawa pulang tropy juara umum, terimakasih atas support teman-teman yang sangat luar biasa ini,” pungkas Galuh 33.


Prestasi senada juga berhasil diraih oleh Nungky punggawa Ceriwis SF yang menempati posisi Single Fighter terbaik, dimana mayoritas nama-nama amunisi andalannya berhasil mendominasi persaingan untuk menyumbangkan point penuh disetiap sesi yang ada. Kemenangan ini tidak mudah, crew Ceriwis SF harus bersaing ketat dengan beberapa kandidat Single Fighter yang juga saling mendulang point-point terbaiknya. Hal tersebut menjadi motivasi crew kawalan Leo B2 n Friends ini untuk terus memaksimalkan kinerja gacoannya, dan alhasil diakhir penghitungan point mampu tampil lebih unggul dari rival-rivalnya, Ceriwis SF menyabet predikat juara SF.


Tak mau ketinggalan crew Njolo Bejo yang siang ini kembali menghantarkan salah satu amunisi kacer terbaiknya melenggang ke tahta kejuaraan lewat performa ciamik Kariyek besutan Anang untuk menggondol posisi runner up. Meskipun dapat dikatakan sebagai pendatang baru karena belum lama dipoles oleh punggawa Njolo Bejo ini, Kariyek langsung mampu membuktikan kualitas untuk dapat bersaing sengit dengan para seniornya.


Sama halnya dengan Fajar-Krebo Kendal yang juga berhasil mengorbitkan nama baru untuk mewarnai kompetisi dikelas lovebird paud lewat aksi handal Lawang Sewu. Durasi tembakannya terus bertambah sejak pertama menorehkan prestasi di event latber, dan terbukti di ajang lomba siang hari ini untuk mencuri point diposisi juara 3. “ Alhamdulillah, kualitas jebolan kandang Krebo Kendal kembali terbukti. Tidak hanya latberan saja kita berprestasi, tapi di event-event lomba juga tembus,” cetusnya.

Demikian pula dengan The Banditz milik Gunadi-Paving SF yang juga berhasil menempati posisi runner up dikelas kenari lewat perform cantiknya saat melantunkan lagu panjang kenarian yang dibawakan dengan durasi stabil nyaris tanpa jeda. Meskipun sang empunya sedang off menggantang karena padatnya jadwal pekerjaan, Gembruts sang mekanik tetap setia mengawal setiap penampilan The Banditz kemanapun juga dan tetap selalu membanggakan untuk membawa pulang piagam penghargaan sebagai juara.



“ Terimakasih, tanpa kicaumania kami Lindu Aji BC bukanlah apa-apa. Support penuh yang kami dapatkan hari ini tak lepas dari dukungan Tokoh-Tokoh Pemerintahan kota Semarang, crew Lindu Aji, serta seluruh teman-teman kicaumania Nusantara yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Kekeluargaan dan guyub rukun adalah tujuan terpenting Lindu Aji BC dimana seharusnya hobi merupakan sebuah kesenangan yang bisa mempersatukan bukan memperpecah satu sama lain. Alhamdulillah hal tersebut dapat tercapai di sini, semoga akan selalu terjaga rasa ini sampai kapan pun juga. Sekali lagi terimakasih kepada seluruh kicaumania atas partisipasi dan dukungannya, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila masih terdapat kekurangan. Gantang karena hobby dan pulang tetap happy, sampai jumpa di event Lindu Aji BC berikutnya,” tutup Andi LA selaku Ketua Lindu Aji BC mewakili seluruh jajaran panitia yang bertugas diakhir gelaran. (kiky)






