Gelaran lomba burung berkicau akhir pekan ini di kawasan Bogor dan Sentul kembali menyajikan pertarungan sengit. Dua nama besar muncul sebagai bintang lapangan dengan performa yang sulit dibendung: Murai Batu Shangrilla dan Murai Batu Celurit Baja.

Shangrilla Milik Rizky Fasya SF Dominasi Kelas Murai Muda Ring A Favorite, perhatian tertuju pada gaco muda yang tampil stabil dan bermental baja. Shangrilla, amunisi andalan Rizky dari Fasya SF, berhasil keluar sebagai Juara 1. Sejak awal digantang, Shangrilla langsung tancap gas. Materi isian roll tembak panjang, volume tembus, dan gaya sujud nyaris tanpa jeda membuat juri tidak punya alasan untuk tidak mengibarkan bendera koncer. Penampilan konsisten seperti ini jadi bukti kalau proses rawatan Rizky di Fasya SF berjalan sesuai jalur. Di kelas yang penuh gaco muda berbakat, Shangrilla mampu menunjukkan kelasnya dan membawa pulang podium tertinggi.

Celurit Baja Juragan Anom Team Geser Rival di Kelas Murai Batu A Sentul Konservasi. Persaingan makin memanas di sesi ketiga kelas Murai Batu A Sentul Konservasi. Kelas ini jadi salah satu sesi paling ditunggu karena isinya gaco-gaco mapan yang sudah kenyang pengalaman. Celurit Baja, milik Juragan Anom Team dan dikawal langsung oleh sang Owner Mr. Ramon, tampil tanpa beban meski tekanan dari rival sangat ketat. Dari menit pertama sampai akhir penilaian, Celurit Baja tidak menunjukkan tanda-tanda kendor.
Kerja panjang, tembakan variatif, dan power yang stabil membuatnya terus unggul di mata juri. Bahkan di tengah persaingan ketat, performa Celurit Baja justru naik dan mampu menggeser rival-rivalnya satu per satu. Hasilnya, Juara 1 kembali jatuh ke tangan Juragan Anom Team. Kehadiran Mr. Ramon langsung di lapangan memberi energi tambahan. Konsistensi Celurit Baja di kelas berat ini makin mengukuhkan namanya sebagai salah satu murai batu yang wajib diwaspadai di event-event besar berikutnya.

Dua kemenangan ini jadi bukti bahwa persiapan matang, rawatan konsisten, dan mental juara adalah kunci utama di lapangan. All Star Arena Bogor dan Sentul Konservasi sekali lagi jadi panggung pembuktian gaco-gaco terbaik.

