Sejarah BnR Indonesia (Bagian 1)

Bang Boy

Jakarta, mediabnr.com – Tokoh di balik dunia perburungan Indonesia yang membentuk dunia perburungan seperti sekarang ini adalah Bang Boy atau biasa dipanggil Babe panggilan akrab beliau.

Pada tahun 2005 organisasi perburungan hanya ada satu PBI (Pelestari Burung Indonesia) dan ada beberapa independen yang berdiri hanya beberapa gelintir saja saat itu. Babe Boy saat itu masih menjadi pemain burung bersama Pak Rusli dan sama-sama berdomisili di kota Bogor.

Saat itu dunia perburungan belum seperti sekarang ini dan melihat lomba burung yang menang hanya orang-orang tertentu saja, akhirnya tergerak hati seorang Boy BnR mendirikan suatu yayasan dengan nama BnR yang diambil dari nama beliau Boy dan Rusli saat itu.

Beliau mencoba melakukan inovasi dalam dunia perburungan dengan melakukan hal hal yang bisa dibilang sangat frontal untuk merubah tatanan perburungan Indonesia. Beliau berani melakukan inovasi dengan pengajuan terbuka dan menghapuskan bendera kecil dan menciptakan bendera nominasi yang sampai sekarang digunakan lomba-lomba burung dimana saja.

Pada saat beliau memulai merintis dunia burung seperti Ebod masih berdagang aksesoris dan beberapa kandang, kemudian Prio Bandung masih menjadi pemain burung mengikuti lomba-lomba BnR di mana saja. Setelah BnR Indonesia berjalan dengan cabang seluruh Indonesia dengan masih bergabungnya H Dodot, H Engksus (alm), Herry IP, Andi Donk, Sopian Juandi (Raja wali) BnR benar-benar babat alas setiap daerah.

Babe juga melihat peluang di dunia penangkaran dengan gerakan beliau mengangkat burung penangkaran saat itu beliau fokus dengan burung Murai Batu yang menjadikan icon BnR Indonesia.

Beliau mengangkat Murai Batu di lomba BnR Indonesia menjadi Murai Batu burung klas utama di lomba-lomba BnR dengan tujuan akhir agar Kicaumania mau menangkarkan burung Murai Batu.

Seperti kita lihat, berkat beliau sampai sekarang Murai Batu menjadi burung utama di lomba-lomba burung di seluruh Indonesia dan dunia penangkaran menjadi naik daun. BnR Indonesia terus melakukan Inovasi Babe kemudian menciptakan lomba kandang seragam dan lomba 36 G, 24 G dengan tetap mengutamakan lomba kolosalnya.

Berjalan waktu H Dodot mengundurkan diri bersama Iwan Koas dengan membentuk NZR, kemudian Sopian Juandi dengan membentuk Rajawali kemudian Heri IP KMM dan tidak lupa saat itu Amiu (alm) juga bersama BnR dan mengundurkan diri membentuk Ronggolawe bersama Ebod baru setelah itu mulai muncul EO baru yang mana kalau kita amati akar pohon semua dari BnR Indonesia.

Sejarah tidak bisa dirubah tokoh yang pantas disebut proklamator dunia perburungan ini adalah beliau Babe Boy, semua tahu itu dan sejarah tidak mudah untuk dilupakan.

Redaksi mencoba untuk bertanya kepada tokoh perburungan yang lain dan semua memberikan jawaban yang sama.

Tanpa hadirnya sosok Pak Boy dalam dunia perburungan ini, tidak akan seperti sekarang ini dunia perburungan Indonesia. Tapi ada hal istimewa yang selalu menjadi penasaran para Juri BnR sendiri maupun pemain apa itu? Beliau punya keistimewaan dalam menilai burung yang digantangkan tanpa perlu beliau mendekati dan mendengarkan langsung suara burung tersebut. Tapi info yang didapatkan redaksi ada beberapa cabang ilmu istimewa ini sudah mulai diturunkan beliau kepada juri juri tersebut.

Dan perlu diingat, beliau seorang legenda yang mempunyai burung-burung yang menjadi legenda sampe sekarang. Siapa tidak kenal dengan Murai Batu Hummer, Hitler, Killer dan Anis Kembang Marabuntha yang mendapatkan rekor MURI.

Tidak ketinggalan Cucak Jenggot Putri Ayu. Begitu juga Kacer siapa yang tidak kenal dengan Kacer beliau Blacksabat kemudian Cucak ijo beliau Cak Green, burung kecil Kenari beliau Komando.

Beliau memang sosok Begawan dalam dunia perburungan ini dan ilmu tentang burung mencetak burung mengatasi masalah burung tidak ada duanya.

(Bersambung)...