
Mediabnr – Lagi-lagi lokasi wisata Museum Kretek-Kudus menjadi saksi ajang bergengsi lomba burung berkicau yang diikuti ratusan kicaumania dari berbagai penjuru kota lintas Blok. Muria Berkicau Cup I adalah tajuk gelaran tersebut yang dikemas sedemikian rupa apik oleh MH. Faisal, SH selaku Ketua Panitia dan Umar Syarif selaku Ketua Pelaksana beserta segenap jajarannya untuk memanjakan kicaumania berkolaborasi dengan Organisasi BnR Indonesia dan disupport penuh oleh Perusahaan Rokok Sukun. “ Selamat datang teman-teman kicaumania di gelaran Muria Berkicau Cup I, selamat berlomba dengan tetap menjunjung tinggi sportifitas,” sambut Umar Alkaff.
Penyerahan kenang-kenangan berupa plakat piagam penghargaan kepada beberapa komunitas yang hadir mensupport menjadi awal dimulainya gelaran. Silaturahmi rekan komunitas yang tergabung dalam Republik Pecinta Murai (RPM) Nusantara adalah salah satu diantaranya. Meskipun asal kota anggotanya jauh-jauh, semangat menjalin kekerabatannya begitu kental hingga tak menghiraukan jarak untuk tetap menyempatkan waktu hadir di sini. “ Kebersamaan, kekompakan, dan yang pasti adalah menjalin tali silaturahmi,” pungkas salah satu crew.
Setelah melewati sengitnya kompetisi dengan jumlah peserta yang full gantangan, beberapa nama jagoan tampil menjadi bintang lapangan. Diantaranya adalah New Arjuna besutan H. Sentot RW SF Jepara yang aksinya tak terbendung oleh rival lain ketika berlaga dikelas utama cucak hijau Executive. Pukulan kasar juga panjang-panjang dengan volume keras aktif membalut bongkaran materi lagu isiannya, durasi kerjanya pun stabil sejak start gantang hingga akhir penjurian. Alhasil, bendera koncer A mutlak berkumpul di bawah nomor gantangannya.
Tentara Langit juga tampil dominan dikelas jamtrok bongkar isian ini lewat penampilan sempurna yang dipamerkan untuk dua kali menggagahi podium juara terbaik alias double winner. Okky Marcopolo SF sang empunya menyatakan siap kembali mengawal amunisi andalannya ini melawat event-event akbar yang sudah terjadwal rapi berikutnya.
Sementara Tlogo Sarangan besutan Bagus K dari Nusantara SF Purwodadi mengawali karier pasca mabungnya dengan cukup sempurna. Materi dahsyat yang dimilikinya masih tetap sangar dan diakui layak bersanding di podium juara. “ Menempati posisi ke-3 dikelas utama dengan lawan main yang pastinya hebat-hebat, taring Tlogo Sarangan masih bertaji. Semoga di event selanjutnya akan lebih baik lagi prestasinya dan lebih hoky lagi tentunya,” ujar sang mekanik.
Meski hanya finish diperingkat juara 3 sesi cucak hijau A WMild, aksi Sia-Sia patut dibanggakan untuk dapat mengibarkan bendera Dt. SKBC Cup I sebagai perwakilan sosialisasi gelaran kemasan H. Jayen sang punggawa pada tanggal 1 September mendatang. “ Undangan resmi kami haturkan untuk rekan-rekan kicaumania semua, monggo kumpul satu titik di kota Kudus lagi tepatnya di lokasi gantangan SKBC Mejobo, tinggal ketik saja di Google Maps untuk pastinya. Kami tunggu pastisipasi dan dukungannya,” ungkap H. Jayen.
Sia-Sia tak sendirian melawat event ini, Berto dan Bonex polesan H. Opie 378 SF pun ternyata ikut menemani sebagai duta gelaran. Keduanya juga tak mau ketinggalan mendulang prestasi, khususnya untuk mendominasi laga lovebird. Karier Bonex yang masih terhitung baru di blantika durasi tembak panjang tak menyurutkan mentalnya menghadapi senior-senior bernama besar. Kinerjanya malah semakin edan dan berhasil tampil lebih unggul untuk menyabet podium double winner, disusul Berto di podium runner up.
Partai neraka ekor panjang juga menjadi ajang pembuktian gaco-gaco kicaumania papan atas, dan diantaranya sukses dilalui oleh duet Mahameru feat Satria milik Dimas Anto DMA BF Kudus. Belum beruntung di event Dream Sengon Cup I Sleman pekan lalu, duet maut ini seakan kecewa dan membalas di event Muria Berkicau Cup hari ini. Keindahan performa keduanya mampu menghipnotis penonton sekaligus tim juri yang bertugas lewat balutan materi unggulannya. Alhasil, Mahameru finish di podium juara I sesi murai batu 36G disusul Satria yang kalah tos nomor gantangan terkecil di podium runner up sesi utama Executive.
Dewi Fortuna berpihak pada Maha Raja milik Kakan Tregezt BC dikelas pamungkas ini untuk dinyatakan tampil sebagai juara. Namun jangan salah, kinerjanya juga tak kalah hebat dengan balutan materi yang juga layak diunggulkan. Roll speed rapat dengan bongkaran variasi lagu tembakan isian panjang-panjang mengiringi rapi tarung ngeplay yang dipertontonkan si ekor hitam ini.
Octavian Zamroni dari BDR 87 SF Pati sukses mengawal prestasi Jendral milik Doni DK Bali yang kali ini finish di podium juara III sesi murai batu 36G. Perform Jendral yang begitu aduhai lewat kombinasi sempurna antara materi lagu, volume, gaya, juga durasi kerjanya tak luput dari pantauan tim juri. “ Di Rembang Award lalu nama Jendral juga memimpin di podium juara,” jelasnya.
Ramadhan memang sedang naik daun namanya lewat kestabilan prestasi yang terus ditorehkan oleh amunisi andalan Genjik GG SF Pati ini. Terbukti, siang hari ini pun namanya kembali tercoreng di podium puncak kelas kacer WMild untuk mengungguli rival-rival hebat lain seperti pada laga sukses sebelumnya di event kolosal Purwodadi Award 3 lalu.
Demikian juga Java In debutan Adam Kudus, aksi dengan jubah barunya siang ini mampu menaklukkan sengitnya kompetisi untuk menempati podium runner up disesi kacer Magno. Persiapan matang selanjutnya sang empunya focus menyetting Java In untuk mencicipi ketatnya pertarungan di event SKBC Cup I.
Kelas kenari juga cukup panas dibilangan Pantura, namun hal ini tak menyurutkan mental Lukman Paburi Kudus untuk terus mencetak jagoan-jagoan berkualitas. Sederet nama jawara telah sukses diorbitkannya, demikian juga di event ini dimana namanya kembali sukses menghantarkan salah satu debutannya moncer di podium juara III. Kirana dengan kualitas di atas rata-ratanya patut diperhitungkan.
“ Terimakasih atas partisipasi dan dukungan rekan-rekan kicaumania semua hingga gelaran hari ini dapat meraih sukses, kami memohon maaf atas segala kekurangan yang ada. Selamat untuk para juara dan jangan berkecil hati bagi yang belum beruntung. Poles lagi jagoannya dan sampai jumpa di event selanjutnya,” tutup MH. Faisal mewakili seluruh jajaran panitia yang bertugas diakhir gelaran. (kiky)


















